1
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْ عَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى عَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ
KHUTBAH JUM’AH
HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.
Tanggal 22 August 2008 dari Manneheim, German
TENTANG :
JALSAH SALANAH JEMA’AT GERMANY
Dengan karunia Allah swt pada hari ini bertepatan dengan khutbah Jum’at ini Jalsah salanah Jema’at Ahmadiyah Jerman sedang dimulai. Pada tahun ini kita menyelenggarakan Jalsah Salanah ini bertepatan dengan pentingnya perayaan seabad Khilafat Ahmadiyah yang dapat dilaksanakan hanya satu kali dalam tempo seratus tahun. Oleh sebab itulah pelaksanaan Jalsah Salanah tahun ini nampak sekali keistimewaannya disetiap negara baik dari segi persiapan-persiapan- nya maupun dari segi jumlah para pesertanya yang hadir. Dan saya sudah banyak sekali mengahdiri Jalsah Salanah yang menyangkut dengan Seabad Khilafat Ahmadiyah ini. Oleh kerana itu dari segi persiapan-persiapan yang diusahakan Jema’at disetiap negara, mereka mengusahakannya secara istimewa jangan sampai terjadi kekurangan atau kelemahan didalam mengadakan persiapan-persiapan untuk terselenggaranya Jalsah Salanah pada tahun ini. Jalsah Salanah Jema’at Ghana pada tahun ini sangat istimewa dan sangat menarik perhatian para anggauta Jema’at disana.
Dengan karunia Allah swt Jalsah Salanah hari ini adalah yang kedelapan yang telah saya hadiri pada tahun Khilafat ini. Dengan karunia Allah swt Jalsah Salanah Jerman diselenggarakan setiap tahun dengan sangat memuaskan dan sangat sukses sekali. Dan saya harapkan semoga Jalsah tahun ini akan jauh lebih baik dan lebih sukses dari Jalsah- jalsah sebelumnya. Dan setiap orang Ahmadi yang menghadiri Jalsah ini tentu sudah memahami betul kepada tujuan dan ruh Jalsah Salanah, sehingga mereka akan menjadi para pewaris dari pada barkat-barkat yang Allah swt turunkan didalam Jalsah Salanah ini. Dan semoga mereka secara keseluruhan akan menjadi sarana untuk tercapainya keberhasilan dan keberkatan Jalsah Salanah ini.
18
semua mengikuti dan mendengarkan semua program Jalsa dengan sangat tekun tanpa ada kebisingan. Jadi bangsa-bangsa itu yang baru menggabungkan diri dengan Jema’at ini, jika mereka ini memperlihatkan contoh yang sangat baik seperti itu, tentu mereka akan maju terus meninggalkan orang-orang lain dibelakang. Mereka mempunyai hak untuk maju terus.
Saya sejak kemarin ingin berkata kepada kaum ibu, namun saya merasa takut kalau-kalau mereka sudah lupa kepada janji-janji mereka dan dalam jalsa yang hanya satu setengah hari ini, mereka jangan-jangan mereka akan mulai mengeluarkan suara bising lagi, maka sekarang saya sedang mengingatkan mereka itu. Peganglah erat-erat janji-janji yang telah diucapkan sebelumnya, bahwa semua kaum ibu akan mengikuti program-program dan akan mendengarkan ceramah-ceramah dengan penuh perhatian yang kemudian akan diamalkan apa yang sudah didengar itu. Janji apapun yang telah anda semua ucapkan dan persiapan apapun yang sedang dilakukan sehubungan dengan Jalsah Khilafat Jubilium ini, semoga Allah swt memberi taufiq untuk menyempurnakannya dan semoga Dia menurunkan banyak berkat didalamnya. Semua lelaki maupun perempuan harus ingat bahwa untuk mendapatkan banyak berkat dari Jalsah Khilafat Jubilium ini setiap orang sangat perlu untuk menjadi Abid hakiki Allah swt dan mengikuti serta menta’ati perintah-perintah-Nya dengan hati penuh ikhlas. Untuk itu anda sekalian harus berusaha keras dan harus meningkatkan mutu iman dan taqwa masing-masing. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita semua. Amin !!
Alih Bahasa dari Audio Urdu oleh Hasan Basri Singapura.
17
orang-orang yang berusaha keras dan banyak memanjatkan do’a kepada Allah swt.
Pada permulaan khutbah saya telah memberi penjelasan tentang Jalsah Salanah di Ghana sebagai contoh. Berkenaan dengan itu saya ingin berkata langsung kepada kaum ibu yang sedang hadir pada Jalsah ini. Pada tahun lepas saya telah menetapkan peraturan terhadap kaum ibu disebabkan telah terjadi suasana yang sangat riuh dan bising didalam tenda kaum ibu diwaktu acara sedang berlangsung. Sesudah itu disebabkan telah datangnya banyak surat-surat dan permohonan ma’af kepada saya dari pihak mereka. Dan ditinjau dari segi pentingnya Jalsah Salanah ini, maka peraturan itu telah dicabut kembali. Akan tetapi harus selalu diingat bahwa janji yang telah diucapkan bahwa kaum ibu akan menyimak acara-acara Jalsah dan akan mendengarkan semua ceramah dengan tekun dan penuh perhatian, harus dipenuhi. Dengan mengambil contoh dari anda semua dan mengambil pelajaran dari pada Jalsah di German ini banyak sekali kaum ibu yang telah berjanji untuk mendengarkan ceramah-ceramah dengn tekun dan penuh perhatian. Dan mereka telah mengamalkannya juga dan mereka telah mengambil banyak pelajaran dari padanya. Sekarang menjadi kewajiban anda semua untuk menyempurnakan janji itu.
Saya sedang menceritakan Jalsah di Ghana, disana kurang lebih lima puluh ribu kaum ibu yang hadir. Dan pada waktu sembahyang fajar juga tidak kurang dari tiga puluh ribu kaum ibu yang ikut salat berjema’ah. Anak-anak pun ikut bersama mereka. Akan tetapi saya kagum sekali pada waktu itu tidak terdengar suara bising. Diwaktu sembahyang Juma’t dan diwaktu sembahyang lainnya juga, diwaktu khutbah Jum’at dan diwaktu pidato-pidato sedang disampaikan juga, tetap senyap tidak terdengar sebarang suara bising, walaupun pada waktu itu keadaan cuaca sangat panas sekali dan sekalipun tidak ada persediaan tempat untuk anak-anak bermain juga, sangat heran sekali diwaktu itu tidak terdengar sebarang suara bising.Mereka
02
Maka setiap orang dari sudara-sudara, baik lelaki maupun perempuan, anak-anak maupun orang-orang dewasa, orang-orang tua maupun para pemuda Jema’at harus selalu menaruh perhatian penuh, apa maksud dan tujuan kedatangan mereka didalam Jalsah Salanah ini. Maksud dan tujuan Jalsah Salanah itu telah dijelaskan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. kepada kita semua. Kepada para mubayi’in yang baru menggabungkan diri kedalam Jema’at beliau a.s. ini telah dijelaskan maksud dan tujuan utama mereka bai’at dan menggabungkan diri kedalam Jema’at beliau ini. Beliau a.s. bersabda : “ Semua orang mukhlis, yang bai’at dan menggabungkan diri kedalam Jema’at ini, jelaslah kepada hamba yang lemah ini bahwa maksud dan tujuan bai’at adalah, supaya kecintaan kepada dunia menjadi berkurang, dan supaya kecintaan terhadap Tuhan dan kepada Hazrat Rasulullah saw semakin mendominasi didalam kalbu mereka.”
Jadi pertama-tama setiap orang Ahmadi harus ingat bahwa setiap orang yang bai’at kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan menggabungkan diri dengan Jema’at beliau disebut dengan kata-kata kesayangan yaitu, mukhlisin atau orang-orang mukhlis. Yakni para pencinta yang betul-betul ikhlas ingin menyatakan bai’at tidak terdapat sebarang kepalsuan didalam hati mereka, persahabatan mereka dilakukan tanpa maksud untuk mendapatkan sebarang faedah atau keuntungan materi, hubungan mereka tanpa didasari untuk mendapatkan nama atau kedudukan.
Ikhlas artinya juga makhan yaitu bahagian dari susu yang biasanya diambil dan dipisahkan. Jadi kedudukan yang diberikan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s kepada kita, adalah kedudukan yang diharapakan oleh beliau supaya kita harus meraihnya. Keistimewaan mukhlisin yang telah diuraikan oleh Allah swt, jika setiap sa’at selalu nampak dihadapan kita pastilah kita akan tergabung kedalam golongan orang-orang mukhlis yang sudah berkurang kecintaan mereka kepada dunia. Dan jika didalam hati mereka terdapat kecintaan, maka kecintaan itu hanya ditujukan kepada Allah swt dan Rasul-Nya s.a.w.
Seorang perempuan telah mengajak Hazrat Yusuf untuk melakukan perbuatan a-susila atau perbuatan keji dan Hazrat Yusuf menolaknya dengan keras dan Allah swt telah menguraikan selamatnya beliau dari kejahatan dan kerendahan moral perempuan itu didalam Al Quran Karim dengan firman-Nya :
03
إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
Artinya : Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang suci dan terpilih. (Surah Yusuf : 25) Yakni kesucian beliau telah menyelamatkan beliau dari kejahatan si perempuan tak bermoral itu. Dari peristiwa itu nyatalah bahwa perasaan takut yang sejati kepada Tuhan dan kesucian jiwa yang sungguh-sungguh telah menyelamatkan Hazrat Yusuf dari perbuatan jahat, kalau tidak syetan sudah terang-terangan akan mengganggu dan menyesatkan beliau.
Didalam ayat lain Syaitan berkata : Hai Allah aku akan sesatkan hamba-hamba Engkau dari jalan yang lurus dan aku akan menggoda mereka dengan keindahan dunia dan kemewahannya sehingga pasti mereka akan mengikuti aku dan mereka akan melupakan Engkau. Disatu tempat syaitan inipun mengakui kekalahannya dan berkata :
إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis dari antara mereka. (Al Hijr : 41) yakni yang mempunyai kecintaan terhadap Engkau dan Rasul Engkau, yaitu pada zaman sekarang ini adalah mereka yang mempunyai kecintaan murni terhadap-Aku dan terhadap Rasul-Ku Muhammad saw. Mereka tidak akan datang menyertai kamu, yang telah menyatakan bai’at secara murni dan ikhlas kepada Imam Zaman sekarang ini dan mereka selalu menaruh perhatian penuh kepada syarat-syarat bai’at dan berusaha mengamalkannya denga setia dan ikhlas. Syaitan berkata : Orang-orang demikian tidak akan menjadi murid-murid-ku. Batapapun aku perlihatkan keindahan dan kemewahan dunia kepada mereka, tidak akan ikut pada-ku bahkan mereka akan menjauhkan diri dari pada-ku.
Didalam Al Qur’an telah menyebutkan tentang kesesatan orang-orang kafir dan berkata : “Apakah kami harus meninggalkan semua yang sejak zaman dahulu kami dan nenek moyang kami sembah dan ikut dengan seorang penya’ir ini?” Allah swt berfirman, Muhammad Rasulullah saw adalah seorang Rasul yang benar. Dan bukan hanya ianya sendiri seorang Rasul yang benar, bahkan Rasul-rasul dahulu sebelumnya juga sekarang telah terbukti kebenaran mereka itu melalui wujud beliau s.a.w.
Hazrat Masih Mau’ud a.s. disatu tempat telah bersabda: “ Jika Hazrat Muhammad Mustafa saw tidak datang kedunia, maka
16
yang bertentangan dengan keridhaan dan hidayah Engkau. Dan selamatkanlah aku dari pada musibah dan kesusahan yang merupakan akibat buruk dari pada perbuatan dosa-das-ku itu. Dan tetapkanlah diriku dalam keimanan yang sejati.”
Hazrat Masih Mau’ud a.s. dalam merinci tentang jenis dosa-dosa itu bersabda : Banyak sekali dosa yang berkenaan dengan pelanggaran akhlaq, misalnya kemarahan, kemurkaan, emosi, ria (ingin dipuji orang) takabbur, hasad dan sebagainya. Itulah akhlaq buruk yang bisa menjerumuskan manusia kedalam neraka jahannam. Maka ingatlah selalu !! Jangan merasa bangga dengan mengatakan ; kami tidak melakukan dosa yang besar, sedangkan pekerjaan-pekerjaan kecilpun seperti menunjukkan akhlaq buruk adalah dosa juga. Oleh sebab itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah bersabda : Selamatkanlah dari berikut ini, bahwa bagi seorang mu’min tidak cukup hanya dengan menjauhkan diri dari keburukan saja melainkan ianya harus melakukan amal kebaikan juga.
Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Setiap orang harus menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan juga harus melakukan amal-amal saleh dan harus rajin menunaikan ibadah kepada Allah swt dan harus menta’ati perintah-perintah-Nya. Orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan menunaikan ibadah dengan tekun maka hatinya akan dipenuhi dengan berkat-berkat dari Allah swt.” Itulah nasihat-nasiahat Hazrat Masih Mau’ud a.s. Jika semua nasihat itu diamalkan, maka maksud dan tujuan kehidupan manusia didunia ini dapat dipenuhi, yaitu tunaikanlah ibadah kepada Allah swt dengan tekun maka berkat dari ibadah itu hatinya akan dipenuhi dengan berkat-berkat dari Allah swt.
Semoga Allah swt menjadikan kita semua orang-orang yang dapat meraih maksud dan tujuan kita datang ketempat Jalsah Salanah ini. Karunia Allah swt yang tengah turun laksana hujan kepada Jema’at ini dan kemenangan-kemenangan yang akan dicapai diwaktu yang akan datang sesuai dengan janji-janji Allah swt kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. semoga setiap orang Ahmadi menjadi penerima barkat-barkat itu dan semoga untuk menerimanya itu pada hari-hari Jalsah ini kita menjadi
15
hari-hari Jalsah ini anda sekalian telah datang karena Allah swt, dan memang setiap orang menyatakan bahwa mereka berkumpul semata-mata karena Allah swt. Perhatikanlah sepenuhnya maksud dan tujuan Jalsah Salanah itu, dan ingatlah selalu hal itu dengan sungguh-sungguh, sebab sarana yang paling baik untuk perbaikan dan pensucian diri pribadi adalah kita harus menegakkan seorang penegak kesucian dari dalam diri kita sendiri. Saksikanlah semua program-program jalsah dan dengarlah semua pidato-pidato ynag disampaikan didalam Jalsah. Dibawah program Seabad Jubilee Khilafat ini banyak ceramah akan disampaikan dengan tajuk-tajuk atau judul-judul yang mengandungi ilmu pengetahuan dan tarbiyat bagi Jema’at. Semoga Allah swt memberkati ilmu pengetahuan dan pembicaraan para penceramah. Semoga mereka mampu menyampaikannya sesuai dengan maksud dari pada pokok pembicaraan yang akan mereka sampaikan. Dan semoga Allah swt memberi taufiq kepada para pendengar ceramah itu bahwa apapun yang akan mereka dengar bukan hanya menerima barkat berupa ilmu pengetahuan dan pemikiran yang baik saja namun dengan memperoleh berkat-berkat ruhani daripadanya mereka juga akan menjadi pelaksana-pelaksana ajaran itu didalam kehidupan mereka.
Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : Orang yang bernasib baik atau beruntung bukanlah dia yang memperoleh banyak harta dunia yang dapat melepaskan dirinya dari berbagai musibat dan mara bahaya, akan tetapi orang yang bernasib baik atau beruntung adalah mereka yang medapatkan kekayaan iman. Dan ianya setiap sa’at merasa takut dari kemurkaan dan kemarahan Tuhan. Dan setiap sa’at dia selalu menjauhkan dirinya dari godaan-godaan syetan. Sebab keridhaan Allah swt bisa diperoleh dengan cara demikian. Akan tetapi ingatlah !! Martabat seperti itu tidak mudah diperoleh begitu saja, untuk itu saudara-saudara harus banyak-banyak memanjatkan do’a didalam salat-salat kalian, sehingga Allah swt ridha kepada saudara. Dan Dia akan memberi taufiq kepada kalian sehingga kalian terselamat dari kehidupan yang bergelimang dengan dosa. Kalian tidak mungkin akan terselamat dari perbuatan dosa jika Tuhan tidak memberi taufiq kepada kalian untuk mencegahnya dan jika Dia tidak menurunkan karunia-Nya kepada kalian. Dan karunia serta taufiq itu dapat diperoleh hanya dengan do’a. Oleh kerana itu banyak-banyaklah memanjatkan do’a didalam salat-salat kalian, yaitu : “Hai Allah !! Selamatkanlah aku dari semua pekerjaan yang disebut dosa
04
kami tidak akan dapat membuktikan kebenaran Rasul-Rasul yang turun dizaman dahulu sebelum kedatangan beliau saw. Sebab orang-orang beriman dizaman dahulu telah mengemukakan kisah para Rasul mereka dalam cerita yang sangat aneh dan meragukan. Maka Allah swt berfirman, hai orang-orang yang menolak kebenaran Rasul yang mulia dan agung ini dengarlah !!Pasti kalian akan merasakan azab yang menghinakan. Dan orang-orang yang mendapat keselamatan hanyalah mereka yang beriman dengan ikhlas kepada Rasul ini yakni Muhammad saw.
Sambil menyebut Rasul-rasul terdahulu Allah swt berfirman : Disebabkan kesesatan mereka maka didunia ini juga Kami akan menurunkan azab diatas mereka, kecuali hanya sedikit dari antara mereka yang setia beribadah kepada-Ku dan orang-orang yang mukhlis. Dengan memberi permisalan ini Allah swt pada zaman ini telah menjelaskan kepada orang-orang Islam sendiri dan juga kepada orang-orang yang bukan Islam, sebab Al Qur’an adalah Kitab Syari’at yang kekal berlaku sepanjang masa. Ajarannya juga kekal berlaku sampai kiamat. Dan telah dikatakan apakah dengan menolak Hazrat Muhammad Rasulullah saw dan mengingkari Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi Masih Mau’ud a.s. mereka akan selamat ? Sekali-kali tidak akan selamat !
Jadi, sungguh karunia yang sangat besar dari Allah swt terhadap orang-orang Ahmadi bahwa dengan taufiq-Nya kita telah beriman kepada Imam Zaman dan menerima banyak ni’mat dan karunia dari pada-Nya. Sekarang menjadi kewajiban kita untuk menghargai dan mensyukuri ni’mat itu. Kemudian Allah swt berfirman sambil menjelaskan ke-Agungan-Nya sendiri, bahwa Tuhan Maha Suci dari setiap ‘aib atau keburukan yang telah dituduhkan kepada-Nya oleh orang-orang yang ingkar kepada-Nya. Mereka tidak akan mendapat apa-apa selain dari pada kegagalan dan jahannam sedangkan orang-orang yang beribadah kepada Allah swt dengan ikhlas dan tekun akan memperoleh kejayaan.
Pada zaman sekarang ini di negara-negara Eropah juga sudah banyak sekali muncul orang-orang yang mengingkari adanya wujud Tuhan. Telah mulai timbul berbagai macam pandangan dan pendapat tentang ada atau tidak adanya wujud Tuhan. Allah swt telah memberitahukan bahwa akibat dari pendapat dan pemikiran mereka seperti itu sangat buruk sekali, mereka tidak meyakini akan adanya wujud Zat Tuhan. Sedangkan kemenangan dan kejayaan terletak
05
dipihak orang-orang yang mukhlis dan murni didalam keimanan mereka. Maka ingatlah selalu kepada Tuhan, jangan seperti orang-orang yang telah ditimpa musibah atau mendapat kesusahan mereka mulai ingat kepada Tuhan sedangkan setelah keadaannya normal dan membaik mereka mulai melupakan Tuhan.
Betapa banyak kenikmatan dan karunia yang telah Tuhan turunkan kepada orang-orang Ahmadi, sebagai tuntutannya ialah setiap waktu dan setiap keadaan mereka harus selalu ingat kepada kemurahan Tuhan dan mensyukuri nikmat-nikmat dan karunia-Nya itu. Dan disetiap tempat dimana kemurahan dan kasih-sayang Tuhan harus dijelaskan, harus memaparkan kemulian-Nya kepada orang lain dan harus membuktikan adanya wujud Tuhan, setiap orang Ahmadi secepat mungkin harus siap untuk melaksanakannya.
Pengumuman yang telah dikeluarkan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. bahwa orang-orang mukhlis-ku dan orang-orang yang mencintai Allah swt dan Rasul-Nya melebihi kecintaan kepada materi dunia, mereka diberi peringatan untuk menghindarkan diri dari segala jenis keburukan duniawi. Dan beliau bersabda bahwa, setiap waktu kalian harus menaruh perhatian kepadanya. Jangan sampai timbul sebarang keburukan pada diri kalian.
Pada zaman sekarang kita harus menaruh perhatian penuh untuk menyempurnakan harapan-harapan Hazrat Asyiq Shadiq, Masih Mau’ud a.s. untuk itu kita harus berusaha melaksanakan perintah-perintah Allah swt dan mengikuti sunnah-sunnah Hazrat Rasulullah saw. Dan kita harus memberi perhatian penuh untuk memahaminya dan untuk mengamalkannya juga. Kita harus menaruh perhatian penuh untuk meningkatkan martabat iman dan keruhanian kita. Kita harus memberi perhatian penuh untuk menunaikan ibadah kepada Allah swt dengan penuh taqwa. Barulah bai’at kita kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. bukan untuk mendapatkan sebarang faedah berupa materi, bukan untuk mendapatkan faedah keduniaan. Dan barulah kita akan menjadi wujud yang berguna bagi Jema’at dan bagi setiap orang didalam Jema’at ini. Dan orang-orang semacam itulah yang telah disebutkan didalam Al Qur’an sebagai ‘ibadunal mukhlisin (hamba-hamba Kami yang mukhlis). Sebab orang-orang semacam itulah yang dikatakan hamba-hamba yang mukhlis dan sejati. Atau mereka itu para pecinta Rasulullah saw yang murni. Sebab Hazrat Rasulullah saw adalah zat yang setiap gerak-gerik, setiap bangun dan
14
lelaki namun pada pihak keluarga perempuan juga ada anak perempuan yang mempunyai kesalahan. Oleh sebab itu kesalahan itu terletak dikedua belah pihak. Banyak terjadi perselisihan yang akhirnya menimbulkan kebencian. Jika kedua belah pihak mampu menguasai emosi mereka masing-masing dan mereka menjadi penegak ketaqwaan didalam hati mereka, tentu perkara demikian tidak akan terjadi. Hazrat Rasulullah saw menasihatkan bahwa, Jika kelemahan atau kesalahan kedua belah pihak telah nampak satu sama lain, tentu ada sebagian hal yang lainnya ternampak baik. Tidak mungkin hanya nampak keburukan belaka pada kedua belah pihak. Jika perkara yang baik itu diperhatikan dengan cermat dan kedua belah pihak berusaha untuk siap melakukan pengurbanan, tentu akan timbul perasaan simpati dan kecintaan bersama sehingga akhirnya akan terbuka jalan untuk menciptakan suasana damai kembali. Isteri saudara adalah saksi pertama atas semua prilaku saudara yang baik atupun yang tidak baik terhadap isteri saudara. Apabila Rasulullah saw memberi nasihat bukan hanya sekedar memberi nasihat, melainkan beliau membuktikan nasihat itu melalui uswah hasanah beliau atau melalui teladan yang sangat baik.
Jadi sekarang selama waktu Jalsah ini ada waktu yang cukup bagi saudara untuk mengadakan pertimbangan dan pemeriksaan kembali terhadap keadaan rumah tangga saudara. Sebab lingkungan juga biasanya memberi kesan yang baik terhadap ruhaniyat dan memberi kesan terhadap kalbu, oleh sebab itu suasana ini bisa menimbulkan kesempatan untuk mengadakan peninjauan kembali. Periksalah keadaan pribadi sendiri dan adakan pemeriksaan terhadap ibadah salat sendiri juga dan adakan juga pemeriksaan terhadap akhlaq sendiri. Jangan sampai ada pikiran untuk melakukan pelanggaran terhadap hak-hak sesama yang lain. Harus selalu diingat bahwa selama didalam hati sesorang tidak ada rasa takut yang sesungguhnya kepada Allah swt maka semua akhlaq yang sangat asas pun tidak akan dapat ditunjukkan ditengah-tengah pergaulan masyarakat. Dan selama itu rasa takabbur dan sifat angkuh tidak akan hilang dari dalam kalbunya. Jika rasa takut yang sesungguhnya itu betul-betul telah tertanam didalam kalbu maka orang itu akan bersih dari semua jenis keburukan. Seorang Ahmadi demikian akan bisa mencapai martabat seperti itu yaitu martabat yang diinginkan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. Dan orang demikian sesungguhnya bisa menjadi pencinta sejati Allah swt danRasul-Nya saw. Maka pada
13
sangat merendahkan diri beliau. Itulah pengumuman perang besar untuk menghapus sifat takabbur, bahwa aku telah diberi jaminan dalam berbagai perkara, Allah swt telah memberi jaminan kepada-ku, apabila aku mengulurkan tangan sedang mengambil baia’at dari orang-orang, maka sesungguhnya bukanlah tanganku melainkan tangan Allah swt berada diatas tangan orang-orang yang sedang baia’t itu, atau pada waktu itu Allah swt pasti mengirimkan Malaikat-malaikat-Nya. Setelah itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda, tengoklah contoh bagaimana Rasulullah saw sangat merendahkan diri, dan dengan sangat merendahkan diri beliau saw bersabda : Ya !!. Jika tidak ada karunia Allah swt turun kepada-ku maka akupun tidak akan masuk kedalam surga. Dengan memberi contoh demikian Hazrat Rasulullah saw telah mengingatkan kita bahwa ; Jika saya mengatakan bahwa Jika tidak ada karunia Allah swt turun kepada-ku maka akupun tidak akan masuk kedalam surga,maka kalian yang setiap sa’at terlibat didalam syirik khafi, kalian yang tidak dapat mencapi pengertian tentang tauhid yang hakiki seperti yang aku capai, kalian yang tidak dapat menegakkan mutu salat seperti yang aku tegakkan, maka bagaimana kalian akan berkata dengan takabbur, merasa takabbur disebabkan amal kalian ? Maka ikutilah jalan untuk merendahkan diri sebab jika kalian berbuat demikian kalian akan mendapat keselamatan yang kekal. Didalam hal itu tersembunyi rahasia untuk mencari kecintaan Allah swt dan kecintaan terhadap Rasul-Nya s.a.w.
Pada suatu ketika Hazrat Rasulullah saw telah bersabda bahwa : Seberapa banyak hamba Allah swt memberi ma’af kepada orang lain sebanyak itu pula Allah swt meningkatkan kehormatannya. Semakin besar seseorang menunjukkan perangai lemah-lembut dan perangai merendahlkan diri Allah swt semakin meningkatkan kedudukannya yang tinggi. Hal itulah perkara-perkara yang yang harus diterapkan pada setiap diri orang Ahmadi, mereka harus berusaha untuk meningkatkan mutu akhlaq yang lebih tinggi.
Pada zaman sekarang ini dimanapun diatas dunia ini selalu banyak terjadi masalah krisis rumah tangga. Didalam krisis itu terdapat kesalahan pihak lelaki juga dan kesalahan pihak perempuan juga. Disa’at krisis kaum lelaki sudah tidak mempunyai kesabaran yang seharusnya dimiliki oleh seorang mu’min, tidak pula pihak perempuan memiliki rasa sabar. Sebagaimana telah saya ingatkan berulang kali, sekalipun paling banyak kesalahan terletak pada pihak
06
tidurnya semata-mata karena Allah swt. Tentang mana Allah swt telah berfirman, umumkanlah !!
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya : Katakanlah ! Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, kemudian Allah akan mencintai kamu dan akan mengampuni dosa-dosa kamu. (Ali Imran : 32)
Maka kecintaan terhadap Rasulullah saw bukan hanya sebagai perantara untuk mendapatkan kecintaan Allah swt, bahkan menjadi sarana untuk pengamnpunan dosa-dosa dan juga menjadi sarana untuk menghindarkan diri dari pada perbuatan dosa-dosa dimasa mendatang.
Ketika Hazrat Masih Mau’ud a.s hendak memulai pelaksanaan Jalsah Salanah beliau jauh sebelumnya mengumumkan bahwa untuk mencintai Allah swt dan Rasul-Nya secara murni, beliau bersabda ; Saya fikir hendaklah orang-orang datang berkumpul setiap tahun untuk tiga hari lamanya semata-mata karena Allah swt untuk mendengarkan penjelasan firman-firman-Nya dan untuk memanjatkan do’a bersama kehadirat-Nya. Beliau menegaskan agar saudara-saudara Ahmadi berusaha datang untuk mengahdiri jalsah ini.
Jadi perkara tersebut diatas harus menjadi penggugah bagi orang-orang yang menamakan diri mereka Ahmadi, yang Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah memanggil mereka dengan sebutan mukhlisin (orang-orang mukhlis) mereka harus berusaha untuk menghadiri Jalsah Salanah, sebab Jalsah Salanah ini sebuah sarana untuk meningkatkan keikhlasan hati kita. Sebab orang-orang yang datang menghadiri Jalsah itu tidak mempunyai maksud untuk meraih benda duniawi, melainkan untuk meraih kecintaan Allah swt dan Rasul-Nya saw. Maka maksud dan tujuan Jalsa ini harus selalu menjadi perhatian penuh setiap orang Ahamadi. Jika tidak maka Hazrat Masih Mau’ud a.s.-pun telah bersabda : “ Jika menghadiri Jalsah ini disebabkan kecintaan kepada Allah swt dan kepada Rasul-Nya saw sedangkan hak-hak Allah swt dan hak-hak hamba-hamba-Nya tidak dipenuhi maka kecintaannya itu tidak bisa dikatakan murni. Dan apabila kecintaannya itu tidak murni maka orang-orang semacam itu tidak bisa dimasukkan kedalam golongan orang-orang mukhlis.” Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Apa gunanya orang-orang
07
seperti itu bagi Jema’at ? Orang-orang yang tidak mau melaksanakan kewajiban mereka sepenuhnya dengan hati yang ikhlas dan tidak mau mengkhidmatkan dirinya untuk menta’ati sepenuhnya kepada ajaran Rasulullah saw dan untuk mengikuti sunnah-sunnah beliau saw. Bahkan tidak berusaha untuk melangkahkan kaki mereka diatas jalan yang lurus dan benar. Dan tidak mau menjauhkan diri dari perbuatan fasiq. Dan tidak mau meninggalkan kumpulan orang-orang yang suka menghina dan mencemoohkan orang lain. Dan tidak mau meninggalkan adat kebiasaan yang kotor dan buruk. Dan tidak mau berusaha untuk membiasakan menghormati hak-hak kemanusiaan, tidak berlaku adab dan sopan-santun serta tidak mau berlaku sabar dan berlaku lemah-lembut terhadap orang lain. Suka menghalau orang-orang miskin dan menghardik orang-orang yang lemah. Dan berjalan dipasar-pasar dengan sombong sambil membusungkan dada dan duduk diatas kursi dengan takabbur, dan menganggap dirinya orang besar.” Beliau bersabda lagi : “ Mubaraklah orang-orang yang menganggap diri mereka sendiri sangat hina dan rendah dari orang lain, dan berbicara dengan perasaan malu-malu. Mereka berlaku hormat kepada orang-orang lemah. Mereka tidak suka memperolok-olok orang lain dengan takabbur dan sombong. Dan mereka selalu ingat kepada Tuhan Yang Mahapengasih.” Bersabda lagi : “ Saya berulang kali telah berkata bahwa orang-orang demikianlah yang telah disediakan jalan keselamatan bagi mereka.”
Jadi itulah nasihat-nasihat Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang penting dan sangat berharga bagi kita semua. Dan nasihat-nasihat itulah yang jika diamalkan kita akan termasuk kedalam golongan orang-orang yang mukhlis, yang mencintai Allah swt dan mencintai Rasulul-Nya saw. Dan orang-orang seperti inilah yang dapat menyempurnakan maksud dan tujuan kehadiran mereka didalam Jalsah Salanah ini. Jika tidak, beliau telah bersabda dengan jelas dan tegas bahwa Jalsah ini bukanlah sebuah pesta keduniaan. Dan sekarang saudara-saudara telah berkumpul ditempat ini, dan sudah berkumpul untuk menghadiri Jalsah Seratus Tahun Khilafat Ahmadiyah, yang mempunyai kepentingan dan keistimewaan tersendiri. Yaitu Jalsa untuk mengingatkan kita terhadap ni’mat-ni’mat Allah swt yang telah turun kepada kita melalui Jema’at-Nya ini. Dan rasa syukur baru akan dapat terpenuhi apabila kita berusaha membersihkan jiwa dan ruhani kita. Dan apabila kita menaruh perhatian penuh untuk mengikuti uswah atau teladan suci Rasulullah
12
kita semua bagaimana caranya untuk berlaku lemah lembut dan merendahkan diri, supaya hati kita bersih dari setiap niyat yang buruk dan rencana-rencana yang bkotor. Supaya kita terhindar dari sebarang rasa takabbur, terhindar dari sifat angkuh. Jika kalian menjadi orang-orang yang merendahkan diri dihadapan manusia tentu do’a-do’a kalian akan maqbul disisi Tuhan. Dan salat-salatnya juga akan menjadi salat yang murni. Orang-orang yang telah mengumumkan dirinya telah mengucap laa ilaaha illallah, sekali-kali tidak akan bertumpu kepada dunia dalam urusan pribadinya. Dia tidak akan menjadi perampas hak orang lain, ianya tidak akan menjadi orang yang bercakap dengan sombong dan takabbur kepada orang lain. Hazrat Masih mau’ud a.s. bersabda, orang-orang yang beribadah kepada Allah swt dengan sungguh-sungguh mereka itulah yang bisa menunaikan hak-hak sesama manusia. Dan dianya seorang yang patuh mengikuti uswah hasanah Rasulullah saw.
Sekarang saya ingin mengemukakan contoh tentang beberapa suri teladan Hazrat rasulullah saw. Tentang ibadah beliau telah saya jelaskan kepada saudara-saudara. Beliau saw bertemu dengan seorang perempuan tua yang telah ‘uzur ditengah perjalanan. Perempuan itu mengeluh dihadapan Rasulullah saw. Dan beliaupun mendengarkan keluhan-keluhannya dengan penuh perhatian dan tekun sekali. Akhirnya beliau saw bersabda kepadanya : Wahai ibu ! Jangan susah hati aku akan berjalan menghantarkan engkau ketempat tujuan. Beliau saw sangat lemah lembut dan merendahkan diri kepadanya. Walaupun Allah swt telah berfirman tentang beliau ; Allah dan para Malaikat-Nya mengirimkan selawat dan salam kepada beliau , sekalipun Allah swt berfirman, apabila orang-orang bai’at ditangan engkau, Tangan-Ku diatas tangan mereka , sesungguhnya tangan Akulah yang berada diatas tangan mereka. Artinya beliau s.a.w. adalah orang yang sangat terhormat dan sangat mulia disisi Allah swt, namun demikian beliau sangat merendahkan diri dihadapan sesama manusia sehingga ketika beliau menasihati para sahabahpun beliau saw bersabda : “ Jika tidak ada karunia Allah swt maka amal saleh seseorang tidak akan bisa membawanya masuk kedalam surga.” Dan ketika para sahabah bertanya kepada beliau : Ya Rasulallah apakah engkau juga tidak akan masuk surga karena amal saleh engkau ?? Maka beliau saw jawab : Ya !! Jika tidak ada karunia Allah swt turun kepada-ku maka akupun tidak akan masuk kedalam surga. Jadi itulah suri teladan yang sangat baik sekali bagaimana Hazrat Rasulullah saw
11
atau makhluk lain selain Allah swt berarti telah memutusakn hubungan Allah swt. Salat dan tauhid adalah serupa, sebab salat adalah pernyataan tauhid secara amaliah. Salat tidak mengandung sebarang hakikat apa-apa jika didalam waktu menunaikannya tidak timbul rasa khusyu dan tawadhu.” Bersabda lagi : Dengarlah !! Do’a yang dipanjatkan untuk memenuhi perintah ini ; ud’uni astajiblakum (mohonlah do’a kepada-Ku tentu akan Ku kabulkan) adalah untuk tujuan murni inilah do’a-do’a itu dipanjatkan. Jika didalam khusyu dan tadharu itu tidak terdapat ruh sejati seperti itu maka do’a itu tidak ada bedanya seperti suara benda ting-ting yang tidak mengandung arti. Beliau bersabda lagi : “ Seseorang tidak bisa dikatakan hamba Allah yang sejati apabila ianya tidak menghapuskan niyat-niyatnya yang buruk, menghapuskan rencana-rencananya yang kotor dan jahat dan tidak menjauhkan diri dari keangkuhan dan kesombongan dan tidak berusaha merendahkan diri dihadapan orang lain. Ibadah salat adalah sarana yang paling baik dan afdhal untuk membuat seseorang menunaikann ibadah secara sempurna.” Beliau bersabda lagi : Saya beritahu kalian bahwa jika kalian ingin mengikat hubungan yang murni dengan Allah swt dan ingin menegakkan ibadah yang sejati kepada-Nya maka patuhilah menunaikan salat dengan sebaik-baiknya. Jika kalian tidak menunaikannya dengan patuh dan tekun, bahwa bukan hanya badan kalian dan bukan hanya salat kalian, melainkan semua niyat ruh dan perasaan keseluruhannya patuh dan menunaikan salat, bukan menunaikan salat hanya secara zahiriyah saja, melainkan menunaikan salat secra keseluruhan dengan khusyu dan tawadhu.”
Demikianlah keadaan intisari salat yang Hzrat Masih Mau’ud a.s. ingin tegakkan dikalangan para pengikut beliau. Bahwa menunaikan salat dan menda’wakan diri pemegang tauhid, dan mengumumkan diri mengucap laa ilaaha illaallah tanpa tujuan yang sejati tentu tidak akan mendapat sebarang berkat dari Allah swt. Selama hati kita tidak bersih dari setiap jenis syirik khafi yaitu syirik yang tersembunyi didalam hati, dan selama tidak menunjukkan lemah lembut dan merendahkan diri dihadapan orang lain. Dan jika hal itu semua terdapat pada diri kita maka do’a-do’a kita akan menjadi maqbul disisi Tuhan. Sebab inilah perkara asas yang hendak ditegakkan oleh Allah swt. Dan untuk menegakkannya Hazrat Rasulullah saw telah menunjukkannya sebagai contoh dihadapan kita. Sesudah itu Hzarta Masih Mau’ud a.s. telah menjelaskannya kepada
08
saw demi meraih keridaan-Nya, sebab hal itu juga bagian dari perintah Allah swt kepada mereka yang berusaha menjadi hamba-hamba Allah swt yang sejati. Hazrat Rasulullah saw telah menegakkan suri teladan yang sangat baik bagi kita disetiap segi kehidupan beliau. Beliau menasihatkan, jika kita amalkan semua nasihat ini maka didalam hati kita akan tertanam kecintaan terhadap Allah swt.
Semua hukum-hukum Al Qur’an adalah merupakan contoh hasanah Hazrat Rasulullah saw. Seorang sahabah bertanya kepada Hazrat Aisyah r.a. tentang akhlaq hasanah Hazrat Rasulullah saw, maka beliau jawab : “ Jika anda ingin tahu akhlaq hasanah Rasulullah saw bacalah Al Qur’an, disitu ada semuanya. Semua perintah yang terdapat didalam Al Qur’an beliaulah yang pertama kali menerapkannya diatas diri beliau, kemudian beliau memberi nasihat dengan itu kepada kita semua.” Hazrat Rasulullah saw bersabda, inilah amalan-amalan yang harus kalian kerjakan. Jika kalian lakukan maka kalian akan menjadi orang-orang yang dicintai oleh Allah swt, dan pengakuan kalian tentang kecintaan terhadap-ku akan terbukti kebenarannya. Seperti telah dikatakan sebelumnya bahwa pengumuman ini adalah dari Allah swt yaitu, jika kalian mencintai Allah swt maka kalian harus menta’ati dan mengamalkan setiap perintah dan hukum yang diberikan oleh Hazrat Rasulullah saw. Bahkan Allah swt berfirman, jika kalian ingin supaya do’a kalian terkabul maka datanglah kalian kepada-Ku sambil mengirimkan selawat kepada Muhammad saw. Akan tetapi membaca selawat itu demikian murninya sehingga hati kalian merasa betul-betul tenggelam dalam kecintaannya. Allah swt berfirman didalam Al Qur’an :
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
Hazrat Masih Mau’ud a.s. mengartikan ayat ini demikian : Allah dan semua Malaikat-malaikat-Nya mengirim selawat kepada Nabi Karim ini. Hai orang-orang beriman, kamu juga kirimlah selawat kepadanya dan sampaikanlah salam kepadanya dengan hati penuh dengan rasa cinta kepadanya. Jadi inilah selawat dan salam yang bisa membawa manusia dekat kepada Tuhan. Dan dengan ini orang mu’min bisa melihat pemandangan terkabulnya do’a-do’anya.
09
Jadi pada hari-hari Jalsah ini dimana kita banyak sekali menaruh perhatian kepada ibadah salat dan memanjatkan do’a-do’a sebanyak-banyaknya kepada Allah swt, disana kita harus banyak-banyak mengirimkan selawat dan salam kepada Hazrat Rasulullah saw juga. Supaya Allah swt mengabulkan do’a-do’a kita dan merobah keadaan kita menjadi lebih baik. Dan semoga Dia menjadikan kita hamba-hamaba-Nya yang sejati dan semoga Allah swt memberi taufik kepada kita untuk membaca zikir sebanyak-banyakanya kepada-Nya dan semoga kita menjadi orang-orang yang sentiasa mengikuti langkah dan amal-amal saleh Hazrat Rasulullah saw. Dan semoga kita menjadi orang-orang yang memberi hak-hak istimewa kepada anak-anak kita semua. Semoga kita diselamatkan oleh Allah swt dari keburukan-keburukan manusia pada zaman ini yang dijelaskan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s dengan perasaan hati yang sangat berat. Hazrat Rasulullah saw sebagai Abid Kamil (Hamba Yang sempurna) Allah swt beliau telah menegakkan contoh ibadah-ibadah yang sangat kuat dan indah, tidak ada yang dapat menandingi beliau. Kadang-kadang beliau sibuk beribadah kepada Allah swt didalam situasi yang sangat sunyi-senyap tidak ada sebarang berita yang sampai kesana. Pada suatu waktu dimalam hari isteri beliau kehilangan wujud beliau sehingga isteri beliau merasa ragu jangan-jangan beliau telah pergi kerumah isteri beliau yang lain. Namun setelah dicari kesana-kemari isteri beliau menampak beliau disatu tempat sedang asyik bersujud dihadapan Rab-nya. Dan pada waktu itu beliau sedang menangis sambil merintih sehingga tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Pada waktu itu beliau sedang berdo’a dihadapan Allah swt sambil merintih seperti suara sebuah kuwali yang sedang mendidih. Hamba Allah yang kamil itu beribadah kepada Allah swt sambil menangis dan merintih dihadapan-Nya, sehingga tidak dapat dilukiskan dengan contoh apapun.
Sekalipun dalam keadaan sakit teruk (keras) beliau tidak pernah meninggalkan sembahyang berjema’ah. Pada Akhir kehidupan beliau ketika sedang mengalami sakit sangat teruk dan dalam keadaan badan yang sangat lemah sekalipun beliau tetap datang kemesjid untuk sembahyang berjema’ah bersama para sahabah beliau. Dan beliau tersenyum girang melihat sahabah-sahabah beliau ikut bersama beliau sembahyang berjemaah, bahwa itulah maksud dan tujuan diciptakannya manusia kedunia, karenanya para sahabah itu sedang menyempurnakan martabah mukhlisin dan ibadur Rahman (Hamba-
10
hamba Allah yang Rahman). Beliau bersabda, hati-ku merasa tenteram diwaktu aku menunaikan salat.
Itulah suri teladan yang beliau tunjukkan dihadapan kita berkenaan dengan ibadah salat. Beliau telah menegakkan teladan menunaikan salat-salat nawafil. Telah menunjukkan teladan bagaimana ibadah kepada Allah swt. Martabah seperti ini tentunya tidak dapat dicapai oleh setiap orang, yang telah beliau capai sendiri. Hanya seorang insan kamil yang dapat mencapai martabah seperti itu. Itulah sebabnya Allah swt dan para Malaikat-Nya selalu mengirimkan selawat dan salam kepada beliau.
Oleh kerana itu Allah swt mengingatkan kita dengan firman-Nya :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً
Artinya : Sesungguhnya kamu dapati suri teladan yang sebaik-baiknya dalam pribadi Rasulullah, bagi orang-orang yang mengharapkan bertemu dengan Allah dan Hari Qiamat dan yang banyak-banyak mengingat Allah. (Surah Al Ahzab : 22)
Maka bagi orang-orang yang mengingat Allah sangat perlu untuk mengikuti suri teladan itu. Yang menamakan dirinya sebagai ibadur Rahman sangat perlu baginya ntuk mengikuti suri teladan Hazrat Rasulullah saw. Yaitu yang telah menggabungkan diri dengan Jema’at Imam Zaman ini dan dengan penuh ikhlas mengumumkan sebagai orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Untuk orang seperti itu sangat perlu untuk mengikuti jejak langkah Rasulullah saw.
Jadi setiap orang Ahmadi harus meningkatkan mutu ibadahnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Supaya terbukti kebenaran da’wanya sebagai orang yang mencintai Allah swt dan Rasul-Nya s.a.w. Maka selama berada didalam naungan program Jalsah Salanah ini setiap orang yang hadir harus meningkatkan perhatiannya terhadap ibadah kepada Allah swt. Pada hari-hari Jalsah ini setiap orang yang hadir harus memperhatikan dengan sesungguhnya kepada perkara-perkara tersebut diatas. Tujuan kita adalah untuk meraih keridaan dan kecintaan Allah swt dan kita harus berusaha sepenuhnya untuk meningkatkan kecintaan kepada Allah swt dan Rasul-Nya saw.
Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “ Ingatlah baik-baik !! Dan ingatlah selalu bahwa menundukkan kepala dihadapan benda lain
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
نَحْمَدُهُ وَنُصَلِى عَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى عَبْدِهِ الْمَسِيْحِ الْمَوْعُوْدِ
KHUTBAH JUM’AH
22 AUGUST 2008
TENTANG :
JALSAH GERMANY
TAHUN 2008
OLEH
![]() |
HADRAT MIRZA MASROOR AHMAD SAHEB
AMIRUL MOMINEEN KHALIFATUL MASIH V atba
DARI MANNEHEIM GERMANY
AHMADIYYA MUSLIM MISSION
118 Onan Road (Masjid Taha) Tel 63448241 Fax 63447363
Singapore 424530

