KHUTBAH JUM’AH HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba. Tanggal 22 August 2008 dari Manneheim, German TENTANG : JALSAH SALANAH JEMA’AT GERMANY

•September 29, 2008 • 1 Comment

1

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْ عَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى عَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ

KHUTBAH JUM’AH

HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.

Tanggal  22 August 2008 dari  Manneheim, German

TENTANG :

JALSAH SALANAH JEMA’AT GERMANY

Dengan karunia Allah swt pada hari ini bertepatan dengan khutbah Jum’at ini Jalsah salanah Jema’at Ahmadiyah Jerman sedang dimulai. Pada tahun ini kita menyelenggarakan Jalsah Salanah ini bertepatan dengan pentingnya perayaan seabad Khilafat Ahmadiyah yang dapat dilaksanakan hanya satu kali dalam tempo seratus tahun. Oleh sebab itulah pelaksanaan Jalsah Salanah tahun ini nampak sekali keistimewaannya disetiap negara baik dari segi persiapan-persiapan- nya maupun dari segi jumlah para pesertanya yang hadir. Dan saya sudah banyak sekali mengahdiri Jalsah Salanah yang menyangkut dengan Seabad Khilafat Ahmadiyah ini. Oleh kerana itu dari segi persiapan-persiapan yang diusahakan Jema’at disetiap negara, mereka mengusahakannya secara istimewa jangan sampai terjadi kekurangan atau kelemahan didalam mengadakan persiapan-persiapan untuk terselenggaranya Jalsah Salanah pada tahun ini. Jalsah Salanah Jema’at Ghana pada tahun ini sangat istimewa dan sangat menarik perhatian para anggauta Jema’at disana.

Dengan karunia Allah swt Jalsah Salanah hari ini adalah yang kedelapan yang telah saya hadiri pada tahun Khilafat ini. Dengan karunia Allah swt Jalsah Salanah Jerman diselenggarakan setiap tahun dengan sangat memuaskan dan sangat sukses sekali. Dan saya harapkan semoga Jalsah tahun ini akan jauh lebih baik dan lebih sukses dari Jalsah- jalsah sebelumnya. Dan setiap orang Ahmadi yang menghadiri Jalsah ini tentu sudah memahami betul kepada tujuan dan ruh Jalsah Salanah, sehingga mereka akan menjadi para pewaris dari pada barkat-barkat yang Allah swt turunkan didalam Jalsah Salanah ini. Dan semoga mereka secara keseluruhan akan menjadi sarana untuk tercapainya keberhasilan dan keberkatan Jalsah Salanah ini.

18

semua mengikuti dan mendengarkan semua program Jalsa dengan sangat tekun tanpa ada kebisingan. Jadi bangsa-bangsa itu yang baru menggabungkan diri dengan Jema’at ini, jika mereka ini memperlihatkan contoh yang sangat baik seperti itu, tentu mereka akan maju terus meninggalkan orang-orang lain dibelakang. Mereka mempunyai hak untuk maju terus.

Saya sejak kemarin ingin berkata kepada kaum ibu, namun saya merasa takut kalau-kalau mereka sudah lupa kepada janji-janji mereka dan dalam jalsa yang hanya satu setengah hari ini, mereka jangan-jangan mereka akan mulai mengeluarkan suara bising lagi, maka sekarang saya sedang mengingatkan mereka itu. Peganglah erat-erat janji-janji yang telah diucapkan sebelumnya, bahwa semua kaum ibu akan mengikuti program-program dan akan mendengarkan ceramah-ceramah dengan penuh perhatian yang kemudian akan diamalkan apa yang sudah didengar itu. Janji apapun yang telah anda semua ucapkan dan persiapan apapun yang sedang dilakukan sehubungan dengan Jalsah Khilafat Jubilium ini, semoga Allah swt memberi taufiq untuk menyempurnakannya dan semoga Dia menurunkan banyak berkat didalamnya. Semua lelaki maupun perempuan harus ingat bahwa untuk mendapatkan banyak berkat dari Jalsah Khilafat Jubilium ini setiap orang sangat perlu untuk menjadi Abid hakiki Allah swt dan mengikuti serta menta’ati perintah-perintah-Nya dengan hati penuh ikhlas. Untuk itu anda sekalian harus berusaha keras dan harus meningkatkan mutu iman dan taqwa masing-masing. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita semua. Amin !!

Alih Bahasa dari Audio Urdu oleh Hasan Basri Singapura.

17

orang-orang yang berusaha keras dan banyak memanjatkan do’a kepada Allah swt.

Pada permulaan khutbah saya telah memberi penjelasan tentang Jalsah Salanah di Ghana sebagai contoh. Berkenaan dengan itu saya ingin berkata langsung kepada kaum ibu yang sedang hadir pada Jalsah ini. Pada tahun lepas saya telah menetapkan peraturan terhadap kaum ibu disebabkan telah terjadi suasana yang sangat riuh dan bising didalam tenda kaum ibu diwaktu acara sedang berlangsung. Sesudah itu disebabkan telah datangnya banyak surat-surat dan permohonan ma’af kepada saya dari pihak mereka. Dan ditinjau dari segi pentingnya Jalsah Salanah ini, maka peraturan itu telah dicabut kembali. Akan tetapi harus selalu diingat bahwa janji yang telah diucapkan bahwa kaum ibu akan menyimak acara-acara Jalsah dan akan mendengarkan semua ceramah dengan tekun dan penuh perhatian, harus dipenuhi. Dengan mengambil contoh dari anda semua dan mengambil pelajaran dari pada Jalsah di German ini banyak sekali kaum ibu yang telah berjanji untuk mendengarkan ceramah-ceramah dengn tekun dan penuh perhatian. Dan mereka telah mengamalkannya juga dan mereka telah mengambil banyak pelajaran dari padanya. Sekarang menjadi kewajiban anda semua untuk menyempurnakan janji itu.

Saya sedang menceritakan Jalsah di Ghana, disana kurang lebih lima puluh ribu kaum ibu yang hadir. Dan pada waktu sembahyang fajar juga tidak kurang dari tiga puluh ribu kaum ibu yang ikut salat berjema’ah. Anak-anak pun ikut bersama mereka. Akan tetapi saya kagum sekali pada waktu itu tidak terdengar suara bising. Diwaktu sembahyang Juma’t dan diwaktu sembahyang lainnya juga, diwaktu khutbah Jum’at dan diwaktu pidato-pidato sedang disampaikan juga, tetap senyap tidak terdengar sebarang suara bising, walaupun pada waktu itu keadaan cuaca sangat panas sekali dan sekalipun tidak ada persediaan tempat untuk anak-anak bermain juga, sangat heran sekali diwaktu itu tidak terdengar sebarang suara bising.Mereka

02

Maka setiap orang dari sudara-sudara, baik lelaki maupun perempuan, anak-anak maupun orang-orang dewasa, orang-orang tua maupun para pemuda Jema’at harus selalu menaruh perhatian penuh, apa maksud dan tujuan kedatangan mereka didalam Jalsah Salanah ini. Maksud dan tujuan Jalsah Salanah itu telah dijelaskan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. kepada kita semua. Kepada para mubayi’in yang baru menggabungkan diri kedalam Jema’at beliau a.s. ini telah dijelaskan maksud dan tujuan utama mereka bai’at dan menggabungkan diri kedalam Jema’at beliau ini. Beliau a.s. bersabda : “ Semua orang mukhlis, yang bai’at dan menggabungkan diri kedalam Jema’at ini, jelaslah kepada hamba yang lemah ini bahwa maksud dan tujuan bai’at adalah, supaya kecintaan kepada dunia menjadi berkurang, dan supaya kecintaan terhadap Tuhan dan kepada Hazrat Rasulullah saw semakin mendominasi didalam kalbu mereka.”

Jadi pertama-tama setiap orang Ahmadi harus ingat bahwa setiap orang yang bai’at kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan menggabungkan diri dengan Jema’at beliau disebut dengan kata-kata kesayangan yaitu, mukhlisin atau orang-orang mukhlis. Yakni para pencinta yang betul-betul ikhlas ingin menyatakan bai’at tidak terdapat sebarang kepalsuan didalam hati mereka, persahabatan mereka dilakukan tanpa maksud untuk mendapatkan sebarang faedah atau keuntungan materi, hubungan mereka tanpa didasari untuk mendapatkan nama atau kedudukan.

Ikhlas artinya juga makhan yaitu bahagian dari susu yang biasanya diambil dan dipisahkan. Jadi kedudukan yang diberikan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s kepada kita, adalah kedudukan yang diharapakan oleh beliau supaya kita harus meraihnya. Keistimewaan mukhlisin yang telah diuraikan oleh Allah swt, jika setiap sa’at selalu nampak dihadapan kita pastilah kita akan tergabung kedalam golongan orang-orang mukhlis yang sudah berkurang kecintaan mereka kepada dunia. Dan jika didalam hati mereka terdapat kecintaan, maka kecintaan itu hanya ditujukan kepada Allah swt dan Rasul-Nya s.a.w.

Seorang perempuan telah mengajak Hazrat Yusuf untuk melakukan perbuatan a-susila atau perbuatan keji dan Hazrat Yusuf menolaknya dengan keras dan Allah swt telah menguraikan selamatnya beliau dari kejahatan dan kerendahan moral perempuan itu didalam Al Quran Karim dengan firman-Nya :

03

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

Artinya : Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang suci dan terpilih. (Surah Yusuf : 25) Yakni kesucian beliau telah menyelamatkan beliau dari kejahatan si perempuan tak bermoral itu. Dari peristiwa itu nyatalah bahwa perasaan takut yang sejati kepada Tuhan dan kesucian jiwa yang sungguh-sungguh telah menyelamatkan Hazrat Yusuf dari perbuatan jahat, kalau tidak syetan sudah terang-terangan akan mengganggu dan menyesatkan beliau.

Didalam ayat lain Syaitan berkata : Hai Allah aku akan sesatkan hamba-hamba Engkau dari jalan yang lurus dan aku akan menggoda mereka dengan keindahan dunia dan kemewahannya sehingga pasti mereka akan mengikuti aku dan mereka akan melupakan Engkau. Disatu tempat syaitan inipun mengakui kekalahannya dan berkata :

إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis dari antara mereka. (Al Hijr : 41) yakni yang mempunyai kecintaan terhadap Engkau dan Rasul Engkau, yaitu pada zaman sekarang ini adalah mereka yang mempunyai kecintaan murni terhadap-Aku dan terhadap Rasul-Ku Muhammad saw. Mereka tidak akan datang menyertai kamu, yang telah menyatakan bai’at secara murni dan ikhlas kepada Imam Zaman sekarang ini dan mereka selalu menaruh perhatian penuh kepada syarat-syarat bai’at dan berusaha mengamalkannya denga setia dan ikhlas. Syaitan berkata : Orang-orang demikian tidak akan menjadi murid-murid-ku. Batapapun aku perlihatkan keindahan dan kemewahan dunia kepada mereka, tidak akan ikut pada-ku bahkan mereka akan menjauhkan diri dari pada-ku.

Didalam Al Qur’an telah menyebutkan tentang kesesatan orang-orang kafir dan berkata : “Apakah kami harus meninggalkan semua yang sejak zaman dahulu kami dan nenek moyang kami sembah dan ikut dengan seorang penya’ir ini?” Allah swt berfirman, Muhammad Rasulullah saw adalah seorang Rasul yang benar. Dan bukan hanya ianya sendiri seorang Rasul yang benar, bahkan Rasul-rasul dahulu sebelumnya juga sekarang telah terbukti kebenaran mereka itu melalui wujud beliau s.a.w.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. disatu tempat telah bersabda: “ Jika Hazrat Muhammad Mustafa saw tidak datang kedunia, maka

16

yang bertentangan dengan keridhaan dan hidayah Engkau. Dan selamatkanlah aku dari pada musibah dan kesusahan yang merupakan akibat buruk dari pada perbuatan dosa-das-ku itu. Dan tetapkanlah diriku dalam keimanan yang sejati.”

Hazrat Masih Mau’ud a.s. dalam merinci tentang jenis dosa-dosa itu bersabda : Banyak sekali dosa yang berkenaan dengan pelanggaran akhlaq, misalnya kemarahan, kemurkaan, emosi, ria (ingin dipuji orang) takabbur, hasad dan sebagainya. Itulah akhlaq buruk yang bisa menjerumuskan manusia kedalam neraka jahannam. Maka ingatlah selalu !! Jangan merasa bangga dengan mengatakan ; kami tidak melakukan dosa yang besar, sedangkan pekerjaan-pekerjaan kecilpun seperti menunjukkan akhlaq buruk adalah dosa juga. Oleh sebab itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah bersabda : Selamatkanlah dari berikut ini, bahwa bagi seorang mu’min tidak cukup hanya dengan menjauhkan diri dari keburukan saja melainkan ianya harus melakukan amal kebaikan juga.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Setiap orang harus menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan juga harus melakukan amal-amal saleh dan harus rajin menunaikan ibadah kepada Allah swt dan harus menta’ati perintah-perintah-Nya. Orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan menunaikan ibadah dengan tekun maka hatinya akan dipenuhi dengan berkat-berkat dari Allah swt.” Itulah nasihat-nasiahat Hazrat Masih Mau’ud a.s. Jika semua nasihat itu diamalkan, maka maksud dan tujuan kehidupan manusia didunia ini dapat dipenuhi, yaitu tunaikanlah ibadah kepada Allah swt dengan tekun maka berkat dari ibadah itu hatinya akan dipenuhi dengan berkat-berkat dari Allah swt.

Semoga Allah swt menjadikan kita semua orang-orang yang dapat meraih maksud dan tujuan kita datang ketempat Jalsah Salanah ini. Karunia Allah swt yang tengah turun laksana hujan kepada Jema’at ini dan kemenangan-kemenangan yang akan dicapai diwaktu yang akan datang sesuai dengan janji-janji Allah swt kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. semoga setiap orang Ahmadi menjadi penerima barkat-barkat itu dan semoga untuk menerimanya itu pada hari-hari Jalsah ini kita menjadi

15

hari-hari Jalsah ini anda sekalian telah datang karena Allah swt, dan memang setiap orang menyatakan bahwa mereka berkumpul semata-mata karena Allah swt. Perhatikanlah sepenuhnya maksud dan tujuan Jalsah Salanah itu, dan ingatlah selalu hal itu dengan sungguh-sungguh, sebab sarana yang paling baik untuk perbaikan dan pensucian diri pribadi adalah kita harus menegakkan seorang penegak kesucian dari dalam diri kita sendiri. Saksikanlah semua program-program jalsah dan dengarlah semua pidato-pidato ynag disampaikan didalam Jalsah. Dibawah program Seabad Jubilee Khilafat ini banyak ceramah akan disampaikan dengan tajuk-tajuk atau judul-judul yang mengandungi ilmu pengetahuan dan tarbiyat bagi Jema’at. Semoga Allah swt memberkati ilmu pengetahuan dan pembicaraan para penceramah. Semoga mereka mampu menyampaikannya sesuai dengan maksud dari pada pokok pembicaraan yang akan mereka sampaikan. Dan semoga Allah swt memberi taufiq kepada para pendengar ceramah itu bahwa apapun yang akan mereka dengar bukan hanya menerima barkat berupa ilmu pengetahuan dan pemikiran yang baik saja namun dengan memperoleh berkat-berkat ruhani daripadanya mereka juga akan menjadi pelaksana-pelaksana ajaran itu didalam kehidupan mereka.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : Orang yang bernasib baik atau beruntung bukanlah dia yang memperoleh banyak harta dunia yang dapat melepaskan dirinya dari berbagai musibat dan mara bahaya, akan tetapi orang yang bernasib baik atau beruntung adalah mereka yang medapatkan kekayaan iman. Dan ianya setiap sa’at merasa takut dari kemurkaan dan kemarahan Tuhan. Dan setiap sa’at dia selalu menjauhkan dirinya dari godaan-godaan syetan. Sebab keridhaan Allah swt bisa diperoleh dengan cara demikian. Akan tetapi ingatlah !! Martabat seperti itu tidak mudah diperoleh begitu saja, untuk itu saudara-saudara harus banyak-banyak memanjatkan do’a didalam salat-salat kalian, sehingga Allah swt ridha kepada saudara. Dan Dia akan memberi taufiq kepada kalian sehingga kalian terselamat dari kehidupan yang bergelimang dengan dosa. Kalian tidak mungkin akan terselamat dari perbuatan dosa jika Tuhan tidak memberi taufiq kepada kalian untuk mencegahnya dan jika Dia tidak menurunkan karunia-Nya kepada kalian. Dan karunia serta taufiq itu dapat diperoleh hanya dengan do’a. Oleh kerana itu banyak-banyaklah memanjatkan do’a didalam salat-salat kalian, yaitu : “Hai Allah !! Selamatkanlah aku dari semua pekerjaan yang disebut dosa

04

kami tidak akan dapat membuktikan kebenaran Rasul-Rasul yang turun dizaman dahulu sebelum kedatangan beliau saw. Sebab orang-orang beriman dizaman dahulu telah mengemukakan kisah para Rasul mereka dalam cerita yang sangat aneh dan meragukan. Maka Allah swt berfirman, hai orang-orang yang menolak kebenaran Rasul yang mulia dan agung ini dengarlah !!Pasti kalian akan merasakan azab yang menghinakan. Dan orang-orang yang mendapat keselamatan hanyalah mereka yang beriman dengan ikhlas kepada Rasul ini yakni Muhammad saw.

Sambil menyebut Rasul-rasul terdahulu Allah swt berfirman : Disebabkan kesesatan mereka maka didunia ini juga Kami akan menurunkan azab diatas mereka, kecuali hanya sedikit dari antara mereka yang setia beribadah kepada-Ku dan orang-orang yang mukhlis. Dengan memberi permisalan ini Allah swt pada zaman ini telah menjelaskan kepada orang-orang Islam sendiri dan juga kepada orang-orang yang bukan Islam, sebab Al Qur’an adalah Kitab Syari’at yang kekal berlaku sepanjang masa. Ajarannya juga kekal berlaku sampai kiamat. Dan telah dikatakan apakah dengan menolak Hazrat Muhammad Rasulullah saw dan mengingkari Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi Masih Mau’ud a.s. mereka akan selamat ? Sekali-kali tidak akan selamat !

Jadi, sungguh karunia yang sangat besar dari Allah swt terhadap orang-orang Ahmadi bahwa dengan taufiq-Nya kita telah beriman kepada Imam Zaman dan menerima banyak ni’mat dan karunia dari pada-Nya. Sekarang menjadi kewajiban kita untuk menghargai dan mensyukuri ni’mat itu. Kemudian Allah swt berfirman sambil menjelaskan ke-Agungan-Nya sendiri, bahwa Tuhan Maha Suci dari setiap ‘aib atau keburukan yang telah dituduhkan kepada-Nya oleh orang-orang yang ingkar kepada-Nya. Mereka tidak akan mendapat apa-apa selain dari pada kegagalan dan jahannam sedangkan orang-orang yang beribadah kepada Allah swt dengan ikhlas dan tekun akan memperoleh kejayaan.

Pada zaman sekarang ini di negara-negara Eropah juga sudah banyak sekali muncul orang-orang yang mengingkari adanya wujud Tuhan. Telah mulai timbul berbagai macam pandangan dan pendapat tentang ada atau tidak adanya wujud Tuhan. Allah swt telah memberitahukan bahwa akibat dari pendapat dan pemikiran mereka seperti itu sangat buruk sekali, mereka tidak meyakini akan adanya wujud Zat Tuhan. Sedangkan kemenangan dan kejayaan terletak

05

dipihak orang-orang yang mukhlis dan murni didalam keimanan mereka. Maka ingatlah selalu kepada Tuhan, jangan seperti orang-orang yang telah ditimpa musibah atau mendapat kesusahan mereka mulai ingat kepada Tuhan sedangkan setelah keadaannya normal dan membaik mereka mulai melupakan Tuhan.

Betapa banyak kenikmatan dan karunia yang telah Tuhan turunkan kepada orang-orang Ahmadi, sebagai tuntutannya ialah setiap waktu dan setiap keadaan mereka harus selalu ingat kepada kemurahan Tuhan dan mensyukuri nikmat-nikmat dan karunia-Nya itu. Dan disetiap tempat dimana kemurahan dan kasih-sayang Tuhan harus dijelaskan, harus memaparkan kemulian-Nya kepada orang lain dan harus membuktikan adanya wujud Tuhan, setiap orang Ahmadi secepat mungkin harus siap untuk melaksanakannya.

Pengumuman yang telah dikeluarkan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. bahwa orang-orang mukhlis-ku dan orang-orang yang mencintai Allah swt dan Rasul-Nya melebihi kecintaan kepada materi dunia, mereka diberi peringatan untuk menghindarkan diri dari segala jenis keburukan duniawi. Dan beliau bersabda bahwa, setiap waktu kalian harus menaruh perhatian kepadanya. Jangan sampai timbul sebarang keburukan pada diri kalian.

Pada zaman sekarang kita harus menaruh perhatian penuh untuk menyempurnakan harapan-harapan Hazrat Asyiq Shadiq, Masih Mau’ud a.s. untuk itu kita harus berusaha melaksanakan perintah-perintah Allah swt dan mengikuti sunnah-sunnah Hazrat Rasulullah saw. Dan kita harus memberi perhatian penuh untuk memahaminya dan untuk mengamalkannya juga. Kita harus menaruh perhatian penuh untuk meningkatkan martabat iman dan keruhanian kita. Kita harus memberi perhatian penuh untuk menunaikan ibadah kepada Allah swt dengan penuh taqwa. Barulah bai’at kita kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. bukan untuk mendapatkan sebarang faedah berupa materi, bukan untuk mendapatkan faedah keduniaan. Dan barulah kita akan menjadi wujud yang berguna bagi Jema’at dan bagi setiap orang didalam Jema’at ini. Dan orang-orang semacam itulah yang telah disebutkan didalam Al Qur’an sebagai ‘ibadunal mukhlisin (hamba-hamba Kami yang mukhlis). Sebab orang-orang semacam itulah yang dikatakan hamba-hamba yang mukhlis dan sejati. Atau mereka itu para pecinta Rasulullah saw yang murni. Sebab Hazrat Rasulullah saw adalah zat yang setiap gerak-gerik, setiap bangun dan

14

lelaki namun pada pihak keluarga perempuan juga ada anak perempuan yang mempunyai kesalahan. Oleh sebab itu kesalahan itu terletak dikedua belah pihak. Banyak terjadi perselisihan yang akhirnya menimbulkan kebencian. Jika kedua belah pihak mampu menguasai emosi mereka masing-masing dan mereka menjadi penegak ketaqwaan didalam hati mereka, tentu perkara demikian tidak akan terjadi. Hazrat Rasulullah saw menasihatkan bahwa, Jika kelemahan atau kesalahan kedua belah pihak telah nampak satu sama lain, tentu ada sebagian hal yang lainnya ternampak baik. Tidak mungkin hanya nampak keburukan belaka pada kedua belah pihak. Jika perkara yang baik itu diperhatikan dengan cermat dan kedua belah pihak berusaha untuk siap melakukan pengurbanan, tentu akan timbul perasaan simpati dan kecintaan bersama sehingga akhirnya akan terbuka jalan untuk menciptakan suasana damai kembali. Isteri saudara adalah saksi pertama atas semua prilaku saudara yang baik atupun yang tidak baik terhadap isteri saudara. Apabila Rasulullah saw memberi nasihat bukan hanya sekedar memberi nasihat, melainkan beliau membuktikan nasihat itu melalui uswah hasanah beliau atau melalui teladan yang sangat baik.

Jadi sekarang selama waktu Jalsah ini ada waktu yang cukup bagi saudara untuk mengadakan pertimbangan dan pemeriksaan kembali terhadap keadaan rumah tangga saudara. Sebab lingkungan juga biasanya memberi kesan yang baik terhadap ruhaniyat dan memberi kesan terhadap kalbu, oleh sebab itu suasana ini bisa menimbulkan kesempatan untuk mengadakan peninjauan kembali. Periksalah keadaan pribadi sendiri dan adakan pemeriksaan terhadap ibadah salat sendiri juga dan adakan juga pemeriksaan terhadap akhlaq sendiri. Jangan sampai ada pikiran untuk melakukan pelanggaran terhadap hak-hak sesama yang lain. Harus selalu diingat bahwa selama didalam hati sesorang tidak ada rasa takut yang sesungguhnya kepada Allah swt maka semua akhlaq yang sangat asas pun tidak akan dapat ditunjukkan ditengah-tengah pergaulan masyarakat. Dan selama itu rasa takabbur dan sifat angkuh tidak akan hilang dari dalam kalbunya. Jika rasa takut yang sesungguhnya itu betul-betul telah tertanam didalam kalbu maka orang itu akan bersih dari semua jenis keburukan. Seorang Ahmadi demikian akan bisa mencapai martabat seperti itu yaitu martabat yang diinginkan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. Dan orang demikian sesungguhnya bisa menjadi pencinta sejati Allah swt danRasul-Nya saw. Maka pada

13

sangat merendahkan diri beliau. Itulah pengumuman perang besar untuk menghapus sifat takabbur, bahwa aku telah diberi jaminan dalam berbagai perkara, Allah swt telah memberi jaminan kepada-ku, apabila aku mengulurkan tangan sedang mengambil baia’at dari orang-orang, maka sesungguhnya bukanlah tanganku melainkan tangan Allah swt berada diatas tangan orang-orang yang sedang baia’t itu, atau pada waktu itu Allah swt pasti mengirimkan Malaikat-malaikat-Nya. Setelah itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda, tengoklah contoh bagaimana Rasulullah saw sangat merendahkan diri, dan dengan sangat merendahkan diri beliau saw bersabda : Ya !!. Jika tidak ada karunia Allah swt turun kepada-ku maka akupun tidak akan masuk kedalam surga. Dengan memberi contoh demikian Hazrat Rasulullah saw telah mengingatkan kita bahwa ; Jika saya mengatakan bahwa Jika tidak ada karunia Allah swt turun kepada-ku maka akupun tidak akan masuk kedalam surga,maka kalian yang setiap sa’at terlibat didalam syirik khafi, kalian yang tidak dapat mencapi pengertian tentang tauhid yang hakiki seperti yang aku capai, kalian yang tidak dapat menegakkan mutu salat seperti yang aku tegakkan, maka bagaimana kalian akan berkata dengan takabbur, merasa takabbur disebabkan amal kalian ? Maka ikutilah jalan untuk merendahkan diri sebab jika kalian berbuat demikian kalian akan mendapat keselamatan yang kekal. Didalam hal itu tersembunyi rahasia untuk mencari kecintaan Allah swt dan kecintaan terhadap Rasul-Nya s.a.w.

Pada suatu ketika Hazrat Rasulullah saw telah bersabda bahwa : Seberapa banyak hamba Allah swt memberi ma’af kepada orang lain sebanyak itu pula Allah swt meningkatkan kehormatannya. Semakin besar seseorang menunjukkan perangai lemah-lembut dan perangai merendahlkan diri Allah swt semakin meningkatkan kedudukannya yang tinggi. Hal itulah perkara-perkara yang yang harus diterapkan pada setiap diri orang Ahmadi, mereka harus berusaha untuk meningkatkan mutu akhlaq yang lebih tinggi.

Pada zaman sekarang ini dimanapun diatas dunia ini selalu banyak terjadi masalah krisis rumah tangga. Didalam krisis itu terdapat kesalahan pihak lelaki juga dan kesalahan pihak perempuan juga. Disa’at krisis kaum lelaki sudah tidak mempunyai kesabaran yang seharusnya dimiliki oleh seorang mu’min, tidak pula pihak perempuan memiliki rasa sabar. Sebagaimana telah saya ingatkan berulang kali, sekalipun paling banyak kesalahan terletak pada pihak

06

tidurnya semata-mata karena Allah swt. Tentang mana Allah swt telah berfirman, umumkanlah !!

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya : Katakanlah ! Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, kemudian Allah akan mencintai kamu dan akan mengampuni dosa-dosa kamu. (Ali Imran : 32)

Maka kecintaan terhadap Rasulullah saw bukan hanya sebagai perantara untuk mendapatkan kecintaan Allah swt, bahkan menjadi sarana untuk pengamnpunan dosa-dosa dan juga menjadi sarana untuk menghindarkan diri dari pada perbuatan dosa-dosa dimasa mendatang.

Ketika Hazrat Masih Mau’ud a.s hendak memulai pelaksanaan Jalsah Salanah beliau jauh sebelumnya mengumumkan bahwa untuk mencintai Allah swt dan Rasul-Nya secara murni, beliau bersabda ; Saya fikir hendaklah orang-orang datang berkumpul setiap tahun untuk tiga hari lamanya semata-mata karena Allah swt untuk mendengarkan penjelasan firman-firman-Nya dan untuk memanjatkan do’a bersama kehadirat-Nya. Beliau menegaskan agar saudara-saudara Ahmadi berusaha datang untuk mengahdiri jalsah ini.

Jadi perkara tersebut diatas harus menjadi penggugah bagi orang-orang yang menamakan diri mereka Ahmadi, yang Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah memanggil mereka dengan sebutan mukhlisin (orang-orang mukhlis) mereka harus berusaha untuk menghadiri Jalsah Salanah, sebab Jalsah Salanah ini sebuah sarana untuk meningkatkan keikhlasan hati kita. Sebab orang-orang yang datang menghadiri Jalsah itu tidak mempunyai maksud untuk meraih benda duniawi, melainkan untuk meraih kecintaan Allah swt dan Rasul-Nya saw. Maka maksud dan tujuan Jalsa ini harus selalu menjadi perhatian penuh setiap orang Ahamadi. Jika tidak maka Hazrat Masih Mau’ud a.s.-pun telah bersabda : “ Jika menghadiri Jalsah ini disebabkan kecintaan kepada Allah swt dan kepada Rasul-Nya saw sedangkan hak-hak Allah swt dan hak-hak hamba-hamba-Nya tidak dipenuhi maka kecintaannya itu tidak bisa dikatakan murni. Dan apabila kecintaannya itu tidak murni maka orang-orang semacam itu tidak bisa dimasukkan kedalam golongan orang-orang mukhlis.” Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Apa gunanya orang-orang

07

seperti itu bagi Jema’at ? Orang-orang yang tidak mau melaksanakan kewajiban mereka sepenuhnya dengan hati yang ikhlas dan tidak mau mengkhidmatkan dirinya untuk menta’ati sepenuhnya kepada ajaran Rasulullah saw dan untuk mengikuti sunnah-sunnah beliau saw. Bahkan tidak berusaha untuk melangkahkan kaki mereka diatas jalan yang lurus dan benar. Dan tidak mau menjauhkan diri dari perbuatan fasiq. Dan tidak mau meninggalkan kumpulan orang-orang yang suka menghina dan mencemoohkan orang lain. Dan tidak mau meninggalkan adat kebiasaan yang kotor dan buruk. Dan tidak mau berusaha untuk membiasakan menghormati hak-hak kemanusiaan, tidak berlaku adab dan sopan-santun serta tidak mau berlaku sabar dan berlaku lemah-lembut terhadap orang lain. Suka menghalau orang-orang miskin dan menghardik orang-orang yang lemah. Dan berjalan dipasar-pasar dengan sombong sambil membusungkan dada dan duduk diatas kursi dengan takabbur, dan menganggap dirinya orang besar.” Beliau bersabda lagi : “ Mubaraklah orang-orang yang menganggap diri mereka sendiri sangat hina dan rendah dari orang lain, dan berbicara dengan perasaan malu-malu. Mereka berlaku hormat kepada orang-orang lemah. Mereka tidak suka memperolok-olok orang lain dengan takabbur dan sombong. Dan mereka selalu ingat kepada Tuhan Yang Mahapengasih.” Bersabda lagi : “ Saya berulang kali telah berkata bahwa orang-orang demikianlah yang telah disediakan jalan keselamatan bagi mereka.”

Jadi itulah nasihat-nasihat Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang penting dan sangat berharga bagi kita semua. Dan nasihat-nasihat itulah yang jika diamalkan kita akan termasuk kedalam golongan orang-orang yang mukhlis, yang mencintai Allah swt dan mencintai Rasulul-Nya saw. Dan orang-orang seperti inilah yang dapat menyempurnakan maksud dan tujuan kehadiran mereka didalam Jalsah Salanah ini. Jika tidak, beliau telah bersabda dengan jelas dan tegas bahwa Jalsah ini bukanlah sebuah pesta keduniaan. Dan sekarang saudara-saudara telah berkumpul ditempat ini, dan sudah berkumpul untuk menghadiri Jalsah Seratus Tahun Khilafat Ahmadiyah, yang mempunyai kepentingan dan keistimewaan tersendiri. Yaitu Jalsa untuk mengingatkan kita terhadap ni’mat-ni’mat Allah swt yang telah turun kepada kita melalui Jema’at-Nya ini. Dan rasa syukur baru akan dapat terpenuhi apabila kita berusaha membersihkan jiwa dan ruhani kita. Dan apabila kita menaruh perhatian penuh untuk mengikuti uswah atau teladan suci Rasulullah

12

kita semua bagaimana caranya untuk berlaku lemah lembut dan merendahkan diri, supaya hati kita bersih dari setiap niyat yang buruk dan rencana-rencana yang bkotor. Supaya kita terhindar dari sebarang rasa takabbur, terhindar dari sifat angkuh. Jika kalian menjadi orang-orang yang merendahkan diri dihadapan manusia tentu do’a-do’a kalian akan maqbul disisi Tuhan. Dan salat-salatnya juga akan menjadi salat yang murni. Orang-orang yang telah mengumumkan dirinya telah mengucap laa ilaaha illallah, sekali-kali tidak akan bertumpu kepada dunia dalam urusan pribadinya. Dia tidak akan menjadi perampas hak orang lain, ianya tidak akan menjadi orang yang bercakap dengan sombong dan takabbur kepada orang lain. Hazrat Masih mau’ud a.s. bersabda, orang-orang yang beribadah kepada Allah swt dengan sungguh-sungguh mereka itulah yang bisa menunaikan hak-hak sesama manusia. Dan dianya seorang yang patuh mengikuti uswah hasanah Rasulullah saw.

Sekarang saya ingin mengemukakan contoh tentang beberapa suri teladan Hazrat rasulullah saw. Tentang ibadah beliau telah saya jelaskan kepada saudara-saudara. Beliau saw bertemu dengan seorang perempuan tua yang telah ‘uzur ditengah perjalanan. Perempuan itu mengeluh dihadapan Rasulullah saw. Dan beliaupun mendengarkan keluhan-keluhannya dengan penuh perhatian dan tekun sekali. Akhirnya beliau saw bersabda kepadanya : Wahai ibu ! Jangan susah hati aku akan berjalan menghantarkan engkau ketempat tujuan. Beliau saw sangat lemah lembut dan merendahkan diri kepadanya. Walaupun Allah swt telah berfirman tentang beliau ; Allah dan para Malaikat-Nya mengirimkan selawat dan salam kepada beliau , sekalipun Allah swt berfirman, apabila orang-orang bai’at ditangan engkau, Tangan-Ku diatas tangan mereka , sesungguhnya tangan Akulah yang berada diatas tangan mereka. Artinya beliau s.a.w. adalah orang yang sangat terhormat dan sangat mulia disisi Allah swt, namun demikian beliau sangat merendahkan diri dihadapan sesama manusia sehingga ketika beliau menasihati para sahabahpun beliau saw bersabda : “ Jika tidak ada karunia Allah swt maka amal saleh seseorang tidak akan bisa membawanya masuk kedalam surga.” Dan ketika para sahabah bertanya kepada beliau : Ya Rasulallah apakah engkau juga tidak akan masuk surga karena amal saleh engkau ?? Maka beliau saw jawab : Ya !! Jika tidak ada karunia Allah swt turun kepada-ku maka akupun tidak akan masuk kedalam surga. Jadi itulah suri teladan yang sangat baik sekali bagaimana Hazrat Rasulullah saw

11

atau makhluk lain selain Allah swt berarti telah memutusakn hubungan Allah swt. Salat dan tauhid adalah serupa, sebab salat adalah pernyataan tauhid secara amaliah. Salat tidak mengandung sebarang hakikat apa-apa jika didalam waktu menunaikannya tidak timbul rasa khusyu dan tawadhu.” Bersabda lagi : Dengarlah !! Do’a yang dipanjatkan untuk memenuhi perintah ini ; ud’uni astajiblakum (mohonlah do’a kepada-Ku tentu akan Ku kabulkan) adalah untuk tujuan murni inilah do’a-do’a itu dipanjatkan. Jika didalam khusyu dan tadharu itu tidak terdapat ruh sejati seperti itu maka do’a itu tidak ada bedanya seperti suara benda ting-ting yang tidak mengandung arti. Beliau bersabda lagi : “ Seseorang tidak bisa dikatakan hamba Allah yang sejati apabila ianya tidak menghapuskan niyat-niyatnya yang buruk, menghapuskan rencana-rencananya yang kotor dan jahat dan tidak menjauhkan diri dari keangkuhan dan kesombongan dan tidak berusaha merendahkan diri dihadapan orang lain. Ibadah salat adalah sarana yang paling baik dan afdhal untuk membuat seseorang menunaikann ibadah secara sempurna.” Beliau bersabda lagi : Saya beritahu kalian bahwa jika kalian ingin mengikat hubungan yang murni dengan Allah swt dan ingin menegakkan ibadah yang sejati kepada-Nya maka patuhilah menunaikan salat dengan sebaik-baiknya. Jika kalian tidak menunaikannya dengan patuh dan tekun, bahwa bukan hanya badan kalian dan bukan hanya salat kalian, melainkan semua niyat ruh dan perasaan keseluruhannya patuh dan menunaikan salat, bukan menunaikan salat hanya secara zahiriyah saja, melainkan menunaikan salat secra keseluruhan dengan khusyu dan tawadhu.”

Demikianlah keadaan intisari salat yang Hzrat Masih Mau’ud a.s. ingin tegakkan dikalangan para pengikut beliau. Bahwa menunaikan salat dan menda’wakan diri pemegang tauhid, dan mengumumkan diri mengucap laa ilaaha illaallah tanpa tujuan yang sejati tentu tidak akan mendapat sebarang berkat dari Allah swt. Selama hati kita tidak bersih dari setiap jenis syirik khafi yaitu syirik yang tersembunyi didalam hati, dan selama tidak menunjukkan lemah lembut dan merendahkan diri dihadapan orang lain. Dan jika hal itu semua terdapat pada diri kita maka do’a-do’a kita akan menjadi maqbul disisi Tuhan. Sebab inilah perkara asas yang hendak ditegakkan oleh Allah swt. Dan untuk menegakkannya Hazrat Rasulullah saw telah menunjukkannya sebagai contoh dihadapan kita. Sesudah itu Hzarta Masih Mau’ud a.s. telah menjelaskannya kepada

08

saw demi meraih keridaan-Nya, sebab hal itu juga bagian dari perintah Allah swt kepada mereka yang berusaha menjadi hamba-hamba Allah swt yang sejati. Hazrat Rasulullah saw telah menegakkan suri teladan yang sangat baik bagi kita disetiap segi kehidupan beliau. Beliau menasihatkan, jika kita amalkan semua nasihat ini maka didalam hati kita akan tertanam kecintaan terhadap Allah swt.

Semua hukum-hukum Al Qur’an adalah merupakan contoh hasanah Hazrat Rasulullah saw. Seorang sahabah bertanya kepada Hazrat Aisyah r.a. tentang akhlaq hasanah Hazrat Rasulullah saw, maka beliau jawab : “ Jika anda ingin tahu akhlaq hasanah Rasulullah saw bacalah Al Qur’an, disitu ada semuanya. Semua perintah yang terdapat didalam Al Qur’an beliaulah yang pertama kali menerapkannya diatas diri beliau, kemudian beliau memberi nasihat dengan itu kepada kita semua.” Hazrat Rasulullah saw bersabda, inilah amalan-amalan yang harus kalian kerjakan. Jika kalian lakukan maka kalian akan menjadi orang-orang yang dicintai oleh Allah swt, dan pengakuan kalian tentang kecintaan terhadap-ku akan terbukti kebenarannya. Seperti telah dikatakan sebelumnya bahwa pengumuman ini adalah dari Allah swt yaitu, jika kalian mencintai Allah swt maka kalian harus menta’ati dan mengamalkan setiap perintah dan hukum yang diberikan oleh Hazrat Rasulullah saw. Bahkan Allah swt berfirman, jika kalian ingin supaya do’a kalian terkabul maka datanglah kalian kepada-Ku sambil mengirimkan selawat kepada Muhammad saw. Akan tetapi membaca selawat itu demikian murninya sehingga hati kalian merasa betul-betul tenggelam dalam kecintaannya. Allah swt berfirman didalam Al Qur’an :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

Hazrat Masih Mau’ud a.s. mengartikan ayat ini demikian : Allah dan semua Malaikat-malaikat-Nya mengirim selawat kepada Nabi Karim ini. Hai orang-orang beriman, kamu juga kirimlah selawat kepadanya dan sampaikanlah salam kepadanya dengan hati penuh dengan rasa cinta kepadanya. Jadi inilah selawat dan salam yang bisa membawa manusia dekat kepada Tuhan. Dan dengan ini orang mu’min bisa melihat pemandangan terkabulnya do’a-do’anya.

09

Jadi pada hari-hari Jalsah ini dimana kita banyak sekali menaruh perhatian kepada ibadah salat dan memanjatkan do’a-do’a sebanyak-banyaknya kepada Allah swt, disana kita harus banyak-banyak mengirimkan selawat dan salam kepada Hazrat Rasulullah saw juga. Supaya Allah swt mengabulkan do’a-do’a kita dan merobah keadaan kita menjadi lebih baik. Dan semoga Dia menjadikan kita hamba-hamaba-Nya yang sejati dan semoga Allah swt memberi taufik kepada kita untuk membaca zikir sebanyak-banyakanya kepada-Nya dan semoga kita menjadi orang-orang yang sentiasa mengikuti langkah dan amal-amal saleh Hazrat Rasulullah saw. Dan semoga kita menjadi orang-orang yang memberi hak-hak istimewa kepada anak-anak kita semua. Semoga kita diselamatkan oleh Allah swt dari keburukan-keburukan manusia pada zaman ini yang dijelaskan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s dengan perasaan hati yang sangat berat. Hazrat Rasulullah saw sebagai Abid Kamil (Hamba Yang sempurna) Allah swt beliau telah menegakkan contoh ibadah-ibadah yang sangat kuat dan indah, tidak ada yang dapat menandingi beliau. Kadang-kadang beliau sibuk beribadah kepada Allah swt didalam situasi yang sangat sunyi-senyap tidak ada sebarang berita yang sampai kesana. Pada suatu waktu dimalam hari isteri beliau kehilangan wujud beliau sehingga isteri beliau merasa ragu jangan-jangan beliau telah pergi kerumah isteri beliau yang lain. Namun setelah dicari kesana-kemari isteri beliau menampak beliau disatu tempat sedang asyik bersujud dihadapan Rab-nya. Dan pada waktu itu beliau sedang menangis sambil merintih sehingga tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Pada waktu itu beliau sedang berdo’a dihadapan Allah swt sambil merintih seperti suara sebuah kuwali yang sedang mendidih. Hamba Allah yang kamil itu beribadah kepada Allah swt sambil menangis dan merintih dihadapan-Nya, sehingga tidak dapat dilukiskan dengan contoh apapun.

Sekalipun dalam keadaan sakit teruk (keras) beliau tidak pernah meninggalkan sembahyang berjema’ah. Pada Akhir kehidupan beliau ketika sedang mengalami sakit sangat teruk dan dalam keadaan badan yang sangat lemah sekalipun beliau tetap datang kemesjid untuk sembahyang berjema’ah bersama para sahabah beliau. Dan beliau tersenyum girang melihat sahabah-sahabah beliau ikut bersama beliau sembahyang berjemaah, bahwa itulah maksud dan tujuan diciptakannya manusia kedunia, karenanya para sahabah itu sedang menyempurnakan martabah mukhlisin dan ibadur Rahman (Hamba-

10

hamba Allah yang Rahman). Beliau bersabda, hati-ku merasa tenteram diwaktu aku menunaikan salat.

Itulah suri teladan yang beliau tunjukkan dihadapan kita berkenaan dengan ibadah salat. Beliau telah menegakkan teladan menunaikan salat-salat nawafil. Telah menunjukkan teladan bagaimana ibadah kepada Allah swt. Martabah seperti ini tentunya tidak dapat dicapai oleh setiap orang, yang telah beliau capai sendiri. Hanya seorang insan kamil yang dapat mencapai martabah seperti itu. Itulah sebabnya Allah swt dan para Malaikat-Nya selalu mengirimkan selawat dan salam kepada beliau.

Oleh kerana itu Allah swt mengingatkan kita dengan firman-Nya :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

Artinya : Sesungguhnya kamu dapati suri teladan yang sebaik-baiknya dalam pribadi Rasulullah, bagi orang-orang yang mengharapkan bertemu dengan Allah dan Hari Qiamat dan yang banyak-banyak mengingat Allah. (Surah Al Ahzab : 22)

Maka bagi orang-orang yang mengingat Allah sangat perlu untuk mengikuti suri teladan itu. Yang menamakan dirinya sebagai ibadur Rahman sangat perlu baginya ntuk mengikuti suri teladan Hazrat Rasulullah saw. Yaitu yang telah menggabungkan diri dengan Jema’at Imam Zaman ini dan dengan penuh ikhlas mengumumkan sebagai orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Untuk orang seperti itu sangat perlu untuk mengikuti jejak langkah Rasulullah saw.

Jadi setiap orang Ahmadi harus meningkatkan mutu ibadahnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Supaya terbukti kebenaran da’wanya sebagai orang yang mencintai Allah swt dan Rasul-Nya s.a.w. Maka selama berada didalam naungan program Jalsah Salanah ini setiap orang yang hadir harus meningkatkan perhatiannya terhadap ibadah kepada Allah swt. Pada hari-hari Jalsah ini setiap orang yang hadir harus memperhatikan dengan sesungguhnya kepada perkara-perkara tersebut diatas. Tujuan kita adalah untuk meraih keridaan dan kecintaan Allah swt dan kita harus berusaha sepenuhnya untuk meningkatkan kecintaan kepada Allah swt dan Rasul-Nya saw.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “ Ingatlah baik-baik !! Dan ingatlah selalu bahwa menundukkan kepala dihadapan benda lain

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

نَحْمَدُهُ وَنُصَلِى عَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى عَبْدِهِ الْمَسِيْحِ الْمَوْعُوْدِ

KHUTBAH JUM’AH

22 AUGUST 2008

TENTANG :

JALSAH GERMANY

TAHUN 2008

OLEH

HADRAT MIRZA MASROOR AHMAD SAHEB

AMIRUL MOMINEEN KHALIFATUL MASIH V atba

DARI MANNEHEIM GERMANY

AHMADIYYA MUSLIM MISSION

118 Onan Road (Masjid Taha) Tel 63448241 Fax 63447363

Singapore 424530

KHUTBAH JUM’AH HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba. Tanggal 11 July 2008 dari Baitul Futuh London, U.K. TENTANG : LAWATAN KE AMERIKA DAN CANADA

•September 29, 2008 • Leave a Comment

01

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّى ْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى عَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ

KHUTBAH JUM’AH

HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.

Tanggal 11 July 2008 dari Baitul Futuh London, U.K.

TENTANG : LAWATAN KE AMERIKA DAN CANADA

Sebagaimana saudara-saudara maklum bahwa beberapa hari yang lalu saya telah mengunjungi Amerika dan Canada untuk menghadiri Jalsah Salanah mereka disana. Selain menghadiri Jalsa disana saya mendapat taufiq untuk menyampaikan keindahan ajaran-ajaran Islam kepada orang-orang disana. Dan mereka yang mendengar penerangan-penerangan ini telah memberi tanggapan yang sangat baik dan positif terutama mereka yang telah lama mengenal Jema’at. Keraguan dan kesalah-pahaman mereka tentang Islam yang selama ini terpendam didalam pikiran mereka telah dijauhkan. Dengan karunia Allah swt lawatan ini dari segala seginya mendapat banyak berkat dari Allah swt. Semoga berkat-berkat ini mendatangkan hasil yang baik bagi orang-orang Jema’at sendiri maupun bagi orang-orang non Ahmadi untuk masa sekarang maupun untuk masa yang jauh kehadapan.

Semua kesan-kesan ataupun keberhasilan dari lawatan ini baik yang kami saksikan sendiri maupun yang kami dengar dari orang-orang Ahmadiyah ataupun dari orang-orang luar Ahmadiyah, bukan hanya disebabkan istimewanya semua persiapan-persiapan dan program-program yang telah dilakukan oleh Jema’at atau bukan karena adanya kontak yang sangat erat dengan para pegawai pemerintah yang dilakukan oleh Jema’at disana, tidak bisa pula saya mengatakan disebabkan penjelasan saya tentang topic-topik pembicaraan yang menarik perhatian hadirin, sehingga keraguan yang mendominasi pikiran mereka

02

mengenai Islam telah dijauhkan, sesuai dengan pengakuan mereka sendiri. Namun sesungguhnya ayat-ayat suci Al Qur’an, hadis-hadis dan sabda-sabda Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s yang mengandungi ilmu pengetahuan yang sangat dalam itulah yang telah membuat lawatan ini berhasil dan telah menanamkan keberkesanan didalam hati mereka. Akan tetapi jika didalam hal itu tidak ada izin dan kehendak Allah swt, maka sesuai dengan firman-Nya bahwa ayat-ayat Al Qur’an itu juga tidak bisa membawa kesan-kesan yang baik melainkan sebaliknya. Terutama bagi orang-orang yang mempunyai rasa kebencian dan permusuhan terhadap Islam.

Jadi, membuka hati manusia dan menanamkan pengertian dan kesan yang baik didalam hati seseorang adalah pekerjaan Allah s.w.t. Bila saja dikehendaki Dia berkuasa untuk menanamkan kesan-kesan yang baik itu didalam hati manusia. Jadi, pada zaman ini Allah sw.t. menghendaki agar tabligh Islam dapat disampaikan keseluruh dunia melalui Hazrat Imam Mahdi, Masih Ma’ud a.s. Dan Dia menghendaki agar orang-orang yang berfitrat baik mengabulkan amanat Islam ini. Dan secara lambat-laun mereka mampu menyerap dan menerima kebaikan dari ajarannya. Atau sekurang-kurangnya amanat ajaran Islam sejati bisa sampai kepada mereka dan jika daiantara mereka terdapat orang-orang yang berhati baik, sekurang-kurangnya mereka akan berhenti memusuhi Agama Islam. Sebab Allah s.w.t telah mengutus Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. dizaman ini untuk memperlihatkan wajah Islam yang sejati dan indah kepada manusia. Dan hanya Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. sendirilah dizaman ini yang mampu memperlihatkan wajah Islam yang sejati kepada manusia. Sebab beliau telah dilantik (dipilih) oleh Alklah s.w.t. untuk itu. Supaya keindahan wajah Islam sejati zahir didunia ini melalui Asyiq Shadiq Hazrat Rasulullah s.a.w. yaitu Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. Beliau telah menerima ilham bahwa Allah s.w.t. selalu bersama beliau untuk menolong. Jadi apabila ada pertolongan dari langit, tentu usaha-usaha beliau

03

akan mendatangkan hasil yang sangat baik. Pada zaman sekarang ini jika ada hasil atau perolehan kesan-kesan baik didalam ajaran Islam, dan mereka merasakan seolah-olah ajaran Islam ini baru mereka terima, maka hal itu menunjukkan sempurnanya janji-janji Allah swt kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. disertai dengan pertolongan dari pada-Nya, dan Dia sedang membuka hati dan pikiran manusia.

Jadi, pendapat-pendapat telah kami dengar dan pemandangan-pemandangan telahpun kami lihat selama lawatan kenegeri itu bahwa nama Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah disebut-sebut dengan sangat hormat sekali, kesan-kesan baik tentang Jema’at beliau sedang ramai diperbincangkan, tanggapan-tanggapan sangat baik terhadap ajaran Islam tanpa sebarang komentar kemudian disampaikan lagi kepada orang-orang lain dengan mengutip kata-kata itu sendiri, hal itu semuanya telah terjadi semata-mata karena adanya dukungan dari Allah swt secara khas. Pada hal bangsa-bangsa Barat ini mempunyai cara pemikiran yang sangat bebas dan memiliki karakter tinggi hati. Mereka suka memperlambat masalah dan dalam hal ini mereka tidak mau berlaku adil. Namun apabila amanat Hazrat Masih Mau’ud a.s. sudah diperdengarkan, mereka sangat kagum dan menjunjung tinggi nama beliau, hal itu semata-mata karena dukungan Allah swt, tanpa adanya usaha keras dari pihak kita. Mereka berlaku sangat hormat kepada para Khalifah beliau juga. Setiap orang memuji kebaikan Jema’at beliau tidak ada yang menaruh kebencian. Hal ini juga sebagai tanda dukungan dari Allah s.w.t. Saya sendiri menyaksikan keadaan demikian selama saya mengadakan lawatan kenegeri itu, yaitu Amerika dan Canada, bahkan orang-orang Ahmadi yang tinggal dinegeri itu juga sama-sama menyaksikan keadaan seperti itu. Sebab setiap orang Ahmadi, terutama mereka yang giat mengambil bagian didalam persiapan-persiapan untuk diadakannya perayaan Seabad Khilafat Ahmadiyah dan mereka telah mengundang kerabat atau rekan-rekan mereka untuk menghadiri perayaan itu,

04

mereka telah menyaksikan banyak sekali para tetamu datang menghadiri undangan jamuan itu, para tetamu mendengarkan berbagai macam penjelasan dan mereka telah menerima amanat itu diluar dugaan mereka sebelumnya. Surat-surat kabar dan media lainnya-pun telah meliput keadaan ini dengan sangat cermat dan menyebar luaskan kembali amanat Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan ajaran Islam sejati yang telah mereka dengar itu kepada masyarakat luas. Allah swt telah berjanji melalui sebuah ilham kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. firman-Nya : Aku akan membuat nama engkau masyhur dan sangat dihormati. Dan janji Allah s.w.t. kepada beliau : Aku akan sampaikan tabligh engkau keseluruh pelosok dunia. Sudah kita saksikan sempurnanya janji Allah s.w.t. ini diberbagai negara dan di semua benua diatas dunia ini.

Bersamaan dengan sempurnanya seratus tahun Khilafat Ahmadiyah pada tahun ini da’wa Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan perkenalan beliau kepada dunia telah terbuka kesempatan yang sangat luas. Dan sesungguhnya Tuhanlah yang sedang mengembangkan tabligh Jema’at beliau ini keseluruh dunia. Sebagaimana telah saya katakan bahwa walaupun kita telah berusaha keras untuk menyampaikan amanat beliau itu, kita tidak bisa memadai dengan pertolongan Allah swt yang telah membuka jalan untuk menyebarkannya secara serempak keseluruh pelosok dunia. Terutama dinegara-negara barat ini dimana Islam dipandang oleh masyarakat dengan penuh rasa kebencian dan kritikan yang menyesatkan.

Kesempurnaan janji Allah s.w.t. tersebut telah kita saksikan sendiri di Amerika dan tentu orang-orang yang mempunyai pikiran yang bijak dan memperhatikan dengan cermat akan dapat merasakan bahwa dengan diadakannya Jalsah Salanah di Pensilvania sambil merayakan Seratus Tahun Khilafat Ahmadiyah disana, Jema’at Ahmadiyah menjadi terkenal bahkan Allah swt sendiri telah membuka jalan yang sangat lebar untuk meningkatkan perkenalan Ahmadiyah kepada masyarakat diseluruh dunia.

05

Untuk menyambut peristiwa Seabad Khilafat Ahmadiyah para pegawai tinggi dibagian negara itu ingin mengeluarkan sebuah resolusi penyambutan dan ucapan selamat dan mubarak. Akan tetapi tiba-tiba timbul reaksi dari salah seorang anggauta parlemen yang menentang dikeluarkannya resolusi itu. Ada seorang anggauta parlemen Kristiani yang fanatic dan memang di Amerika terdapat mayoritas Kristiani dan sangat keras didalam kefanatikan mereka dibandingkan dengan Kristiani dinegeri ini (Inggeris). Pendeknya terjadilah perdebatan seru diantara para anggauta perlement itu agar jangan dikeluarkan sebuah resolusi menyambut Seabad Khilafat Ahmadiyah. Bagaimanapun dari pehak Jema’at Ahmadiyah sama sekali tidak ada usaha sedikitpun agar pemerintahan setempat mengeluarkan sebuah resolusi pada kesempatan perayaan Seabad Khilafat Ahmadiyah ini. Ada beberapa orang anggauta parlemen yang mempunyai gagasan untuk itu dan telah dikemukakannya kepada sidang Parlemen disana.

Sudah saya katakan bahwa pada waktu itu ada seorang member parlemen yang menentang dan mengemukakan alasan, katanya : Orang-orang (Ahmadiyah ini) tidak percaya kepada ketuhanan Al Masih, apa perlunya kita memberi ucapan selamat kepada mereka ?? Sesungguhnya keluarnya perkataan seperti itu juga merupakan taqdir dari Allah swt. Sebab jika resolusi itu dikeluarkan secara diam-diam atau tidak diketahui oleh sidang Parlemen, atau kita menerima secarik kertas seperti itu dan surat kabar juga tentu mempublikasinya, tentu kita akan menyatakan rasa terima-kasih bahwa mereka telah berbuat suatu kebaikan untuk kita dan mengucapkan terimakasih adalah kewajiban kita dan merupakan perintah Agama Islam. Akan tetapi, sebagaimana telah saya katakan bahwa perlawanan juga merupakan taqdir dari Allah s.w.t. Sebab perdebatan diantara pihak pro dan kontra tentang resolusi itu di sidang parlemen telah disebar luaskan oleh surat-surat khabar dan media lainnya. Pada zaman sekarang berita apapun masuk juga melalui Internet sehingga di Internet-pun mulailah ramai memperbincangkan

06

tentang itu. Allah swt telah membangkitkan salah seorang dari mereka untuk menentang orang ramai berkenaan dengan masalah itu. Sebuah perbahasan mulai bangkit. Dari satu pihak mengatakan negara kita ini sekuler, dari pihak kedua mengatakan lain lagi, orang-orang Yahudi juga telah mengungkit maslah ini dan mengatakan, kami juga tidak percaya Isa Al Masih sebagai tuhan. Bahkan orang-orang ini sangat keras menentang mereka (orang Kristian) itu. Kita tidak tahu apa yang mereka katakan tentang Nabi Isa a.s. Pada masa sekarang ini memang mereka tidak berbicara masalah politik namun didalam hati mereka sudah terpendam untuk menentang. Bahwa kita orang-orang Ahmadi menganggap Nabi Isa a.s. patut dihormati. Namun bagaimanapun orang-orang Yahudi menentang hal itu, maksudnya mereka tinggal di negeri Amerika, satu negara yang mempunyai kebebasan beragama sedangkan orang-orang Kristian yang menentang resolusi ini hendak merampas hak-hak asasi mereka. Mungkin mereka itu merasa ragu dan menganggap orang-orang Yahudi ini telah mendukung Ahmadiyah, dan para Mullahpun mulai gaduh dan berkata : Tengoklah dahulu kami telah mengatakan bahwa orang-orang Qadiani sama dengan orang-orang Yahudi. Akan tetapi orang-orang Yahudi akan melupakan perkara tuduhan demikian. Mereka berpikir, jika ada yang menentang kami sebabnya tidak lain karena kami tidak percaya kepada seorang manusia lemah disembah sebagai tuhan.

Bagaimanapun juga hal itu adalah pekerjaan para penentang, dan sememangnya pekerjaan para Mullah (yang menamakan diri mereka Ulamak) selalu mentang. Jadi perkara yang dibangkitkan oleh segelintir anggauta parlemen untuk menentang Ahmadiyah itu, sesungguhnya banyak orang-orang Kristian dan penganut agama-agama lainpun bahkan setiap kelompok masyarakat telah mendukung Ahmadiyah untuk dikeluarkannya sebuah resolusi itu. Telah saya katakan bahwa masalah ini sudah ramai dibahas didalam website juga dan mereka mendukung Ahmadiyah. Tengoklah, disebabkan oleh

07

hanya seorang penentang saja, dampaknya nama Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. dan Jema’at beliau telah semakin dikenal oleh masyarakat ramai. Dan oleh sebab itu pula dampak dari perayaan Jalsah Jubilee Khilafat Ahmadiyah membawa nama Jema’at Ahmadiyah lebih masyhur dan lebih dikenal lagi melalui media surat-surat khabar maupun website disana. Dan setelah beberapa hari kemudian keluarlah juga resolusi tentang Seabad Khilafat Ahmadiyah itu. Akan tetapi perkenalan dan kemasyhuran Jema’at yang sangat luas disebabkan oleh terjadinya perdebatan dan pertentangan ini tidak akan terjadi jika resolusi telah dikeluarkan secara diam-diam oleh parlemen. Demikianlah caranya Allah s.w.t. telah menjunjung tinggi nama Jema’at Ahmadiyah dihadapan masyarakat dunia. Tujuan usaha para penentang selalunya untuk menjatuhkan nama baik Jema’at Ahmadiyah, namun sebaliknya hal itu telah menjadi sarana untuk menjunjung tinggi kemasyhuran nama Jema’at Ahmadiyah lebih luas lagi.

Sekarang perlawanan terhadap Jema’at Ahmadiyah di Pakistan, Indonesia, Bangladesy, dan dibeberapa daerah mayotitas penduduk muslim di Hindustan khasnya didaerah Hyderabad dan Dakkan sedang berjalan dengan keras. Sesungguhnya berkat adanya perlawanan itu dinegara-negara itu sendiri dan juga diserata dunia nama Jema’at Ahmadiyah telah semakin bertambah terkenal. Sebelumnya Ahmadiyah tidak begitu dikenal di Hindustan oleh kalangan masyarakat Hindu, maupun oleh kebanyakan para pegawai tinggi pemerintah disana. Namun dengan bangkitnya perlawanan disana, Jema’at Ahmadiyah telah semakin dikenal. Hal itu telah menjadi taqdir Allah s.w.t bahwa para penentang atau musuh Jema’at Ahmadiyah, senjata apapun yang mereka pergunakan untuk menentang Ahmadiyah, maka Allah swt telah menjadikan semua sarana mereka itu untuk semakin bertambahnya kemasyhuran amanat Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Masih Mau’ud a.s. dan juga menjadi sarana untuk meningkatkan kehormatan nama beliau diseluruh dunia. Sekalipun untuk itu

08

kadangkala para anggauta Ahmadiyah-pun harus mengurbankan perasaan, harta atau jiwa raga mereka, bahkan nyawa mereka sekalipun harus dikorbankan. Akan tetapi pengurbanan itu tidak akan pernah sia-sia. Bahkan pengurbanan mereka seperti itu menjadi sarana untuk turunnya berbagai macam karunia dan ni’mat-ni’mat dari Allah s.w.t. bagi keluarga mereka. Dan bagi Jema’at Ahmadiyah juga berkat pengurbanan jiwa raga mereka itu nama Jema’at Ahmadiyah menjadi lebih masyhur diberbagai tempat didunia. Dan dengan bantuan melalui berbagai macam media perkenalan Jema’at Ahmadiyah semakin tersebar luas.

Para perwakilan dari berbagai media telah datang ikut menghadiri Jalsah Salanah di Amerika Serikat dan meliput semua kegiatan Jema’at kemudian disebar luaskan oleh mereka didalam media cetak maupun media lainnya milik mereka. Beberapa perwakilan dari berbagai media telah datang langsung berjumpa dengan saya dan mengajukan berbagai macam so’alan. Kemudian hasilnya mereka publikasikan didalam media mereka. Kita berani mengatakan bahwa sarana apapun macamnya Allah swt telah menjadikan semua sarana ini untuk perkenalan Jema’at Ahmadiyah dan apapun yang telah dikatakan kepada mereka telah disiarkan didalam media mereka tanpa ragu-ragu. Padahal banyak perkara yang dikemukakan itu bertentangan dengan pendirian agama mereka sendiri.

Wartawan sebuah surat khabar di Pensilvania bernama Lancaster Intelligence Journal telah meng-interview saya kemudian hasilnya disebarkan melalui surat khabar mereka. Wawancara dilakukan pada tanggal 19 Juni dan hasilnya disiarkan pada hari berikutnya tanggal 20 Juni 2008 disertai dengan gambar-gambar juga. Didalamnya telah ditulis : Khalifah Islam hari Sabtu pada penutupan Jalsah telah menyampaikan amanat untuk penduduk Eropah khasnya untuk penduduk Pensilvania. Disetiap tempat di Amerika surat-surat khabar menuliskan perkataan Khalifah Islam berulang kali, sehingga mungkin bagi orang-orang Islam umum, terutama para Mullah yang sangat menentang Jema’at, merasa tidak senang

09

bahkan tersinggung dengan menyebut-nyebut Khalifah Islam berulang kali.

Dimuat didalam berita bahwa : Mirza Masroor telah mengatakan didalam amanatnya, jika kalian ingin mengenal Tuhan maka kalian harus mencintai sesama makhluk Tuhan. Amanat ini bukan hanya untuk orang-orang Amerika saja melainkan untuk umat manusia diseluruh dunia yang telah dibawa oleh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Masih Mau’ud. Didalam media itu telah dimuat ikhtisar dari amanat itu begini: Kenalilah Tuhan kalian dan cintailah sesama makhluq Allah dan penuhilah hak-hak sesama manusia. Kemudian dikatakan didalam media itu : Jika setiap orang berpegang kepada amanat ini dan diamalkan dengan baik sebagaimana mestinya, tentu diatas dunia ini tidak akan ada sebarang permusuhan lagi. Hati manusia akan bersih dari permusuhan dan dendam kesumat. Dan itulah satu-satunya cara untuk menegakkan kedamaian diatas dunia ini. Dunia tidak memerlukan bom atoom, benda-benda apapun yang telah dianugerahkan Allah swt berupa sumber-sumber kekayaan alam hendaklah dipergunakan untuk manfa’at atau faedah umat manusia.

Dikatakan lagi : Maksud dan tujuan Khalifah datang ke Amerika untuk bertemu dengan masyarakat dan juga untuk bertemu dengan siapapun yang ingin bertemu dengannya. Ahmad berkata bahwa amanat ini bukan hanya untuk umat Islam saja supaya mereka bersatu bahkan katanya untuk pemeluk semua agama agar mereka mau bekerja-sama. Dan orang-orang yang masih sedang menunggu kedatangan Isa Al Masih, sesungguhnya Isa Al masih itu sudah datang, orang-orang Amerika secara khas sedang menunggu kedatangan Isa Al Masih itu.

Sudah saya katakan bahwa sebagian besar penduduk Amerika mempunyai perhatian dan minat terhadap agama, dan mereka sedang menunggu kedatangan Hzrat Isa a.s. Dengan adanya tulisan didalam surat khabar bahwa: Isa Almasih yang ditunggu-tunggu sudah datang. Sekurang-kurangnya manusia

10

disana akan menaruh perhatian terhadap topic itu. Dan apa yang telah terjadi disana, sesungguhnya semua itu telah dipersiapkan oleh Allah s.w.t. Dan insya Allah untuk menyebar-luaskan amanat Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. ini Allah s.w.t. akan mempersiapkan sarana lain lagi, bahkan akan terus-menerus mempersiapkan lagi sarana-sarananya itu. Banyak surat-surat khabar lainnya juga disana telah menyebar-luaskan berita-berita tentang Jalsah Salanah dan tentang jalannya lawatan Khalifah Ahmadiyah di Amerika. Disana ada 22 (dua puluh dua) macam surat khabar, 3 buah TV setation, dua buah Radio station dan 15 buah website yang telah meliput dengan sangat baik sekali semua peristiwa Jalsah Salanah dan peristiwa-peristiwa lainnya selama lawatan disana. Telah saya katakan bahwa semua kejadian ini Tuhanlah Yang telah mengatur dan mempersiapkannya, sebab Jema’at Ahmadiyah tidak mungkin mampu mempersiapkan semua sarana yang sangat lengkap seperti itu. Setiap orang telah menyaksikan semua peristiwa-peristiwa itu. Dan setiap orang yang berhati baik tentu merasa bahwa Allah s.w.t. sedang menolong dan mendukung Jema’at Ahmadiyah ini.

Sebuah reception juga telah diadakan di sebuah Hotel di Amerika. Orang-orang sangat terpelajar dan berkedudukan tinggi banyak yang hadir pada waktu itu. Disana saya telah membahas hakikat jihad yang sesungguhnya berpandu kepada intisari ayat-ayat suci Al Qur’an, hadis-hadis dan uswah hasanah Hazrat Rasulullah s.a.w. serta kuitpan ajaran-ajaran Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. Dan saya juga telah menyampaikan amanat Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. yaitu : “ Isa Al Masih yang sudah lama ditunggu-tunggu kedatangannya itu tidak lain sayalah orangnya”.

Dan telah saya perjelas lagi bahwa Al Masih Isa Ibnu Maryam yang sudah lama ditunggu-tunggu kedatangannya itu sudah datang dalam wujud Hazrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani a.s. Dan saya katakan juga bahwa Amerika sebuah negara yang sangat kuat. Dengan kapasitas itu hendaklah diusahakan untuk

11

menjalankan keadilan supaya keamanan dapat ditegakkan diseluruh dunia. Dan jika keadilan sudah ditegakkan maka hak-hak kebenaran dapat dilakukan.

Dengan karunia Allah swt semua hadirin sangat terkesan oleh keterangan-keterangan yang telah diberikan itu. Bermacam tingkatan manusia telah datang kepada saya dan menyatakan : Pada hari ini kami telah mengetahui dan memahami masalah-masalah baru yang telah tuan sampaikan kepada kami. Padahal sesungguhnya tidak ada masalah baru. Hanyalah ruh atau intisari ajaran Al Qur’an dan uswah hasanah sejati Hazrat Rasulullah s.a.w. yang telah diperlihatkan oleh Hazrat Imam Mmahdi, Masih Mau’ud a.s. kepada kita, telah disampaikan lagi kepada mereka itu. Disebabkan perlakuan salah yang telah dibuat oleh para Mullah (orang-orang yang menyebut diri Ulamak) nama Islam dan wajah Hazrat Rasulullah saw telah tercoreng dipandangan orang-orang non Islam itu.

Jalsah Salanah Jema’at Amerika dengan karunia Allah swt sangat berhasil sekali. Semua petugas seksi Jalsah Salanah telah bekerja sama sesuai dengan cara-cara yang dilakukan oleh Jema’at, namun pada tahun ini mereka telah menyewa sebuah tempat yang sangat luas dengan bangunan gedung yang cukup besar, dimana ada market (pasar), dan terdapat berbagai macam kegiatan didalamnya, terdapat dewan-dewan (ruangan) yang besar-besar sekali, sehingga terdapat banyak kemudahan dan keselesaan. Ada tempat memasak makanan, dewan (ruang) makan dan tersedia ruang pameran dan bagian-bagian lainnya, semua barada didalam satu gedung dan dibawah satu atap. Ruang pameran disediakan materi-materi yang berkaitan khas dengan peringatan Jubilee Khilafat Ahmadiyah, diatur sangat baik sekali sehingga saya sangat tertarik melihatnya. Tarikh berlangsungnya Khilafat sejak Adam sampai kepada Khilafat Ahmadiyah setelah Hazrat Imam Mahdi, Mau’ud a.s. semuanya disusun dengan rapih dan dipamerkan disana.

Lawatan ke Amerika Serikat adalah lawatan pertama kali bagi saya. Yaitu kira-kira sepuluh tahun setelah lawatan

12

Khalifa-e-waqt sebelum saya kenegara itu. Sebuah generasi baru telah menjadi dewasa dan masuk didalam kegiatan Jema’at ini. Sepuluh tahun sebelum itu mereka masih kanak-kanak, sekarang sudah mulai memasuki masa remaja dan dewasa. Sekalipun mereka ini tinggal dilingkungan negara Barat namun dengan karunia Allah swt semua remaja baik lelaki maupun perempuan mempunyai hubungan yang khas dan erat dengan Jema’at Ahmadiyah dan mereka mempunyai kecintaan terhadap Khilafat Ahmadiyah. Mereka sangat giat dan semangat menjalankan tugas-tugas Jema’at khasnya diwaktu Jalsah sedang dilaksanakan. Hal ini semua menggugah perhatian untuk menyatakan rasa syukur kepada Allah s.w.t. Tengoklah bagaimana Allah swt telah menganugerahkan banyak orang baik-baik kepada Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini.

Di Amerika, selain dari pada orang-orang White American juga terdapat anggauta Jema’at dari keturunan African American Ahmadi dalam jumlah yang cukup banyak. Dengan karunia Allah swt disana setiap orang giat menjalankan tugas kewajiban yang diberikan kepada mereka secara berlomba-lomba satu dengan lainnya. Mereka mempunyai kecintaan terhadap Khilafat dan terhadap sesama Ahmadi setempat juga. Kecintaan mereka terhadap Khilafat nampak dari cahaya mata dan perangai mereka. Semoga Allah swt meningkatkan keikhlasan dan kesetiaan mereka kepada Jema’at.

Setelah Amerika, dengan karunia Allah swt Jalsah Salanah telah dilangsungkan di Canada juga. Dari segi jumlah pengunjung Jalsah Canada sangat ramai. Saya sudah dua kali menghadiri Jalsah di Canada. Pada waktu itu orang-orang Jema’at dari Amerika juga ramai datang menghadiri Jalsah itu. Pada tahun ini disebabkan saya telah menghadiri Jalsah disana, biasanya jumlah peserta dari Amerika mencapai 4000-5000 orang, namun pada Jalsah tahun ini tidak begitu ramai. Pada waktu peresmian Masjid di Calgary juga tidak begitu ramai orang-orang Ahmadi dari Amerika datang menghadirinya, dari tempat-tempat yang berdekatan juga hanya sedikit yang hadir.

13

Canada sebuah negara besar dan luas. Satu kota dengan lainnya terletak sangat berjauhan. Dalam satu negara terdapat perbedaan waktu dua jam. Penerbangan dari Toronto sampai ke Calgary ditempuh dalam waktu empat jam. Sekalipun jarak antara kota dengan kota lainnya sangat berjauhan, namun peserta yang hadir dalam Jalsa Salanah mencapai 15.000 orang. Dengan karunia Allah swt Jalsah Salanah Canada selalunya diatur dan dipersiapkan dengan rapih sekali dan sangat sukses, kebanyakan yang bertugas didalam Jalsa Salanah itu orang-orang berasal dari Pakistan yang sudah berpengalaman melaksanakan tugas-tugas Jalsah di sana. Dan lagi Jalsah disana diadakan disebuah gedung besar dibawah satu atap seperti di Amerika, kecuali tempat memasak makanan dilakukan ditempat lain, diluar gedung tempat Jalsah. Pendek kata, disebabkan persiapannya sangat rapih sehingga banyak terdapat kemudahan dan keselesaan. Namun demikian usaha keras dan kegiatan-kegiatan untuk melaksanakan Jalsah di UK walaupun dengan persiapan-persiapan baru bersipat sementara, mempunyai kesenangan dan kenikamatan tersendiri. Sekalipun hujan lebat telah mengguyur

keadaan tempat Jalsah yang becek dan penuh lumpur mengalami kesulitan bagi penyelenggara maupun bagi para tetamu yang datang untuk menghadiri Jalsah. Akan tetapi semuanya merasakan senang dan ni’mat. Disinipun (di U.K.) akan tiba sa’atnya apabila semua tempat Jalsah Salanah akan dipersiapkan didalam sebuah bangunan diatas sebidang tanah yang solid, insya Allah !! Pendek kata, Jalsah Salanah Canada sangat sukses dan sangat memuaskan.

Semua acara Jalsah itu telah diliput oleh lima buah company surat khabar yang besar-besar dan jumlah pembaca surat-surat khabar itu mencapai jutaan orang. Selain itu company surat khabar kecil-kecil dan dua buah radio station dan enam buah TV station juga telah meliput dan menyiarkannya kepada orang ramai, bahkan melalui internet juga berita-berita tentang Jalsah Salanah itu selalu disiarkan.

14

Pendeknya, kehadiran Khalifa-e-waqt didalam Jalsah Salanah itu selalunya menjadi sarana yang sangat baik untuk menyampaikan amanat dan memperkenalkan Jema’at kepada khalayak ramai. Disamping itu Allah swt telah membangkitkan suasana yang sangat khas baik di Amerika maupun di Canada, sehingga amanat dan perkenalan Jema’at telah disampaikan kepada dunia secara luas, diluar dugaan mereka sebelumnya.

Didalam Jalsah Canada itu telah diatur sebuah program untuk memperingati Seabad Khilafat Ahmadiyah, telah diselenggarakan sebuah jamuan resepsi, yang dihadiri oleh banyak anggauta Parlemen, para petinggi negara dan para cendekiawan bangsa itu dan banyak lagi para undangan yang sebelumnya telah mempunyai kontak dengan Jema’at. Didalam resepsi itu juga saya telah menjelaskan keindahan ajaran Islam berdasarkan kepada ayat-ayat suci Al Qur’an, sabda dan uswah hasanah Hazrat Rasulullah s.a.w. dan kutipan-kutipan dari sabda Hazrat Masih Mau’ud a.s. Dan perkara-perkara yang menimbulkan salah paham dan keraguan didalam hati mereka tentang ajaran Islam telah dijauhkan. Dan telah dikatakan kepada mereka: Kenalilah Tuhan Yang Tunggal, didalamnyalah terdapat keselamatan yang kekal bagi dunia. Dan Islam telah memperkenalkan Tuhan Yang Sejati kepada dunia.

Didalam resepsi itu telah hadir tidak kurang dari 550 orang tetamu ghair Muslim. Menteri Besar Ontario juga telah hadir, disamping itu para menteri federal dan menteri daerah, para anggauta parlemen, perwakilan dari Perdana Menteri juga hadir. Dengan karunia Allah s.w.t. semua yang hadir sangat tertarik dan terkesan oleh suasana resepsi terlebih lagi oleh penjelasan tentang keindahan ajaran Islam sejati. Sehingga banyak Padri-padri, para professor University dan para students datang kepada saya secara terpisah, semuanya telah menyatakan puas dengan penjelasan-penjelasan tentang keindahan ajaran Agama Islam. Dan mereka menyatakan kagum dengan ajaran Islam yang baru mereka dengar itu.

15

Demikian juga sehari setelah peresmian Mesjid di Calgary yang diadakan pada hari Jum’at, telah diadakan resepsinya pada hari Sabtu. Didalam peresmian Mesjid itu pula telah mendapat kesempatan untuk menyampaikan amanat Islam dan memperkenalkan Jema’at Ahmadiyah kepada mereka. Semua hadirin mendengarkan ceramah dengan tekun dan penuh perhatian. Masjid itu, seperti telah saya katakan pada Khutbah Jum’ah yang lepas, sangat indah dan cantik sedangkan pada waktu perletakan batu asasnya telah terjadi hujan yang sangat deras sehingga menimbulkan pemandangan yang sangat mencemaskan, dan pada waktu itu saya berpikir, bahwa mesjid sedang dibangun ini terletak disebuah tempat yang tidak nampak baik dan indah.

Akan tetapi Allah s.w.t telah menurunkan karunia-Nya yang luar biasa sehingga dalam tempoh tiga tahun banyak sekali perobahan kerana telah dibangun banyak jalan dan juga high-way kelokasi mesjid itu. Dan jalan-jalanpun telah dibangun sangat indah dan cantik sehingga semua keadaan dan suasana disekitar daerah itu sudah sangat baik sekali dan dihadapan lokasi Masjid itu telah dibangun sebuah taman indah yang untuk menjaga dan memeliharanya telah diserahkan oleh councel kepada Jema’at Ahmadiyah. Selain itu disana telah dibangun Station Keratapi juga, yang jauhnya hanya sepuluh menit jalan kaki dari Masjid itu. Dan Keretapi dari semua jurusan harus melewati station itu, sehingga sangat memudahkan bagi para pengunjung untuk datang kemesjid itu. Selain itu juga banyak sekali kemudahan-kemudahan lainnya sudah berdekatan dengan mesjid itu dalam jarak sepuluh atau lima belas menit car-drive dari mesjid. Jadi, Allah swt sendiri Yang telah menyediakan semua kemudahan-kemudahan bagi Masjid kita disana. Dan hal itu semua merupakan karunia Allah s.w.t yang sangat khas bagi Jema’at Canada. Selain itu Air Port juga hanya jarak 20 menit car drive dari mesjid.

Masjid ini telah menjadi pusat perhatian bukan saja bagi penduduk negara itu sendiri bahkan bagi masyarakat dunia juga.

16

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa para tetamu diundang pada hari Sabtu selepas hari peresmian Msjid untuk menghadiri jamuan resepsi. Perdana Menteri Canada sekalipun sedang betul-betul sibuk dan harus pergi kesuatu tempat didalam negeri namun beliau telah sengaja datang menghadiri undangan resepsi kita. Beliau telah meninjau keadaan mesjid, kemudian beliau memberi sambutan dengan baik dan semangat dan telah memberi dukungan terhadap Jema’at. Semoga Allah swt memberi pembalasan kepada beliau.

Dengan karunia Allah s.w.t. acara resepsi itu telah menjadi sarana untuk menyampaikan amanat Jema’at dan memperkenalkannya kepada masyarakat dunia. Disini juga para Padri menyatakan rasa kagum dan puas bahkan hairan atas penjelasan tentang ajaran Islam yang begitu indah dan mendengar penjelasan tentang fungsi tempat ibadah. Seorang Ahmadi telah memberi tahu kepada saya katanya seorang Padri Kristian telah menangis terharu mendengar penjelasan pidato saya. Sesungguhnya itulah ajaran Islam sejati yang sesuai dengan fitrat manusia. Ajaran Islam sangat lengkap dan mencakup segala masalah, harus dikemukakan dengan baik kepada orang lain. Jika seorang manusia berfitrat baik, tidak ada jalan untuk mengelak dari padanya kecuali harus menerimanya.

Ada seorang teman asal Afghanistan yang sudah lama kenal dengan Jema’at, selesai resepsi bertemu dengan saya sambil menangis tersedu-sedu, kemudian seorang Ahmadi yang telah membawanya berjumpa dengan saya memberi tahu saya, katanya dia tidak merasa ragu lagi, hari ini juga saya mau bai’at. Selain dia ada juga yang lainnya telah bai’at bersama-sama dengan dia.

Jadi dengan karunia Allah s.w.t. lawatan kesetiap negara menjadi sarana untuk menyampaikan amanat dan untuk memperkenalkan Jema’at Ahmadiyah atau Islam sejati secara luas. Hal itu sudah dijanjikan Tuhan kepada Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. : “Aku akan membuat nama engkau masyhur dan sangat dihormati.” Hal ini semata-mata taqdir

17

Ilahi yang tidak akan berobah. Maulvi-maulvi atau mereka yang menamakan diri para Ulama yang bernasib buruk, betapapun kerasnya perlawanan dengan mulut mereka menyebarkan berbagai macam fitnah dan penghinaan, sama-sekali tidak membawa kesan buruk apapun terhadap Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s.dan Jema’at beliau. Mereka bergembira setelah melakukan tindakan anarkis dan kekejaman terhadap orang-orang Ahmadi. Akan tetapi mereka tidak tahu bahwa taqdir Tuhan untuk menghantam balik terhadap diri mereka sudah mulai berlaku. Dan akibat-akibat yang sangat buruk sudah menanti untuk menggilas dan menghancurkan mereka.

Dengan perayaan peresmian Masjid ini perkenalan Jema’at Ahmadiyah yang dilakukan oleh media, secara ringkas ingin saya jelaskan disini bahwa, 9 buah TV chanel telah meliput jalannya peresmian mesjid itu. Penduduk Calgary yang telah menyaksikan acara melalui TV itu diperkirakan 3 juta seratus ribu orang penduduk. Sembilan buah radio station telah menyiarkan berita peresmian Masjid yang didengar oleh tidak kurang dari 2juta tiga ratus ribu orang. Banyak sekali media surat khabar yang telah meliput dan menyiarkan berita itu keseluruh wilayah. Pembaca surat khabar tidak kurang dari empat juta orang. Selain media surat khabar dalam negeri banyak sekali wartawan surat-surat khabar asing yang ikut meliput dan menyiarkan peristiwa peresmian Masjid itu yaitu, dari Austria, Germany, New Zealand, India, Pakistan, Italy, Britania, Amerika, Belgium, Muttahidah Imarat, dan Kenya. Company surat-surat khabar Islam dan negara-negara Arab sebanyak 41 buah company surat khabar telah menyiarkan berita ini yaitu; Iran, Turky, Palestina, Saudi Arabia, Yordan, Lebanon, dan mereka telah memperkenalkan tentang Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. katanya : Sebuah golongan Islam telah membangun Masjid. Pendeknya telah terjadi sebuah gelombang penyebaran amanat Ahmadiyah kepada dunia dalam berbagai macam media.

18

Telah saya katakan bahwa perlawanan yang dilakukan oleh pihak para penentang atau musuh terhadap Jema’at Ahmadiyah, secara pasti telah menjadi penyebab kemajuan bagi Jema’at Ahmadiyah. Pada sa’at ini terdapat sebanyak 130 web site telah me-release khabar tentang peresmian Masjid ini keseluruh dunia. Didalam release itu diuraikan juga kesan-kesan para tetamu dari pada semua perwakilan yang sangat banyak jumlahnya, diantaranya Bischop Katolik telah mengatakan katanya, keprihatinan dan perhatian penuh Jema’at Ahmadiyah terhadap moral dan akhlaq dunia patut dihargai.

Mayor Calgary adalah seorang yang bertabiat sangat baik dan beliau mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Jema’at Ahmadiyah. Beliau telah memberi pujian terhadap karya baik Ahmadiyah dan dalam menilai Masjid Calgary beliau mengatakan bahwa Masjid ini telah menambah semarak indahnya pemandangan ufuk Calgary. Demikian juga Perdana Mentri Canada telah mengatakan bahwa Jema’at Ahmadiyah telah menambah cemerlangnya wajah Islam dalam usahanya yang giat untuk menegakkan keamanan dan kedamaian dimuka bumi. Dan Masjid ini sebagai bukti lambang kedamaian dan lambang persatuan ummat. CBC Canada yang siarannya mencakup seluruh negeri Canada telah menyiarkan ringkasan Khutbah Jum’at yang telah saya sampaikan pada hari Jum’at yang lalu selama beberapa menit. Gambar mimbar dan gambar Masjid dan gambar Sayidina Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. juga telah diperlihatkan.

Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. telah menjelaskan maksud dan tujuan membuat gambar beliau sendiri yaitu agar orang-orang yang bertabi’at baik dapat menilai dengan memandang air muka seseorang. Dan gambar itu jika sampai kepada orang-orang yang bertabiat baik, ianya akan mendapat taufiq untuk mengenal pribadi beliau.

Banyak bai’at yang telah diterima dari berbagai negara didunia, bukan hanya melalui tabligh kita saja banyaknya orang-orang yang telah bai’at itu, namun tidak sedikit

19

jumlahnya orang-orang yang bai’at setelah melihat wajah seorang mulia didalam mimpi. Setelah melihat gambar Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. mereka mengatakan orang inilah yang telah memberi pesan-pesan baik didalam mimpi kepada mereka sehingga akhirnya mereka dapat mengenal kebenaran. Kemudian timbullah dalam hati mereka keinginan untuk mencari dimana orang ini. Atau setelah melihat photo Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. timbul keinginan untuk mengadakan penelitian lebih jauh dan penyelidikan siapa orang ini dan bagaimana keadaan da’wanya. Maka Allah swt telah membuka kesempatan di Canada untuk memperkenalkan Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. secara luas kepada masyarakat ramai dengan menunjukkan gambar-gambar beliau melalui berbagai macam media.

Semoga Allah s.w.t membuka dada orang-orang yang berhati baik dan lurus, baik dinegara-negara Muslim maupun dinegara-negara Kristian. Semoga Allah s.w.t memberi taufiq kepada orang-orang yang berfitrat baik disana untuk menerima kebenaran da’wa beliau. Bagi negara-negara muslim harus dido’akan secara khas, semoga orang-orang muslim disana, jangan sampai bertambah buruk keadaan dunia akhirat mereka dengan mengikuti langkah orang-orang yang menamakan diri ulamak. Semoga Allah s.w.t membuka jalan bagi mereka untuk mendapat taufiq dari pada-Nya untuk mengenal Imam Zaman. Semoga Allah s.w.t. memberi taufiq kepada orang-orang Islam juga untuk menerima kebenaran dan semoga orang-orang Kristian dan orang-orang pemeluk agama lain juga mendapat taufiq untuk melihat dan memahami keindahan ajaran agama Islam yang sejati kemudian semoga mereka mendapat taufiq untuk menerima kebenaran yang dibawa oleh Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. Sebab dengan cara demikianlah mereka akan mendapat najaat atau keselamatan didunia ini juga dan diakhirat nanti.

Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Tidak lama lagi akan tiba sa’atnya pabila perhatian orang-

20

orang Eropah dan orang-orang Amerika secara serempak akan tertarik terhadap Agama Islam. Dan mereka akan melepaskan diri dari agama yang menyembah kepada makhluk yang sudah mati dan akan merasa yakin dengan mengikuti ajaran Agama Islam sejati mereka akan mendapat najaat atau keselamatan.” Semoga kita semua mengalami hari-hari kejadian seperti itu, dimana kita akan menyaksikan panji-panji Islam akan berkibar dengan sangat megah disetiap negeri diserata dunia.

Saya terlupa untuk menceritakan sedikit tentang kegiatan dan kerja keras para anggauta Jema’at Canada dalam menjalankan tugas-tugas sebelum dan sepanjang Jalsah Salanah berlangsung. Dengan karunia Allah s.w.t. keikhlasan dan keta’atan mereka juga patut mendapat pujian. Khasnya ketika saya akan meninggalkan Toronto para anggauta Jema’at telah berkumpul banyak sekali disana. Tempat di Peace Village yang begitu sangat luas juga sampai penuh dengan orang-orang Ahmadi sehingga tidak ada tempat untuk berdiri. Pada waktu itu keadaan perasaan setiap orang Ahmadi nampak syahdu tersirat dari air muka mereka yang sangat mengherankan. Semoga Allah s.w.t. meningkatkan keikhlasan dan kesetiaan semua anggauta Jema’at disana dan semoga Dia menjadikan mereka teladan ajaran Islam yang hakiki, supaya mereka menjadi orang-orang yang betul-betul mampu menyampaikan amanat kebenaran yang telah dibawa oleh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. kedunia. Amin !!!

Alih Bahasa dari Audio Urdu oleh Hasan Basri

KHUTBAH JUM’AH HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba. Tanggal 13 Juni 2008 dari Baitul Futuh London U.K. TENTANG : SIFAT RAZZAAQ ( PEMBERI RIZQI )

•September 29, 2008 • Leave a Comment

01

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْ عَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى عَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ

KHUTBAH JUM’AH

HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.

Tanggal  13 Juni 2008 dari Baitul Futuh London U.K.

TENTANG : SIFAT RAZZAAQ ( PEMBERI RIZQI )

Didalam khutbah jum’ah yang lepas saya telah menerangkan tentang firman Allah swt : Akulah yang memberi rizqi bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua makhluk yang memerlukan makanan. Sejauh mana yang berhubungan dengan manusia sebagai makhluq yang paling mulia (asyraful makhluqaat) mereka memerlukan rezqi jasmani dan juga memerlukan rezqi ruhani.

Kepada orang-orang mu’min Allah swt berfirman : Jika kamu bertawakkal kepada-Ku dan mengamalkan perintah-perintah-Ku, berpegang kepada asas taqwa, maka kamu akan mendapat rizqi dari pada-Ku dengan berbagai macam cara sehingga orang-orang bukan mu’min merasa hairan karena tidak mampu memahami rahasia ini.

Saya telah banyak menerima surat dari orangh-orang Jema’at dari berbagai negara yang menceritakan pengalaman masing-masing bagaimana mereka memperoleh banyak pertolongan dan karunia dari Allah swt didalam menjalankan bisnis dan perniagaan mereka. Sering terjadi mereka mendapatkan keuntungan didalam bisnis mereka diluar jangkauan pikiran mereka sebelumnya, Allah swt telah memberi pertolongan yang luar biasa kepada mereka. Mereka mendapat keuntungan berkali lipat ganda dari pada yang diharapkan. Seorang penulis mengatakan bahwa kejadian seperti itu sungguh telah meningkatkan keimanannya.

Sesungguhnya kejadian seperti itulah yang menjadi bukti seseorang sebagai mu’min yang sejati. Apabila ia mendapat karunia seperti itu maka perhatiannya segera tercurah kepada Allah swt. Ia menjadi orang yang sangat bersyukur kepada Allah swt. Dan memang harus demikian sebagai mu’min yang sejati. Sebab orang mu’min sejati paham betul kepada firman Tuhan : وَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ

إakni :siapa saja yang besyukur maka faedah syukurnya itu akan samapai kepada dirinya sendiri ( Luqman : 13) Hal itu harus menjadi tanda bagi orang mu’min sejati. Tatkala Nabi Ibrahim a.s. memanjatkan do’a untuk putra-putra beliau, beliau juga mengatakan supaya mereka menjadi orang-orang yang bersyukur. Seperti terdapat didalam Al Qur’an

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Artinya : Ya Allah sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian dari keturunanku dilembah yang tandus dekat rumah Engkau yang suci. Ya Allah Tuhan kami !! Mereka hendaknya dapat

02

mendirikan sembahyang. Maka jadikanlah hati manusia cenderung kepada mereka dan anugerahkanlah rezqi kepada mereka dari berbagai macam buah-buahan supaya mereka menjadi orang-orang yang bersykur. (Ibrahim : 38)

Maka turunnya berkat didalam perniagaan, turunnya berkat didalam bisnis, turunnya berkat didalam pertanian, semua merupakan buah (hasil) yang menjadi penyebab turunnya rezqi yang melimpah dari Allah swt. Dan apabila seorang mu’min menerima karunia-karunia itu, maka rasa syukur mereka semakin terus meningkat, sehingga hal itu menjadi sarana untuk meningkatnya iman dan taqwa mereka. Dan sememangnya harus demikian adanya. Apabila seorang petani mu’min semakin maju dalam iman, dalam taqwa dan dalam perasaan syukurnya, maka Allah swt menambah karunia dan ni’mat-Nya kepadanya dan menambah berkat didalam hasil panenan ladangnya. Allah swt semakin meningkatkan pemberian rizqi kepadanya. Anugerah Allah swt seperti ini berlaku terhadap orang yang keadaan imannya semakin meningkat, atau orang yang berusaha keras untuk meningkatkan imannya. Jadi bertambahnya rizqi itu bukanlah merupakan kejadian serta-merta begitu saja.

Seorang Ahmadi menulis kepada saya bahwa Allah swt telah menurunkan rizqi kepadanya dengan sangat luar biasa. Hal itu berlaku kepadanya sesuai dengan janji Tuhan didalam Al Qur’an bahwa :

لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ

Artinya : Jika kamu menjadi orang yang bersyukur atas ni’mat-Ku maka Aku akan memberi kamu lebih banyak lagi. Bagi orang yang bukan mu’min dapat saja mengatakan bahwa hal itu terjadi sesuai dengan hukum alam dan Allah swt telah menganugerahkan demikian karena ia telah bekerja keras. Akan tetapi seorang mu’min mempunyai keyakinan yang jauh lebih luhur dari pada itu bahwa apabila manusia bekerja keras disertai iman dan taqwa serta rasa syukur kepada Allah swt maka hasil usahanya akan berlipat kali ganda. Dan perolehannya itu tidak hanya tergantung kepada kerja kerasnya saja. Bahkan sekalipun kerja kerasnya itu terdapat kekuranngan, namun Allah swt sambil menutupi kekurangannya itu menganugerahkan hasil kepadanya secara berlimpah, atau Allah swt menutupi kekurangannya itu.

Berkenaan dengan hal itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : Jika dia betul-betul beriman kepada Allah swt , kerana Allah swt adalah Razzaq, Dia telah berjanji : Barangsiapa yang berusaha menjadi orang yang bertaqwa maka Aku sendiri Yang bertanggung jawab memenuhi keperluan rizqinya. Demikianlah caranya Allah swt yang bersifat Razzaq melimpahkan karunia-Nya terhadap hamba-hamba-Nya. Bahwa dengan hanya sedikit kerja keras saja, Dia membalas dengan karunia yang sangat banyak kepada hamba-Nya yang sejati. Kadangkala untuk memberi tahu kepada orang-orang non mu’min, dan untuk menegakkan kepribadian orang mu’min, Allah swt lebih banyak memberkati usaha orang mu’min itu, sekalipun mereka melakukan usaha yang sama.

Saya sendiri secara pribadi mempunyai pengalaman seperti itu dan banyak juga orang-orang Ahmadi telah menulis surat kepada saya katanya : Hasil panen ladang kami jauh lebih

03

bagus dari pada panenan orang-orang lain dari tetangga kami. Dengan heran merekapun bertanya kepada kami: ‘’ Apa yang telah kamu tambahkan didalam pertanian engkau, yang menyebabkan panenan engkau sangat baik sekali ?’’ Kami jawab : Lebihnya tiada lain yaitu dari hasil panenan ini kami keluarkan 1/10 atau 1/16 untuk dibelanjakan dijalan Allah swt melalui Jema’at Ahmadiyah. Itulah sebabnya Allah swt telah memberkati hasil panenan kami. Bahkan Allah swt berfirman :

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً - وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Yakni : Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah – Dia akan membuat suatu jalan kemudahan baginya. Dan Dia akan memberi rizqi kepadanya dari mana ia sendiri tidak pernah memperkirakan sebelumnya. (Surah Ath Thalaq : 3-4)

Untuk turunnya mu’jizat atau kurnia Allah swt yang luar biasa itu Allah swt telah menetapkan syaratnya. Jika diinginkan agar Allah swt menzahirkan sifat Razaq-Nya secara luar biasa kepada hamba-Nya, maka manusia juga harus berusaha luar biasa kerasnya untuk mendekatkan dirinya kepada Allah swt. Apabila seorang hamba ingin agar Allah swt menunjukkan diri-Nya sebagai Wali (sahabat) hamba-Nya, maka hamba Allah juga harus berusaha keras menunjukkan dirinya sebagai hamba-Nya yang sejati. Memang betul pengkhidmatan seorang hamba tidak akan dapat memadai sepenuhnya terhadap karunia Allah swt. Sekalipun seorang hamba sepanjang hidupnya melakukan pengkhidmatan terhadap Allah swt maka pengkhidamtannya itu tidak akan memadai karunia Allah swt yang diberikan kepadanya. Akan tetapi usaha manusia harus sentiasa dilakukan dengan giat. Dan langkah usaha kerah taqwa harus dipertingkatkan.

Apa artinya Taqwa ? Hazrat Masih Mau’ud a.s. menjelaskan tentang Taqwa sebagai berikut : Taqwa ke bahut se ajza hain : ujub, khud psandi, maali haram se perhaiz, aur bad akhlaqi se bechna bhi taqwa hai. Artinya : Takwa mempunyai banyak cabang-cabanya; menjauhkan diri dari kesombongan, dan dari mementingkan diri sendiri, menghindarkan diri dari harta haram dan menyelamatkan diri dari akhlaq yang buruk juga disebut taqwa. Kewajiban orang-orang mu’min adalah menghindari semua keburukan itu, baru mereka akan dimasukkan kedalam golongan orangh-orang yang berusaha menjadai orang-orang bertaqwa. Dan Allah swt akan memenuhi semua keperluan mereka dengan berbagai macam cara sehingga manusia merasa hairan menerimanya, bagaimana semua ini telah terjadi ?? Dalam menjelaskan firman Tuhan : يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً وَمَن

Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : Barang siapa yang meninggalkan seberapa kecilnya dosa karena takut kepada Allah swt, maka Allah swt akan menjauhkan kesulitan-kesulitan yang tengah dia hadapi. Dan hal ini saya jelaskan sebab banyak manusia berkata: ”Kami tidak berdaya apa-apa, kami ingin menjauhkan diri dari keburukan itu namun kesulitan demikian menghadang kami sehingga terpaksa kami melakukannya. Allah swt telah berjanji bahwa Dia akan melindungi dari setiap kesulitan.” Dari kutipan sabda-sabda Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang telah saya bacakan ini saya ingin mengingatkan mereka yang menerima bantuan social

04

dinegeri-negeri Barat ini. Didalam berbagai negeri bantuan apapun yang dilakukan semuanya datang dari pemerintah, yang diberikan kepada orang yang menganggur tidak memnpunyai sebarang pekerjaan, atau kepada orang-orang yang berpendapatan minimal (sangat sedikit), supaya income mereka sekurang-kurangnya memadai keperluan hidup yang layak sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Negara-negara Barat ini dengan hati terbuka memberikan pertolongan seperti itu. Dan negara Britania patut mendapat pujian tentang langkah seperti ini. Negara ini banyak membantu rakyatnya. Namun saya telah memaklumi bahwa banyak orang-orang yang bekerja juga walaupun kecil-kecilan atau ada yang bekerja juga sekalipun tidak dijelaskan apa pekerjaannya. Atau ada juga yang bekerja sebagai taxi driver. Namun disamping itu mereka juga meminta bantuan kepada pemerintah dengan memberi keterangan yang tidak betul. Atau ada juga yang telah membeli rumah akan tetapi ianya mengambil wang dari peperintah juga untuk membayar sewa rumah. Maka perbuatan itu semua sangat jauh dari asas taqwa. Dengan perlakuan demikian akan melibatkan diri didalam keburukan yang lebih jahat lagi dari itu. Pertama mereka tidak memberi keterangan kepada pemerintah secara jujur dan benar, mencuri tax (pajak) pemerintah, bukan hanya mencuri pajak bahkan memakan uang pajak orang lain juga, yaitu wang pajak yang dikumpulkan dari rakyat untuk membantu masyarakat yang tidak mampu. Selain itu mereka terlibat didalam perkataan dusta yang serupa dengan perbuatan syirik atau menyekutukan Tuhan, sangat jauh dari asas taqwa.

Jika ada beberapa orang diantara kita yang berlaku demikian, maka sebetulnya bukan saja mereka telah menjauhkan diri dari Allah swt bahkan mereka sedang menodai nama baik Jema’at. Mereka sedang mengurangi Nama baik dan Kehormatan Jema’at yang telah dikenal oleh berbagai departemen pemerintah.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : Apabila manusia telah meninggalkan tumpuan kepada Allah swt maka akan menimbulkan bahaya dahriyat (tak bertuhan) pada dirinya. Tawakkal dan iman kepada Allah swt hanya dimiliki oleh orang yang yakin bahwa Tuhan Maha Kuasa diatas segala sesuatu. Jadi kita harus mencapai peringkat iman seperti yang telah Allah swt beritahukan kepada kita. Bahkan telah berulang kali dinasihatkan dan diperingatkan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. kepada kita. Orang-orang yang memberi keterangan yang palsu kepada pemerintah kemudian memakan beberapa suap pounsterling dari hasilnya, seakan-akan mereka mengatakan : Tuhan kami bukan Raziq Tuhan (Pemberi Rizqi) akan tetapi kami mempunyai kepintaran. Sekarang saya jelaskan kepada saudara-saudara bahwa pemerintah sudah mencium perbuatan orang-orang seperti itu dan telah menimbulkan keraguan didalam departemen pemerintah. Dan mereka sangat cermat dan pandai dalam mendeteksi masalah begini. Sampai sa’at ini mereka mempunyai kesan bahwa orang-orang Ahmadi tidak suka melakukan penipuan. Sekali mereka mengetahui seorang Ahmadi telah melakukan penipuan tentu orang-orang Ahmadi yang baik-baik yang menggunakan haknya dengan benar dan jujur akan terkena dampak dari keburukan itu. Dan sebagaimana telah saya katakan, akhirnya

05

kepercayaan pemerintah terhadap Jema’atpun akan lenyap. Saya sudah mengatakan kepada Tuan Amir, jika diketahui ada seseorang anggauta Jema’at yang berbuat demikian harus segera ditindak dan jangan diterima wang candah dari padanya. Dengan tidak diambilnya wang candah dari orang demikian tidak akan mempengaruhi keuangan Jema’at. Insya Allah ! Dan seandainya mempengaruhi kewangan Jema’atpun, tidak akan menimbulkan kesan apa-apa. Sekurang-kurangnya wang yang kita hadapkan kehadirat Allah swt harus betul-betul bersih.

Maka saya katakan kepada orang-orang demikian (mungkin ada beberapa orang saja) bahwa, jika kalian tidak menganggap Raziq terhadap Allah swt, maka Allah swt pun tidak menghendaki harta apapun dari kalian, untuk kepentingan Agama-Nya. Dan seterusnya perkara kalian ada ditangan Allah swt, Dia akan berbuat sesuatu tehadap kalian sesuai dengan kehendak-Nya.

Terdapat didalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menciptakan kamu sekalian. Dan Dia memberi rizqi kepada kamu sekalian. Maka hanya kepada Dialah kamu semua beribadah dan jangan sekali-kali mempersekutukan sesuatu dengan-Nya. Maka jika setiap orang memahami hakikat ini bahwa memberi rizqi kepada makhluk-Nya adalah tanggung-jawab Tuhan sendiri (didalam khutbah jum’ah yang lepaspun hal ini telah saya jelaskan), maka tentu ianya akan melakukan ibadah dengan sesungguh-sungguhnya kepada-Nya. Jika dengan sesungguhnya kita melakukan ibadah kepada-Nya maka kita akan menjadi hamba-hamba-Nya yang sejati. Dan tentu akan timbul perasaan qina’ah (kepuasan dalam hati ). Dan apabila telah timbul perasaan qina’ah didalam hati, maka tidak akan memicingkan pandangan mata kita kepada harta kekayaan orang lain. Apabila hati tidak cenderung memandang harta orang lain, maka tidak akan timbul keinginan dalam hati untuk mendapatkan rizqi secara tidak halal. Saya berdo’a semoga Allah swt melindungi setiap orang Ahmadi dari sifat serakah.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: Harus selalu diperhatikan bahwa kita sudah sampai peringkat mana usaha menjadi orang yang bertaqwa dan usaha meningkatkan kesucian diri. Tolok ukurnya adalah Al Qur’an. Salah satu tanda orang bertaqwa telah diberitahukan oleh Allah swt bahwa, Allah swt mencegah orang bertaqwa dari perkara dunia yang makruh (yang tidak disukai) dan Dia sendiri menjadi Penolong untuk memenuhi segala urusan dan pekerjaannya. Bersabda lagi : Allah swt tidak menyediakan barang-barang yang sia-sia bagi orang yang bertaqwa. Yaitu barang-barang yang betul-betul tidak berarti dan barang-barang palsu. Umpamanya seorang pemilik Kedai berpikir, tanpa melakukan kata-kata dusta urusan niaga tidak bisa berjalan, oleh sebab itu ianya tidak berhenti dari berkata dusta. Dan selalu terpaksa mengucapkan kata-kata dusta kepada para langganannya. Namun perbuatan seperti itu sekali-kali tidak dibenarkan.

Zaman sekarang ada orang-orang yang mendapatkan pertolongan dari Pemerintah dengan memberi keterangan dusta atau palsu atau menghindar dari membayar tax (pajak). Orang-orang seperti itu juga sama seperti contoh tersebut. Mereka menggunakan pernyataan

06

palsu dan dusta untuk menyempurnakan maksudnya demi mendapatkan sesuatu. Jika seseorang sedang menhadapi sedikit kesulitan ia haruslah berlaku sabar, karena hal itu sangat diperlukan untuk meraih keridhaan Allah swt.

Hazrat Masih Mau’ud a.s bersabda : Kalian jangan mengira bahwa Tuhan itu lemah. Dia adalah Zat Yang sangat Gagah Perkasa. Jika kalian yakin sepenuhnya kepada-Nya didalam sesuatu urusan maka pasti Dia akan menolong kalian. Semoga Allah swt memberi keyakinan yang hakiki seperti itu kepada kita semua.

Allah swt begitu Pengasih terhadap hamba-hamba-Nya, Dia selalu mengingatkan untuk berusaha seperti itu, maka kehormatan dan kesucian kalian juga akan tetap terpelihara dan juga akan terus meningkatkan rezqi kalian. Allah swt berfirman :

وَمَا آتَيْتُم مِّن زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ

Artinya : Apa-apa yang kamu berikan sebagai zakat seraya mengharapkan keridhaan Allah-mereka itulah orang-orang yang akan memperbanyak kekayaan mereka dengan berlipat ganda. (Ar Rum : 40)

Demikianlah Allah swt telah memberitahukan sarana untuk mempertingkatkan barkat didalam harta kekayaan, yaitu membelanjakan harta dijalan Allah swt dan seberapa kemampuan yang ada pada kita harus kita belanjakan dijalan-Nya. Dengan demikian akan timbul perasaan qina’ah dan akan merubah haluan keinginan didalam hati. Akan timbul perhatian lebih kuat kearah urusan agama dan mengurangkan perhatian terhadap kepentingan dunia semata.

Jika ada orang berkata : Bagaimanapun cara usaha saya dalam mencari rizqi saya tetap membayar candah juga sesuai peraturan,dan jika saya mengambil bantuan dari pemerintahpun karena taktik kepandaian saya, apa bedanya dalam hal ini ? Saya bayar juga candahnya.

Sebenarnya harta seperti itu tidak dikehendaki oleh Allah swt. Allah swt berfirman : Jika kalian ingin membalanjakan harta kalian dijalan agama-Ku, maka belanjakanlah dari harta yang suci-bersih. Sebagaimana firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah barang-barang yang baik dari hasil yang kamu usahakan……Al Baqarah : 268

Maksud dari firman Allah ini adalah, kalian hanya boleh mencari rizqi dengan cara yang baik dan suci. Kemudian belanjakanlah sebagian dari padanya dijalan Allah swt.

Harta yang diperoleh dengan cara memberi keterangan yang palsu kepada pemerintah, bagaimana ianya bisa disebut rizqi yang suci-bersih. Maka jika ada orang salah faham menggunakan sarana yang keliru itu, maka ianya harus berhenti dari perbuatan seperti itu. Apabila seseorang membelanjakan harta dari usaha yang benar dan bersih dijalan Allah swt, maka Dia memberi jaminan kepadanya bahwa wang itu atau harta itu akan sangat berbarkat dan akan menjadi sarana bagi bertambahnya harta orang yang membelanjakannya itu. Disatu tempat Allah swt berfirman bahwa harta itu dapat dikembalikan kepadanya lebih dari tujuh ratus kali lipat ganda banyaknya. Namun harta itu harus selalu baik dan bersih atau halal.

07

Maka ingatlah selalu kepada firman Tuhan ini bahwa : وَمِمَّا رَزَقْنَهُمْ يُنْفِقُوْنَ

Artinya : Dan mereka membelanjakan dari rezqi yang telah Kami berikan kepada mereka

(Al Baqarah : 4)

Allah swt tidak memberi rezqi kepada hamba-hamba-Nya dengan jalan yang terlarang. Allah swt memberi rizqi-Nya yang dihasilkan dengan cara yang baik dan bersih. Maka sebagai tanda mu’min yang sejati adalah bahwa rezqi yang dihasilkan-nya selalu baik dan bersih. Dan dari hartanya yang baik dan bersih itu mereka membelanjakannya dijalan Allah swt.

Mencari nafkah itu banyak jalannya, ada yang dengan mencuri, dengan merampok, dengan jalan memberi wang suap, banyak sekali orang-orang yang mencari nafkah dengan cara-cara yang tidak halal dan terlarang. Apakah bisa dikatakan terhadap harta yang diperoleh dengan cara demikian itu Allah swt yang telah memberi harta itu kepada mereka ?? Perintah Allah swt adalah tegas, supaya hamba-hamba-Nya menggunakan cara yang adil dan jujur serta halal didalam mencari rizki mereka. Apakah harta yang diperoleh dengan jalan merampas hak orang dapat dikatakan harta itu halal ?? Samasekali tidak dapat dikatakan demikian. Sekalipun di Pakistan dan juga dibeberapa negara lainnya, harta yang dihasilkan mereka dengan cara yang terlarang itu mereka mengatakan harta itu pemberian Allah swt. Tidak mungkin harta kotor seperti itu boleh dikatakan harta dari Allah swt. Harta itu telah dihasilkan melalui tipuan syetan. Keadaan orang-orang kaya dan para pengusaha besar-besar dinegeri Pakistan sama saja seperti itu sehingga merekapun sampai hati menulis sepotong ayat dari Al Qur’an diatas rumah mereka ‘’Hadza min fdhli rabbi ‘’Rumah ini karunia dari Allah Tuhan-ku ‘’ Inna lillah !! Harta yang diperoleh dengan cara yang tidak benar, ditulis : هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّيْ

‘’ Ini karunia dari Allah Tuhan-ku ‘’

Para ahli politik disana (Pakistan) sedang ramai mencuri harta negara. Harta yang diperoleh dengan cara yang tidak benar dalam jumlah sedikit ataupun banyak tidak dapat disebut harta tayyeb (harta yang bersih). Harta yang tidak tayyeb bukanlah harta Allah swt dan tidak dapat pula diterima disisi Allah swt. Jadi setiap orang Ahmadi harus selalu ingat harta yang ia miliki harus benar-banar baik dan bersih, dan jika ia ingin meningkatkan jumlah hartanya maka hendaklah ia membelanjakannya hanya dijalan Allah swt saja, kemudian lihatlah bagaimana Allah swt akan memberkatinya.

Satu hal lagi yang harus saya jelaskan disini yaitu beberapa orang Ahmadi telah menulis kepada saya, katanya diwaktu saya menentukan anggaran pribadi (budget perseorangan) berdasarkan perkiraan income yang diharapkan (belum pasti berapa banyaknya income itu). Akan tetapi disebabkan terdapat beberapa kesulitan sehingga tidak dapat memperoleh income sesuai dengan yang telah dituliskan. Atau ada juga beberapa orang disebabkan menghadapi kesulitan didalam pekerjaan mereka, tidak mampu memenuhi budget mereka. Maka bagi orang-orang demikian harus memeriksa keadaan pribadi masing-masing berasaskan kepada taqwa dan boleh merevisi semula anggarannya. Namun harus berasaskan

taqwa, sebab Allah swt-pun telah memberi izin untuk melakukan demikian. Sebagaimana Allah

08

swt telah berfirman : وَيَسْئلُوْنَكَ مَا ذَا يُنْفِقُوْنَ قُلِ الْعَفْوَ

Artinya : Dan mereka bertanya kepada engkau tentang apa yang harus mereka belanjakan. Katakanlah, “Apa yang tidak mendatangkan kesusahan atas kamu“. (Al Baqarah: 220)

Maka jika didalam hati seorang mu’min terdapat taqwa dan ianya menaruh perhatian kepada firman Allah swt ini bahwa : Siapa saja yang membelanjakan hartanya dijalan-Ku maka Aku akan kembalikan kepadanya secara berlipat kali ganda. Tentu seorang mu’min dengan ikhlasnya akan berusaha untuk membelanjakan hartanya sebanyak-banyaknya dijalan Allah swt, supaya ianya menjadi pewaris ni’mat-ni’mat daripada-Nya. Dengan karunia Allah swt didalam Jema’at Ahmadiyah ini terdapat banyak sekali orang-orang yang tidak mengurangkan semangat pembayaran candah mereka sekalipun mereka dalam keadaan sempit dan susah. Jadi pembayaran candah ini tertakluk kepada keadaan iman masing-masing dan tertumpu kepada harapan-harapan ni’mat dan karunia dari Allah swt. Mereka paham betul bahwa Allah swt berjanji akan menurunkan barkat didalam harta mereka jika harta mereka dibelanjakan dijalan-Nya dan juga Dia akan membuka jalan keridhaan bagi mereka.

Hazrat Rasulullah saw sentiasa memanjatkan do’a ini dan sesuai dengan keadaan zaman sekarang do’a ini sangat penting sekali bagi kita. Hazrat Ummi Salmah r.a. meriwayatkan katanya Nabi Muhammad saw apabila selesai menunaikan salat subuh segera setelah mengucapkan salam beliau membaca do’a ini :

اَللهُمَّ اِنِّيْ اَسْئَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Artinya : Wahai Allah !! Aku memohon kepada Engkau ilmu yang bermanfa’at dan rizqi yang toyyib (baik) dan amal perbuatan yang layak diterima disisi Engkau.

Itulah do’a yang harus dibaca dengan penuh perhatian oleh setiap orang Ahmadi.

Sudah saya beritahu didalm khutbah jum’ah yang lepas bahwa Rizq artinya hissah juga atau bahgian. Dan hissah atau bahgian itu keadaannya bisa saja baik atau bisa juga buruk. Allah swt berfirman didalam Kitab Suci Al Qur’an : وَ تَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ

Artinya : Dan kamu menjadikan penolakan (mendustakan utusan Tuhan) itu sebagai sarana untuk mencari rezkimu. (Al Waqi’ah : 83)

Didalam Surat Waqiah ini mengandungi ayat-ayat yang menjelaskan nasib baik dan nasib buruk orang-orang dimasa awal permulaan Islam dan juga nasib baik atau buruk orang-orang dimasa akhir yang akan datang, terutama dizaman sekarang ini. Didalam ayat tersebut diatas menjelaskan tentang orang-orang yang bernasib buruk dimasa sekarang ini, yaitu mereka yang mencari nafkah atau rizqi dengan jalan mendustakan kebenaran utusan Tuhan. Keadaan akhlaq dan iman mereka itu sudah jatuh begitu parahnya sehingga mereka tidak mempunyai rasa takut lagi kepada Tuhan, mereka hanya takut kepada dunia atau kepada manusia. Orang-orang semacam itu sudah bersahabat dengan syetan. Mereka semua telah menolak kebenaran Utusan Tuhan dizaman ini dan tidak mau beriman kepada beliau karena takut kehilangan sumber keuangan atau sumber pendapatan mereka. Dan sebagian dari mereka menolak

09

kebenaran karena menganggap diri mereka lebih alim (lebih pandai) dari yang lain, dan mereka telah menjadi anggauta penguasa dimesjid-mesjid orang. Mereka tidak mau menerima kebenaran sebab mereka sudah menjadi anggauta pengurus di mesjid-mesjid dan senang menguasai dan merampok harta masyarakat awam. Ringkasnya mereka para politisi dan juga para Mulla (dan Habib-Habib) juga disebabkan penghasilan rizqi yang kotor itu mereka luput dari bagian rizqi ruhaniah yang telah dikirim oleh Allah swt melalui Utusan-Nya pada zaman ini. Dan disebabkan perilaku dan gerak-gerik yang buruk itu mereka telah menjadi ulat-ulat dunia, sehingga nasib mereka sangat malang tidak bisa mengenal kebenaran. Pekerjaan mereka itulah untuk mendustakan kebenaran. Mereka akan terus berbuat demikian sampai nanti tiba waktunya apabila mereka akan berurusan dengan Allah swt.

Sekarang kita sedang menyaksikan dinegeri manapun sedang terjadi perlawanan terhadap Jema’at Ahmadiyah, para politisi bekerja sama dengan para Mullah (para pemimpin agama). Dan mereka bersatu padu menyusun kekuatan untuk melawan Jema’at Ahmadiyah. Dengan sempurnanya seratus tahun Khilafat Ahmadiyah rasa hasad dan dengki serta perlawanan mereka semakin bertambah berkobar. Mereka takut sumber rizqi dusta mereka akan terkikis habis. Para politisi, disebabkan tidak mempunyai minat didalam agama, mereka hanya berminat didalam politik semata-mata untuk mendapatkan kursi. Mereka mengira bahwa jika tidak mengikuti kehendak para Mullah (pemimpin agama) dan tidak ikut menentang Ahmadiyah tentu didalam pilihan raya (pemilihan umum) mereka khawatir tidak akan mendapat suara banyak dan akan kehilangan kursi atau tidak akan mendapat kursi. Sebenarnya tujuan mereka ini bukan semata-mata untuk berkhidmat kepada Negara, namun mereka bertujuan untuk mendapatkan atau mempertahankan kursi sambil merampok hak-hak rakyat dan duduk memakan uang dari kas Negara.

Rizqi atau harta yang tidak toyyib dan kotor itu yang diperoleh atas dasar dusta dan kebohongan, akhirnya akan ada tangan Ghaib yang akan merampasnya kembali. Para Mullah diliputi perasaan khawatir jangan-jangan sarana untuk mendapatkan dana atau pendapatan dengan mengatasnamakan pembangunan Madrasah atau atas nama pembangunan sarana pendidikan lainnya lagi dan jalan memungut wang dari masyarakat dengan cara membodohi mereka atau jalan untuk meminta bantuan wang Negara akan tertutup. Mereka inilah orang-orang yang mencari nafkah atau rizqi dengan jalan mendustakan kebenaran Seorang Utusan yang datang dari Allah swt dizaman ini. Atau mereka berdusta demi mendapatkan rizqi atau nafkah. Cobalah perhatikan dengan cermat bahwa rizqi mereka itu dihasilkan semata-mata dengan jalan dusta. Dan itulah rizqi yang sangat buruk. Jadi mereka mendapatkan rizqi itu bukan hanya kerana mendustakan kebenaran saja bahkan dengan jalan perlawanan yang semakin keras terhadap kebenaran yang datang dari Allah swt dizaman ini. Tengoklah mereka itu jelas mendapatkan rizqi disebabkan terang-terangan menolak kebenaran, melakukan perlawanan dan disebabkan perkataan dusta mereka. Maka Allah swt-pun akan mengundang mereka dengan hidangan air sangat panas mendidih, sebagaimana firman-Nya : وَتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ

10

Artinya : Tempat tinggal mereka akan disediakan didalam Neraka yang membakar.

Jadi sekarang orang-orang tengah melawan Ahmadiyah, medan perlawanan semakin berkobar dan sengit. Baik di Pakistan maupun di Indonesia, dikedua negara ini para politisi dan para Mullah tengah bersatu-padu melawan Ahmadiyah. Mereka tengah membuat masyarakat awam menjadi bodoh dengan menyebarkan issue untuk melawan dan menentang Ahmadiyah, katanya : “demi mempertahankan agama.” Padahal dibalik itu mereka mempunyai perasaan takut jangan-jangan kesempatan untuk mendapatkan dana atau bantuan kewangan mereka menjadi tersumbat. Usaha penjarahan dan perampokan yang mereka lakukan dengan sangat kejam itu jangan-jangan akan terkendala.

Maka saya nasihatkan kepada semua orang Ahmadi disana untuk bersabar dan tabah dalam menghadapi situasi sekarang ini. Anda semua telah beriman kepada Masih Mau’ud a.s. yang datang dari Allah swt, maka disebabkan telah menjadi orang-orang beriman kepada beliau pasti anda semua akan menjadi orang-orang yang dekat dengan Allah swt. Dan untuk orang-orang yang telah dekat dengan Allah swt telah diberi khabar suka berupa surga yang sarat dengan karunia dan ni’mat-ni’mat-Nya yang tidak terhingga.

Sejak seratus dua puluh tahun yang lepas musuh-musuh Jema’at terus-menerus melakukan perlawanan dan kekerasan terhadap Jema’at Ahmadiyah, sehingga kita semua banyak menanggung kerugian dan kesusahan dengan sabar dan tabah, akan tetapi maksud dan tujuan mereka tidak pernah berhasil dan tidak pernah terpenuhi. Mereka hendak menghapuskan Jema’at ini. Seorang Pemimpin telah mengeluarkan deklarasi untuk menghancurkan Jema’at Ahmadiyah ini melalui tangan kekuasaannya, namun sebaliknya dia sendiri telah digantung oleh Tuhan sampai binasa dan semua orang sudah menyaksikan keadaan yang sngat jelas ini. Akan tetapi Jema’at Ahmadiyah ini, secara perorangan maupun secara kelompk telah mendapat banyak kemajuan dibidang harta dan keuangan dan perkembangannya sangat luar biasa diseluruh dunia. Kemudian seorang pemimpin lagi telah bertekad untuk melakukan penghadangan bahkan untuk menghancurkan Jema’at Ahmadiyah ini yang dianggapnya sebagai kangker (barah) yang sangat berbahaya bagi Islam, namun sebaliknya pula dialah sendiri yang telah dihancurkan oleh Allah swt menjadi debu, semua orangpun telah maklum bahkan banyak orang menjadi saksi atas peristiwa yang sangat mengerikan itu. Akibatnya sarana kemajuan Jema’at semakin terbuka lebar diberbagai bidang. Allah swt Yang Raziq telah membuka sarana-sarana baru bagi kemajuan dan perkembangan kewangan Jema’at ini. Allah swt telah menzahirkan kekuasaan-Nya, dan keperkasaan-Nya bagi mendukung Jema’at Ahmadiyah ini. Sebagaimana firman-Nya :

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Artinya : Sesungguhnya, Allah sendirilah Yang bertanggung jawab sebagai Pemberi rizqi, Yang Mempunyai Kekuasaan, Maha Perkasa. (Adz Dzariyat : 59)

Jadi kita hanyalah orang-orang yang melakukan ibadah kepada-Nya dan pemohon rizqi dari pada-Nya. Mereka itu orang-orang dunia, mereka bukanlah pemberi rizqi kita dan tidak pula

11

mereka berkuasa untuk mengobah pendirian dan iman kita. Dan tidak pula mereka mampu menghentikan kita menunaikan ibadah kepada Allah swt.

Beberapa hari yang lalu selepas tanggal 27 Mei 2008 kita merayakan seratus tahun Khilafat Ahmadiyah, dibeberapa bagian negara Pakistan seperti dikota Kotri dekat Haiderabad, Larhkana, Kasymir, Kotly dan dibeberapa kota di Provinsi Punjab, telah terjadi aksi penyerangan terhadap Ahmadiyah dengan sangat biadab. Beberapa mahasiswa kedoktoran di sebuah University di Faisal Abad Provinsi Pujab, telah dikeluarkan dari University dengan alasan hanya karena mereka orang-orang Ahmadiyah. Mereka pikir dengan perlakuan demikian mereka hendak membekukan sarana pencaharian rizqi bagi para mahasiswa itu. Mereka pikir orang-orang ini tidak lama lagi akan menjadi doctor-doktor terutama mereka yang sudah mencapai tahun kuliah terakhir, mereka akan takut mendengar caci-maki terhadap Hazrat Masih Mau’ud a.s. dikiranya mereka akan meninggalkan Ahmadiyah. Orang-orang itu sangat dungu tidak tahu bagaimana kokohnya iman para mahasiswa itu, tidak seperti keadaan iman mereka. Mereka kira para mahasiswa ini akan meninggalkan Ahmadiyah karena takut.

Di Kothly terjadi penyerangan kerumah-rumah lalu mereka melakukan penjarahan. Bahkan setelah mereka mengeluarkan barang-barang dari sebuah rumah kemudian membakar rumah itu sampai hangus. Mereka mengira kita ini arang-orang pengecut atau orang-orang yang dapat memperjual belikan iman. Kita adalah orang-orang beriman kepada Allah swt Yang Dzul Mateen, Maha Perkasa, Yang memperlihatkan ghairah-Nya demi melindungi hamba-hamba-Nya. Dan apabila Dia menangkap musuh-musuh-Nya maka Dia hancurkan seperti debu. Demikianlah yang telah kami saksikan.

Jadi hadapilah situasi dengan tabah dan sabar, demikian juga saya katakan kepada para anggauta Jema’at Ahmadiyah di Indonesia, jika disana tabligh sudah dilarang dan beberapa jenis kegiatan lain lagi telah dibekukan oleh Pemerintah, walaupun secara pasti Pemerintah tidak membubarkan Ahmadiyah, akan tetapi berdasarkan berita dari beberapa media terbukti bahwa keadaan Jema’at disana sama saja dengan ditutup atau dibubarkan. Orang-orang Jema’at disana harus meningkatkan semangat berdo’a !!

Di Pakistan, dengan Undang-undang kejam yang telah dikeluarkan untuk melarang Ahmadiyah, bisakah mereka menghalangi Jema’at Ahmadiyah dari berkembang disana? Bahkan hujan karunia dan pertolongan Tuhan disegenap penjuru dunia semakin banyak dari waktu sebelumnya. Dan undang-undang yang telah dikeluarkan Pemerintah Indonesia juga untuk membekukan Jema’at Ahmadiyah akan menjadi sarana untuk berkembangnya Jema’at disana lebih luas lagi dari waktu-waktu sebelumnya, Insya Allah !!

Maka perbanyaklah do’a, insya Allah Ta’ala, waktu tidak lama lagi akan tiba, apabila rencana makar (jahat) mereka akan berbalik menghantam muka mereka sendiri. Bagaimanapun semua warga Jema’at diseluruh dunia harus berdo’a sebanyak-banyaknya untuk orang-orang Ahmadi Indonesia dan Pakistan, semoga Allah swt memberi jalan-jalan kemudahan bagi mereka dan menjauhkan kesusahan dan penderitaan mereka. Amin !!

12

Pada akhirnya saya ingin memberitahukan bahwa didalam minggu ini saya akan mengadakan lawatan ke Amerika dan Canada, disana akan diadakan Jalsah berkenaan dengan Sadsalah Jubilee Khilafat, persiapan mereka sudah mencapai taraf Akhir. Mereka sering mengirim surat menyatakan sangat menginginkan kehadiran saya disana. Memang dengan pertemuan secara langsung banyak faedahnya bagi kebaikan dan kemajuan Jema’at. Lawatan ke Amerika merupakan lawatan pertama bagi saya. Saya mengharapkan do’a dari saudara-saudara semoga Allah swt memberkati lawatan ini, dan semoga lawatan ini sangat berberkat bagi Jema’at. Dan semoga Allah swt memberi kemudahan-kemudahan untuk mencapai semua maksud dan tujuan lawatan ini. Berkat adanya lawatan ini semoga Allah swt menimbulkan semangat baru demi kemajuan Jema’at dikedua negara itu dan juga bagi semua Jema’at diseluruh dunia. Dan semua program yang sudah dan sedang dilangsungkan didalam abad Khilafat yang baru ini semoga membangkitkan semangat baru dikalangan Jema’at diseluruh dunia. Dan semoga Allah swt memberi kemudahan-kemudahan didalam lawatan ini. Amin !!!

Alih Bahasa dari Urdu Audio oleh Hasan Basri

KHUTBAH JUM’AH HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba. Tanggal 18 July 2008 dari Baitul Futuh London, U.K. TENTANG : HOSPITALITY DIWAKTU JALSAH SALANAH

•September 29, 2008 • Leave a Comment

01

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّى ْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى عَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ

KHUTBAH JUM’AH

HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.

Tanggal 18 July 2008 dari Baitul Futuh London, U.K.

TENTANG :

HOSPITALITY DIWAKTU JALSAH SALANAH

Seperti biasa didalam khutbah Jum’ah seminggu sebelum dimulai Jalsah Salanah saya ingin mengingatkan para petugas relawan Jalsah Salanah mengenai pelayanan terhadap para tetamu yang datang untuk menghadiri Jalsah. Pelayanan para tetamu ini selain ditanggung seluruhnya oleh Jem’at, ada juga para anggauta Jema’ah yang melayani para tetamu mereka sendiri dari antara famili, kaum kerabat atau kawan-kawan yang datang untuk menghadiri Jalsah Salanah. Mengkhidmati tetamu merupakan akhlaq yang terhormat yang telah disinggung didalam Kitab Suci Al Qur’an dan juga merupakan pengkhidmatan khas para Anbiya dan para pengikut beliau. Pengkhidmatan terhadap tetamu adalh sebuah sarana untuk meningkatkan kecintaan satu sama lain dan mengakrabkan hubungan dengan kerabat dan handai taulan, sehingga kesempatan untuk bertabligh-pun akan lebih terbuka.

Sunnah Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w. mengenai pengkhidmatan terhadap tetamu selalu ternampak dihadapan kita. Dan didalam kehidupan Asyiq Shadiq Hazrat Masih Mau’ud a.s. juga ternampak secara khas kepada kita bagaimana beliau mengkhidamati para tetamu beliau. Allah s.w.t. juga telah memberi tahu kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. bahwa banyak sekali para tetamu akan datang secara berbondong-bondong. Oleh sebab itu ilham berikut ini juga telah turun

02

kepada beliau : وَ لاَ تُسَاعِرْ خَدَّكَ وَلاَ تَئْثَمْ مِنَ النَّاسِ janganlah engkau menunjukkan akhlaq buruk kepada para tetamu yang akan berdatangan kepada engkau dan jangan merasa lelah menghadapi jumlah tetamu yang banyak itu. Hal itu menunjukkan bahwa Hazrat Masih mau’ud a.s. akan mengkhidmati banyak sekali tetamu. Dan itulah keistimewaan para Anbiya. Akan tetapi didalam hal itu semua mengandungi nasihat juga bagi kita semua dan juga merupakan sebuah nubuwatan bahwa Langgar Khana Hazrat Masih Mau’ud a.s. akan bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu kedudukan Pusat dimana Khalifa-e-waqt berada atas nama Hazrat Masih Mau’ud a.s. sejumlah manusia akan berkumpul, disana kewajiban mengkhidmati tetamu harus dipenuhi. Disana akhlaq yang istimewa dalam melakukan pengkhidmatan terhadap para tetamu tidak boleh diabaikan oleh orang-orang yang diberi tugas untuk melayani mereka.

Nubuwatan ini mengisyarahkan kepada jumlah anggauta Jema’at juga yang akan semakin bertambah banyak, dan bukan hanya jumlah bilangan saja yang akan bertambah melainkan keikhlasan dan kesetiaan para anggauta Jema’at-pun akan semakin bertambah meningkat. Bahwa jumlah orang-orang mukhlis di Pusat akan terus meningkat sepanjang masa. Orang-orang akan terus berdatangan kepusat Jema’at. Dan bukan hanya jumlah orang-orang yang beriman saja yang akan datang bahkan jumlah orang-orang lain yang akan datang mencari kebenaran juga akan terus meningkat. Dan pengkhidmatan terhadap merekapun akan terus meningkat. Itulah sebabnya Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah memulakan didirikannya Langgar Khanah. Hal itu juga telah beliau tetapkan sebagai salah satu pekerjaan yang sangat penting. Dengan karunia Allah s.w.t sekarang Langgar Khana Hazrat Masih Mau’ud a.s. sudah berdiri disetiap penjuru dunia. Dimanapun pusat-pusat Jema’at Ahmadiyah sudah berdiri, dengan karunia Allah swt, disana perhatian orang-orang yang datang untuk menyelidiki jumlahnya semakin meningkat sekali. Dan apabila waktu untuk

03

mengadakan Jalsah Salanah sudah tiba kita dapat menyaksikan pemandangan yang sangat elok dan sangat menarik bagaimana semangatnya para petugas mengkhidmati para tetamu Hazrat Masih Mau’ud a.s. Sebab mengkhidmati para tetamu adalah tanggung jawab yang sudah diserahkan kepada kita dan untuk melaksanakannya secara umum sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang Ahmadi dan khasnya bagi para petugas dan Khalifa-e-waqt.

Saya kira hal itu merupakan warning bagi kita yakni jika kita tidak memperlihatkan akhlaq yang tinggi diwaktu melaksanakan pengkhidmatan para tetamu, tentu kalian akan terlepas dari ni’mat Allah s.w.t. Dan jika akhlaq ini kalian tegakkan tentu akhlaq itu akan menjadi sarana bagi kalian untuk meraih karunia dan keridhaan Allah s.w.t.

Jadi, semua para pegawai dan semua para petugas relawan serta mereka yang mengatur sangat beruntung kerana mereka telah menyerahkan jiwa-raga mereka untuk mengkhidmati para tetamu Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan mereka tengah menerima kesempatan yang sangat baik untuk meraih keridhaan Allah swt. Dengan karunia Allah s.w.t sejumlah kaum lelaki dan juga kaum perempuan yang sudah berumur lanjut, para pemuda dan para pemudi bahkan anak-anak juga dengan penuh semangat menyerahkan diri untuk mengkhidmati para tetamu dan untuk menjalankan berbagai macam tugas lainnya didalam Jalsah Salanah. Dan sudah berulang-kali saya katakan bahwa Jalsah Salanah dilaksanakan disetiap negara dimana Jema’at Ahmadiyah sudah berdiri dan sering kali saya sudah ikut menghadirinya. Maka orang-orang Ahmadi disetiap Negara atau setiap Bangsa selalunya menyerahkan diri untuk menjalankan tugas-tugas didalam Jalsah Salanah. Dan mereka dengan ikhlas dan relahati meyerahkan diri mereka untuk itu. Saya sudah mengemukakan contoh tentang orang-orang Afrika bagaimana ikhlas dan gembiranya mereka menjalankan tugas. Selain itu Jema’at di Amerika dan Canada juga telah melangsungkan Jalsah Salanah,

04

disana juga orang-orang dari berbagai peringkat umur dan kedudukan dengan giat dan semangat menyerahkan jiwa-raga mereka untuk melakukan pengkhidmatan didalam Jalsah salanah. Dan mereka menjalankan tugas dengan hati senang dan gembira.

Akan tetapi pentingnya Jalsah Salanah UK mempunyai motif tersendiri. Dengan karunia Allah swt persiapan-persiapan disini debanding dengan negara-negara lain jauh lebih besar dan lebih banyak ragamnya, disebabkan tempat kedudukan Khilafat ada disini. Dan perhatian manusia terhadap Jalsah disini lebih banyak dibanding dengan perhatian terhadap Jalsah dinegara-negara lain, baik dari pihak anggauta Jema’at sendiri maupun dari pihak orang-orang non Ahmadi juga. Oleh sebab itu orang-orang yang menjalankan berbagai macam tugas mereka melaksanakannya lebih cermat dan dengan hati senang dan gembira. Dan jelaslah, sebagaimana telah saya katakan berulang kali bahwa dimanapun Jalsah diadakan tanpa disadari sifatnya sudah seperti keadaan Jalsah di-Pusat. Dan pikiran dan perhatian saya juga banyak terpusat kepadanya. Harapan dan kedambaan orang-orang juga banyak tercurah kepadanya, khasnya orang-orang yang datang dari negeri lain sebagai tetamu.

Secara sepintas lalu saya ingin katakan disini bahwa disebabkan Jalsah Khilafat, khuddam London dan para petugas lainnya yang menjalankan tugas security atau yang menjalankan tugas secara tetap di Langgar Khanah atau dalam suatu seksi jamuan lainnya yang telah mewaqafkan diri mereka untuk itu, karena disini diadakan bermacam ragam jamuan lebih kerap dan lebih banyak dibandingkan dengan keadaan dinegeri-negeri lain, orang-orang disini lebih banyak dan tetap menjalankan tugas-tugas mereka dengan semangat pengurbanan yang tinggi. Dan sejak 24 tahun yang lalu mereka melaksanakan tanggung jawab mereka dengan sangat baik dan rapih. Memang kalau di Qadian dan Rabwah ada para petugas tetap untuk itu. Akan tetapi sebagian besar tugas Langgar Khana di sini dan berbagai

05

macam pekerjaan di Masjid Fadzal London dilakukan secara suka-rela oleh Anggauta Ansar dan Khuddam. Semoga Allah sw.t. memberi ganjaran yang sangat baik kepada mereka atas pekerjaan-pekerjaan yang mereka lakukan itu. Sekalipun tinggal di negeri ini, negeri yang segala bahan keperluannya sangat mahal, namun dengan ikhlas mereka mengurbankan harta dan waktu mereka. Semua pegawai dan para petugas itu melakukan semua pengkhidmatan dengan semangat dedikasi kerana mereka mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Jema’at dan mempunyai kesetiaan penuh dan kuat terhadap Khilafat. Semoga Allah s.w.t. dimasa depan-pun selalu memberi taufiq kepada mereka untuk melakukan pengkhidmatan seperti itu.

Jalsah Jema’at Ahmadiyah dan semua Nizam yang berkaitan dengan Langgar Khanah memberi kesan sangat baik terhadap orang-orang ghair Ahmadi yang menyaksikan. Sejak dizaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. juga orang-orang non Ahmadi yang datang ke Qadian sangat terkesan menyaksikan pengkhidmatan terhadap para tetamu khasnya yang dilakukan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. sendiri. Sekarang juga Langgar Khana yang telah didirikan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini sangat mengesankan orang-orang luar yang menyaksikannya. Begitu juga ketika saya mengadakan lawatan ke Afrika, dimana telah diadakan Jalsah Salanah, berkanaan dengan Sadsalah Jubilee Khilafat Ahmadiyah, orang-orang ghair Ahmadi yang datang pada waktu itu merasa sangat terkesan dan hairan melihat pemberian makanan kepada tetamu yang begitu banyak jumlahnya sehingga banyak orang menganggap bahwa keadaan demikian sebagai bukti sebuah Jema’at Allah swt, mereka berkata : Dimanapun kami tidak pernah melihat pengkhidmatan terhadap tetamu seperti ini. Semua kejadian itu merupakan buah dari pada tarbiyyat Ghulam Shadiq Hazrat Muhammad s.a.w. yakni Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s.yang telah menunjukkan jalan ini sesuai dengan teladan Hazrat Muhammad s.a.w. Dengan melihat cara pengkhidmatan dan kemurahan Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w. terhadap

06

sejumlah para tetamu banyak orang-orang kafir yang sangat terkesan dan mendapat jalan untuk mengenal kebenaran kemudian mereka masuk Agama Islam. Jadi pengkhidmatan terhadap tetamu adalah sebuah akhlaq terpuji yang menjadi sarana untuk membawa manusia menjadi dekat satu sama lain baik dari segi agama maupun dunia. Pada zaman sekarang ini untuk mengadakan pembaharuan dibidang Agama dan untuk mengajak manusia mengenal kepada penciptanya dan untuk membawa mereka dekat dengan Allah s.w.t. dan untuk menegakkan akhlaq yang tinggi, Allah swt telah mengutus Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. dan Allah swt juga telah berjanji kepada beliau : Aku akan sampaikan tabligh engkau kesegenap penjuru dunia. Yakni semua pekerjaan yang telah diserahkan kepada Hazrat Masih Muhammadi a.s. sekalipun secara zahirnya sedang disempurnakan melalui perjuangan beliau dan melalui Nizam Khilafat setelah beliau a.s. akan tetapi kekuatan untuk menggerakkan hati manusia untuk menerima kebenaran tidak dapat dikuasai oleh siapapun kecuali oleh Allah s.w.t. Oleh sebab itu pekerjaan tabligh ini sesungguhnya dilakukan oleh Allah s.w.t. sendiri. Dan Dia terus-menerus melakukan tabligh-Nya. Dan berkat pertolongan Allah s.w.t. yang sangat luar biasa ini sesuai dengan firman-Nya, kepada hati siapa Dia menggerakkan, dianya akan datang untuk menerima kebenaran.

Kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. turun sebuah ilham :

يَأْتُوْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍِّ عَمِيْقْ

Artinya : Orang-orang akan berdatangan kepada engkau dari tempat-tempat yang sangat jauh.

Jadi apabila Allah mengirimkan orang-orang kepada engkau untuk menerima kebenaran Agama, untuk belajar Agama, dan untuk mengadakan penyelidikan tentang Agama, janganlah engkau gentar atau takut !! Melainkan terimalah mereka dan khidmatilah mereka sebagai tetamu sambil menunjukkan akhlaq dan perangai yang tinggi. Itulah pentingnya para tetamu yang

07

datang kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan pentingnya bagi beliau untuk mengkhidmati mereka. Dan sempurnalah maksud dan tujuan beliau menyelenggarakan Jalsah Salanah. Orang-orang berkumpul supaya iman dan keruhanian mereka semangkin meningkat.

Jadi, para tetamu yang datang untuk Jalsah, mengkhidmati mereka dalam segi apapun menjadi tanggung jawab setiap petugas untuk mengkhidmatinya. Dan setiap petugas dan pegawai Jalsah telah menyerahkan dirinya untuk itu dan telah ditentukan tugas-tugas mereka masing-masing diberbagai seksi. Tetamu itu datang sebagai tetamu Hzrat Masih Mau’ud a.s. Allah swt telah memberi perintah kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. agar jangan merasa takut dan gelisah menghadapi para tetamu itu dan jangan pula menunjukkan akhlaq yang buruk dihadapan mereka.

Kita merasa hairan dan kagum mengetahui betapa baiknya pengkhidmatan Hazrat Rasulullah s.a.w.terhadap para tetamu beliau. Tengoklah bagaimana suri teladan telah diperlihatkan dengan sangat baik oleh Hazrat Rasulullah sa.w., ketika sebuah tempat tidur atau tilam yang telah dikotori oleh tetamu, maka beliau sendiri yang telah membersihkannya tanpa mengeluarkan sepatah katapun terhadap perbuatan buruk tetamu beliau itu.

Pada suatu hari tetamu datang sebagai delegasi dari Kerajaan Najasyi, beliau sendiri yang melayani dan mengkhidmatinya. Seorang sahabat beliau memohon untuk menggantikan beliau melayani dan mengkhidmati tetamu itu, supaya beliau jangan menyusahkan diri, namun pada waktu itu beliau bersabda : Orang-orang ini telah mengkhidmati dan melayani orang-orang Islam dengan sangat hormat ketika datang kenegeri mereka, sekarang telah menjadi kewajiban saya sendiri untuk melayani dan mengkhidmati mereka ini. Kemudian tetamu datang kepada beliau dan beliau memberinya minum susu seekor kambing. Lalu dia minta lagi dan Hazrat Rasulullah s.a.w. pun memberinya lagi. Lalu minta tambah lagi

08

dan Rasululklah s.a.w.-pun dengan senang hati memberinya terus sehingga tetamu itu merasa kenyang setelah meminum susu tujuh ekor kambing. Melihat keadaan demikian beliau sama-sekali tidak berkata : Apa yang kamu lakukan ini atau macam apa perut kamu ini ??

Hazrat Rasulullah s.a.w. memberi Tarbiyyat kepada para sahabat beliau tentang pelayanan atau pengkhidmatan terhadap tetamu itu demikian baik dan sangat mengesankan sehingga pada suatu hari terjadi datang seorang tetamu kerumah seorang sahabah yang mempunyai makanan hanya cukup untuk seorang anaknya sendiri yang sedang merasa lapar. Demi melayani tetamu itu sang anak dibujuk dan ditidurkan, kemudian lampu-pun pada malam itu dipadamkan. Mulailah tetamu itu disuruh makan ditemani oleh tuan rumah. Tetamu itu mulai menyantap makanan yang telah tersedia dipinggannya, sedangkan tuan rumah menemani sambil mengunyah dengan suara keras padahal didalam mulutnya tidak ada apa-apa yang sedang dimakan. Hal itu beliau lakukan hanya untuk memberi kesan kepada tetamu itu seakan-akan tuan rumahpun sedang menemaninya makan bersama-sama. Peristiwa melayani tamu itu sangat disenangi oleh Allah swt sehingga melihat demikian Tuhan-pun tersenyum diatas Arasy. Kemudian Tuhan-pun dengan gembira memberitahukan peristiwa pengurbanan dan perlakuan seorang khadim-Nya itu dengan ilham kepada Rasulullah s.a.w..

Contoh lainnya lagi pengkhidmatan para sahabah terhadap para tetamu, bukan hanya satu dua hari melayani dan mengkhidmati tetamu tiu melainkan untuk beberapa lama. Yaitu ketika para Muhajirin Mekkah hijrah ke Madinah, maka orang-orang Ansar di Madinah sambil menyambut kedatangan mereka, menyerahkan sebagian atau separuh dari harta mereka kepada para Muhajirin Mekkah itu. Sehingga pemandangan itu sangat menyenangkan Allah swt dan menurunkan ayat ini dengan firman-Nya :

وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ

09

mereka mengutamakan kepentingan para Muhajirin daripada kepentingan diri mereka sendiri. Dan pengurbanan mereka itu bukan karena keadaan mereka sudah serba cukup atau mereka itu orang-orang kaya sehingga mereka menyerahkan sebahagian dari harta mereka. Keadaan mereka sangat susah dan miskin namun dengan ikhlas mereka telah memberikan pengurbanan itu kepada saudara-saudara ruhani mereka.. Pemandangan ayat :

ruhamaa-u bainahum (mereka saling mencintai dengan akhlaq lemah-lembut) رُحَمَاء بَيْنَهُمْ

nampak setiap waktu kepada kita. Mereka sangat senang dan gembira menolong dan mengkhidmati para muhajirin seperti terhadap saudara-saudara mereka sendiri.

Maka sebagaimana telah saya katakan, para tetamu datang untuk menghadiri Jalsah khususnya di UK ini semata-mata karena kecintaan mereka terhadap Khilafat dan untuk belajar mencari pengetahuan agama. Oleh sebab itu pengkhidmatan terhadap mereka merupakan kewajiban kita semua. Melayani mereka dengan ceriah dan lemah-lembut adalah kewajiban kita semua. Banyak dari antara mereka datang dari Pakistan baru pertama kali dan banyak yang datang dari Afrika dan berbagai negara lainnya juga. Melayani mereka sambil menunjukkan akhlaq yang setinggi-tingginya dan mempperhatikan setiap keperluan mereka menjadi kewajiban kita semua. Baik mereka orang miskin, orang kaya semua harus kita layani dan khidmati sebagai tetamu Hazrat Masih Mau’ud a.s. Tahun ini bersamaan dengan genapnya seabad Khilafat Ahmadiyah diharapkan akan banyak sekali tetamu datang. Oleh sebab itu persiapan-persiapan-pun sedang diusahakan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Para pegawai dan petugas harus berusaha untuk memperoleh kesuksesan yang sebaik-baiknya. Berapapun persiapan yang harus dilakukan jika para petugas dan pegawai tidak bekerja dengan baik dan cermat tentu semua persiapan akan terbengkalai.

Dengan perasaan senang dan gembira serta semangat yang tinggi para tetamu itu datang, demikianlah juga para

10

pegawai dan petugas lelaki maupun perempuan harus menyambut mereka dengan perasaan senang dan gembira pula. Dan setiap waktu harus senantiasa siap untuk mengkhidmati dan melayani mereka. Jadi bersamaan dengan genapnya seabad Khilafat Masih Muhammadi para pegawai dan petugas relawan juga harus menimbulkan semangat dan azam didalm diri mereka lebih dari sebelumnya. Dan mereka harus menunjukkan teladan seperti yang telah ditunjukkan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. terhadap para tetamu beliau yang telah beliau tegakkan sebagai teladan bagi kita untuk zaman ini. Hal itu juga merupakan sebuah lembaran yang sangat indah didalam sirat (riwayat hidup)Hazrat Masih Mau’ud a.s. Dan dari segi inilah saya ingin mengemukakan beberapa contoh peristiwa dari sirat Hazrat Masih Mau’ud a.s.

Berekenaan dengan pengkhidmatan demi para tetamu Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah memberi nasihat sebagai berikut : “ Muhtamim Langgar Khana harus diberi penegasan bahwa “ setiap tetamu yang memerlukan apapun harus diperhatikan betul, akan tetapi oleh karena dia bekerja hanya seorang diri sedangkan pekerjaannya banyak, mungkin saja dianya tidak sempat memikirkan hal itu. Oleh sebab itu orang lain harus selalu mengingatkannya.”

Dengan karunia Allah swt sekarang pekerjaan sudah cukup banyak dan kompleks dan telah tersedia para pegawai sementara dan petugas permanent juga sudah cukup banyak, dengan demikian tidak patut terjadi kelemahan disalah satu seksi apapun.

Selanjutnya beliau a.s. bersabda : “ Karena melihat pakaian seseorang tetamu sudah kotor tidak boleh mengurangi hormat dan adab kepadanya. Bagaimanapun keadaannya posisi tetamu adalah sama. Dan jika ada orang-orang baru yang datang kesini dan memerlukan sesuatu harus diperhatikan betul-betul keperluan mereka itu, kerena merupakan kewajiban kita untuk memenuhinya. Diantara mereka banyak yang belum tahu dimana letaknya tandas (toilet), mereka harus diberitahu

11

supaya pada waktu diperlukan jangan sampai mereka merasa susah. Oleh sebab itu sangat penting sekali untuk memperhatikan setiap keperluan para tetamu itu. Saya sering mengalami sakit, nasihat ini merupakan bagian akhir dari kehidupan saya. Oleh karena itu orang yang telah ditunjuk untuk menangani hal itu, menjadi kewajibannya untuk menjaga jangan smpai timbul sebarang complain atau keluhan dari sesiapapun. Sebab banyak sekali orang-orang yang dengan hati ikhlas datang dari jarak ribuan mil jauhnya untuk menimba ilmu dan mencari kebenaran, jika sudah sampai disini mereka merasa susah mungkin mereka akan merasa kesal sehingga menimbulkan complain atau keluhan-keluhan, yang akibatnya akan menimbulkan cobaan dan akhirnya menjadi dosa diatas tuan rumah.”

Maka sebagaimana telah saya katakan bahwa orang-orang akan berdatangan dari berbagai macam bangasa dan dalam jumlah yang sangat banyak dan banyak sekali yang baru pertama kali datang. Dan akan banyak sekali tetamu yang datang dari Afrika dan dari negara-negara lainnya yang bukan orang Ahmadi. Melayani dan menjaga perasaan mereka serta memperhatikan semua keperluan mereka itu merupakan kewajiban setiap pegawai dan setiap petugas relawan Jalsah Salanah. Ditahun-tahun yang sudah lepas dengan karunia Allah s.w.t. banyak sekali orang-orang luar yang sangat terkesan melihat semua praktik pelayanan dan pengurusan semua bidang dengan rapih, yang sudah biasa dilakukan oleh para petugas. Siapapun orang ghair yang datang melihatnya sangat terkesan.

Pada Jalsah sekarang ini sangat menarik pikiran sekali sebab jumlah yang hadir mungkin akan banyak sekali. Akan tetapi jumlah tetamu yang banyak ini jangan membuat sebarang pelayanan atau pengkhidmatan terhadap mereka menjadi terbengkalai.

Pada suatu ketika telah diceritakan bagaimana pelayanan Hazrat Masih Mau’ud a.s. terhadap tetamu, beliau bersabda : “ Saya selalu memikirkan agar jangan ada seorang tetamupun

12

yang merasakan sebarang kesusahan. Bahkan saya selalu menegaskan kepada para petugas relawan Jalsh supaya sedapat mungkin diusahakan agar para tetamu merasa selesa dan senang hati. Perasaan hati tetamu sangat rapuh seperti rapuhnya sebuah cermin. Sedikit saja cermin itu terkena sentuhan ianya akan menjadi pecah. Biasanya saya selalu mempersiapkan diri untuk makan makanan bersama-sama dengan para tetamu. Akan tetapi setelah saya mengalami sakit agak berat dan terpaksa harus memakan makanan sesuai dengan pantangan-pantangan, saya tidak bisa makan bersama-sama mereka lagi. Kadangkala makan bersama-sama tetamu demikian ramainya sehingga tempat-pun tidak cukup. Oleh sebab itu terpaksa saya makan terpisah. Dari pihak kami diperbolehkan siapapun yang akan mengemukakan sebarang kesusahannya atau keluhannya supaya diajukan kepada bagian yang mengatur persiapan. Kadangkala ada orang sakit, untuknya harus disediakan makanan tersendiri. Sekarang dengan karunia Allah swt sekalipun makanan tidak disiapkan untuk setiap macam bangsa namun makanan dipersiapkan beberapa macam, dan menjadi kewajiban para petugaslah untuk menyediakan makanan bagi mereka sesuai dengan selera mereka.

Hazrat Maulvi Hassan Ali Sahib r.a. menceritakan keadaan beliau sebelum bai’at masuk Ahmadiyah. Pertama kali beliau pergi ke Qadian pada 1887. Beliau mengatakan : “Saya merasa sangat ta’ajub (hairan) melihat pelayanan Hazrat Sahib terhadap tetamu. Saya ingin menulis kejadian kecil saja sehingga nanti orang-orang boleh mengukur bagaimana beliau melayani tetamu. Saya mempunyai kebiasaan makan paan (daun sirih). Daun sirih itu bisa dibeli dikota Amritsar juga. Akan tetapi di Batala tidak ada orang yang menjual daun sirih itu. Terpaksa saya melanjutkan perjalanan sambil memakan elaici (kapolaga)sebagai pengganti makan sirih. Salah seorang teman dari kota Amritsar tanpa diketahui saya telah menceritakan kebiasaan buruk saya itu kepada Hazrat Sahib. Sehingga dengan diam-diam Hazrat Mirza Sahib telah

13

mengirim seorang dari Gurdaspur ke Amritsar untuk membeli daun sirih itu. Pada hari kedua ketika selesai makan pukul sebelas siang saya lihat daun sirih sudah tersedia diatas meja. Daun sirih itu telah dibeli untuk saya dari tempat yang jauhnya 16 Kos atau 32 Miles. Kota Amritsar jauhnya dari sana 16 Kos atau 32 Miles, dari sana Hazrat Sahib telah memesan daun sirih untuk saya. Pada tahun 1894 sayapun bai’at, sebab pada lawatan pertama kali ke Qadian tahun 1884 pembai’atan belum dimulai.

Sebuah riwayat telah ditulis oleh Hazrat Mirza Basyir Ahmad r.a. dari Hazrat Abdullah Sanauri. Katanya Hazrat Masih Mau’ud a.s. sedang berbaring di ruangan Baitul Fikir yang merupakan bagian dari rumah Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan saya sedang memijit-mijit kaki beliau. Tiba-tiba seseorang, barangkali Lala Syarampat atau Malawamal telah mengetuk jendela bilik Baitul Fikir itu. Saya bangun hendak membuka jendela itu, akan tetapi dengan cepatnya Hazrat Sahib bangun dan segera menuju jendela dan membuka rantai penutupnya. Kemudian beliau kembali dan duduk ditempat semula dan bersabda : “ Anda tetamu saya dan Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa tetamu harus dihormati”. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana sifat merendah diri Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang tidak ada bandingannya itu. Beliau telah menunjukkan kepada saya sebuah contoh yang luhur dalam menghormati tetamu. Nampaknya memang sebuah perkara kecil, akan tetapi seorang majikan telah menghormati anak buahnya hanya semata-mata untuk mengamalkan sabda dan contoh-teladan Hazrat Rasulullah s.a.w. Perbuatan demikian hanya dapat dilakukan oleh seorang Asyiq Sejati, yang betul-betul mencintai Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w. Sekarang para penentang atau musuh-musuh Jema’at Ahmadiyah menuduh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi Masih Mau’ud a.s. menganggap diri beliau lebih mulia dari Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w. na’uzubillahi min Zalik!! Asyiq sejati seperti itulah yang ingin diciptakan oleh

14

Hzrat Masih Mau’ud a.s. didalam Jema’at beliau.

Pada suatu ketika seorang Sah Autar dari Begowal, daerah Kapoor Thala mau datang untuk mengobati adiknya kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Setelah berita tentang itu sampai kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. beliau segera menyediakan tempat yang sangat khas untuk tinggal tetamu itu. Beliau dengan rasa cinta dan sangat lemah lembut memeriksa dan dengan sangat teliti sekali menanyakan penyakit apa yang sedang dialami oleh tetamu itu. Dan beliau dengan sangat khas menegaskan kepada Hazrat Maulvi Noorud Din (Khalifatul masih Awwal r.a.) bahwa Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w. sangat menghargai dan menghormati tetamu yang datang dari Najasyi, karena suatu ketika Raja Najasyi pernah berlaku sangat baik dan hormat kepada orang-orang Islam. Demikianlah Hazrat Masih Mau’ud a.s-pun menunjukkan akhlaq dan sopan santun yang sangat baik sesuai dengan teladan yang ditunjukkan oleh Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w.

Hazrat Mir Hamid Ali Shah Sahib r.a. Sialkoti telah menulis sebuah riwayat beliau sendiri, katanya telah terjadi pada masa permulaan Jema’at setelah saya tinggal lama di Qadian bersama Hazrat Sahib saya meminta izin kepada beliau untuk pulang kekampung. Huzur tengah duduk didalam dan berkata : Tunggulah sebentar saya akan keluar. Mendengar perkataan beliau sayapun berdiri diluar. Mendengar Huzur mau keluar, orang-orang yang ada disekitar rumahpun tiba-tiba berkumpul seperti laron siap untuk mangerumuni beliau, sehingga Hazrat Maulana Nuruddin juga datang. Orang-orang Jemaat sudah berkumpul. Ketika kami sedang menunggu kedatangan beliau keluar, apa yang kita lihat ? Tangan kanan beliau memegang sebuah Jug penuh berisi susu dan di tangan sebelah lagi beliau pegang gelas. Bersama beliau Mian Basyiruddin Mahmud Ahmad, yang kemudian menjadi Khalifah Sani, juga keluar. Begitu sampai diluar beliau bertanya : “Dimana Syah Sahib ?” Saya sedang berdiri didepan dan orang-orang lainpun ada disana. Lalu saya berkata : “Huzur

15

saya ada disini.” Huzur berkata kepada saya : Duduklah !! Mendengar perintah beliau, saya langsung duduk. Kemudian Huzur menuangkan susu kedalam gelas dan memberikannya kepada saya. Sayapun minum susu itu. Sudah habis saya minum, beliau memberi satu gelas lagi dan berkata minumlah lagi ! Lalu saya minum sampai habis. Lalu beliau memberi satu gelas lagi yang ketiga kalinya dan saya berkata : Huzur perut saya sudah penuh. Beliau berkata : Minum lagi !! Lalu sayapun minum lagi sampai habis dan terasa sangat kenyang. Tiba-tiba beliau mengeluarkan biskit satu bungkus dari dalam saku beliau sambil berkata : Bawalah ini untuk dimakan dijalan, supaya jangan merasa lapar. Akhirnya beliau berkata kepada saya mari kita pergi, sayapun pergi mengantar, kata beliau. Saya berkata kepada beliau, Huzur tidak usah menyusahkan, biarlah saya pergi sendiri sampai ketempat delman (kereta kuda). Akan tetapi Huzur berkata : “Tidak apa-apa kita berjalan bersama-sama.” Beliau mengantar bersama beberapa orang sahabat lainnya sambil berbincang-bincang mengenai agama sepanjang jalan. Sesudah mendapat kendaraan sayapun pergi dan beliau bersama para sahabat lainnya kemabali kerumah beliau.

Riwayat dari Munsyi Abdullah Sahib meriwayatkan sebagai berikut : Pada suatu hari setelah pergi berjalan-jalan bersama Hazrat Sahib, beliau berkata kepada saya: Anda tetamu saya, perlu apapun beritahulah kepada saya tanpa malu-malu. Sebab saya selalu berada didalam rumah tidak tahu barang-barang apa saja yang diperlukan oleh tetamu. Sekarang disebabkan banyaknya tamu yang datang, pelayan-pelayan juga mungkin tidak mampu melayani semua dengan baik. Jika anda tidak sempat atau tidak suka menyampaikan keperluan anda secara lisan, tulislah diatas kertas lalu berikan kepada saya, sebab mengkhidmati tetamu merupakan kewajiban saya.

Hazrat Mufti Muhammad Sadiq r.a. menulis : “ Saya ingat sekali kira-kira pada tahun 1897 atau tahun 1898 pada suatu hari saya baru datang dari Lahore ke Qadian. Hazrat Masih Mau’ud a.s. menyuruh saya duduk dimesjid Mubarak

16

yang pada waktu itu Masjid Mubarak sangat kecil. Beliau berkata kepada saya : “Duduklah dahulu disni saya sebentar lagi kembali membawa makanan untuk anda kesini.” Beliaupun pergi kedalam rumah, saya pikir beliau akan mengirim seorang pembantu beliau untuk membawa makanan untuk saya. Beberapa menit kemudian pintu terbuka, apa yang saya lihat ? Beliau membawa sendiri makanan itu untuk saya diatas sebuah talam (tray). Sambil menyerahkan makanan itu beliau berkata : Makanlah anda, saya mau mengambil air minum untuk anda. Saya sangat terharu, tak kuasa menahan air mata. Jika seorang majikan, seorang Imam Yang Mulia mengkhidmati anak buahnya begitu baik dan ramah-tamah, bagaimana kita yang mengaku diri kita sebagai murid-muridnya harus saling mengkhidmati sesama teman yang lain ??

Munsyi Zafar Ahmad Kotly r.a. meriwayatkan : Pada waktu Jalsah Salanh banyak sekali orang-orang datang kepada beliau. Banyak diantara mereka tidak mempunyai pakaian hangat. Tidak mempunyai selimut atau tilam untuk tidur. Seorang bernama Nabi Bakhsy dari Batala, mulai meminta bebarapa buah tilam dari dalam rumah beliau lalu dibagikan kepada para tetamu. Setelah sembahyang Isya saya datang menjumpai Hazrat Sahib. Saya nampak beliau sedang duduk dan karena kedinginan melipatkan kedua belah tangan diatas dada beliau dan bersama beliau Mian Mahmud Ahmad putra beliau sedang berbaring diatas lantai diselimuti oleh overcoat beliau. Diketahui bahwa tilam beliaupun telah diambil oleh Nabi Bakhsy dan diberikan kepada tetamu. Saya berkata kepada beliau : Huzur ! Tidak ada selimut dan tilam untuk Huzur, hawa sangat dingin sekali. Beliau bersabda : Para tetamu tidak boleh mengalami kesusahan, jangan memikirkan diri sendiri, malampun akan berlalu begitu saja !! Saya cepat turun dan menjumpai Nabi Bakhsy dan dengan rasa marah saya berkata kepadanya : Mengapa engkau telah mengambil selimut dan tilam Hazrat Sahib ? Dia dengan merasa malu berkata : Barang yang sudah saya berikan kepada tetamu bagaimana harus saya

17

ambil lagi ?? Lalu saya meminta selimut dan tilam dari Mufti Fazlur Rahman lalu diberikan kepada Hazrat Sahib. Namun beliau tidak mengambilnya dan bersabda kepada saya : Berikanlah tilam dan selimut ini kepada tetamu lain, saya jarang merasa ngantuk !!

Hazrat Maufti Sahib r.a. menulis, bahwa Hazrat Masih Mau’ud a.s. sangat mementingkan dan mengambil berat terhadap pengkhidmatan para tetamu. Jika tetamu datang tidak begitu banyak beliau sendiri yang mempersiapkan makanan dan tempat tinggal para tetamu itu. Apabila tetamu mulai bertambah banyak, beliau menyuruh khuddam, Mian Hafiz Ali, Nizamuddin Sahib dan lain-lain untuk melayani mereka sambil menasihati mereka : “Ingatlah jangan membiarkan tetamu dalam keadaan susuah, setiap keperluan mereka harus diperhatikan, tempat tinggal mereka juga harus diperhatikan. Diantara tetamu itu banyak yang kalian kenal dan banyak juga yang tidak kalian kenal. Kalian wajib memperlakukan mereka seperti kalian sudah mengenal mereka semuanya. Musim sangat dingin, sediakan bagi mereka minuman teh panas, jangan sampai ada yang merasa kesusahan. Saya percayakan semua ini kepada kalian untuk memberi keselesaan dan kemudahan terhadap para tetamu. Khidmatilah mereka semuanya, jika ada yang merasa sangat kedinginan diruangan mereka, sediakanlah bara api untuk memanaskan ruangan mereka.

Sekarang saya ingin memperdengarkan kesan-kesan orang ghair Ahmadi tentang pengkhidmatan beliau terhadap tetamu yang datang pada tahun 1905. Setelah mengunjungi Qadian tetamu itu menceritakan kesan-kesannya itu kepada wartawan surat Khabar “Wakil” di kota Amritsar. Katanya : Apa yang saya lihat ? Saya melihat Qadian. Saya berjumpa dengan Mirza Sahib dan menjadi tamu beliau. Saya harus mengucap banyak terima kasih tehadap akhlaq dan perhatian Mirza Sahib. Disebabkan udara panas bibir dan mulut saya pecah-pecah dan saya tidak bisa makan gulai dan makanan lain

yang dihidangkan. Melihat keadaan saya demikian Mirza Sahib

18

cepat-cepat keluar dari rumah entah kemana, tidak lama kemudian beliau kembali ke bilik tetamu sambil membawa susu dan roti untuk saya. Sekarang Mirza Sahib tinggal disebuah kebun yang sangat luas milik beliau sendiri yang letaknya dipinggiran desa Qadian. Para tokoh agama juga tinggal disana. Penduduk Qadian kira-kira 3000 jiwa. Akan tetapi setiap waktu nampak sangat ramai. Disana jalan-jalan tidak diaspal dan tidak rata. Khasnya jalan dari Batala menuju Qadian. Ketika saya datang kesana dengan dokar (kereta kuda) saya merasa susah dan sangat tersiksa sekali, sebab keadaan jalannya yang sangat buruk. Jika didalam hati saya tidak terbit keinginan keras untuk berjumpa dengan Mirza Sahib jangankan 8 mile 8 langkahpun saya tidak akan sanggup untuk pergi. Pengkhidmatan terhadap tetamu merupakan akhlaq khas beliau. Tetamu besar-kecil dilayani dan dikhidmati secara khas.

Saya sudah menguraikan beberapa kisah dan riwayat tentang pengkhidmatan Hazrat Masih Mau’ud a.s. terhadap para tetamu beliau, supaya para pegawai dan petugas relawan Jalsah Salanah disini dengan penuh semangat siap untuk melayani dan mengkhidmati para tetamu dan mudah-mudahan sirat Hazrat Masih Mau’ud a.s. tentang itu senantiasa segar didalam ingatan.

Sudah saya katakan tentu banyak juga para Ahmadi yang menerima tetamu pribadi, diantaranya ada keluarga dekat mereka datang, atau rekan-rekan sejawat datang dari jauh, mereka harus melayani dan mengkhidmati tetamu dengan senang hati dan gembira. Dan tetamu yang datang dibawah tanggung jawab Jema’at harus diperhatikan secara khas oleh para pegawai dan petugas relawan Jalsah. Makanan, tempat tinggal dan transportasi secara khas harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Berhubung banyak sekali tetamu akan datang, maka untuk kemudahan transportasi sedang dilakukan perobahan dan sedang diterapkan cara-cara baru. Oleh sebab itu para petugas relawan yang berkaitan dengan transportasi tentu akan melaksanakannya dengan cermat dan penuh perhatian. Sekalipun Kreta Api dan Bas-bas juga berjalan seperti biasa

19

akan tetapi bas-bas yang diatur oleh Jema’at-pun menyediakan transport untuk beberapa jurusan dengan sistim baru itu. Persiapan ini tersedia untuk mereka yang datang dari negara-negara Eropah. Harus diusahakan supaya mereka dapat disampaikan ketempat Jalsah (Jalsah Gah) pada waktunya. Para tetamu yang datang dari negera-negara lain juga harus diberi penerangan-penerangan secara lemah-lembut dan mereka akan diangkut dengan bas ke Jalsah gah. Oleh sebab itu para pegawai dan para petugas relawan harus memperhatikan mereka dengan sebaik-baiknya. Para tetamu yang datang dari luar negara harus diberi keistimewaan. Berkenaan dengan keadaan cuaca kita tidak merasa yakin sepenuhnya kepada berita ramalan-ramalan cuaca yang dibuat oleh manusia, namun kita harus banyak-banyak berdo’a semoga Allah swt mengatur cuaca yang sesuai dan baik untuk kita selama Jalsah berlangsung. Jika terjadi kesulitan kepada seorang tetamu, supaya memberi tahu kepada petugas dengan cara yang sebaik-baiknya dan dengan perasaan hati yang senang. Yang penting harus diingat bahwa untuk menjalankan pengkhidmatan diperlukan jiwa berkorban. Oleh sebab itu harus diingat didalam hati bahwa kita siap untuk berkorban demi pengkhidmatan ini. Dan Hazrat Masih Mau’ud a.s. secara khas melakukan pengkhidmatan terhadap para tetamu sesuai dengan hak-haknya. Sebab tetamu yang datang adalah tetamu Jalsah dan tetamu Hazrat Masih Mau’ud a.s. maka dengan melakukan pengkhidmatan terhadap mereka akan meraih keridahaan Allah swt. Semoga Allah s.w.t memberi taufiq kepada semuanya untuk menjalankan tugas-tugas pengkhidmatan dengan sebaik-baiknya, Amin !!!

Alih Bahasa dari Audio Urdu oleh Hasan Basri

KHUTBAH JUM’AH HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba. Tanggal 30 Mei 2008 dari Baitul Futuh London U.K. TENTANG : MENSYUKURI HARI KHILAFAT

•September 29, 2008 • Leave a Comment

01

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّى ْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى عَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ

KHUTBAH JUM’AH

HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.

Tanggal 30 Mei 2008 dari Baitul Futuh London U.K.

TENTANG : MENSYUKURI HARI KHILAFAT

Pada tanggal 27 bulan (Mei 2008) yang baru lalu dengan karunia Allah swt kita telah merayakan seabad Khilafat Ahmadiyah. Telah saya jelaskan bahwa perayaan Hari Khilafat tahun ini mempunyai keistimewaan yang sangat khas. Pada umumnya perayaan hari Khilafat seperti ini dialami hanya satu kali oleh setiap insan sepanjang masa hidupnya, sekalipun seseorang mendapat karunia umur panjang namun perayaan semacam ini hanya sekali saja dialaminya diwaktu ia masih mempunyai pikiran dan perasaan yang segar. Kecuali Allah swt telah menganugerahkan ihsan-Nya secara khas kepada seseorang dengan kekuatan phisik dan mentalnya sehingga ianya dapat merayakan untuk kedua kalinya sepanjang hayatnya.

Semata-mata karunia dan ihsan Allah swt bagi kita semua telah dapat merayakan seratus tahun Khilafat Ahmadiya. Sepanjang sejarah Ahmadiyah berjalan sejak 120 tahun yang lepas sebagian besar dari warga Jema’at kita telah

02

menyaksikan dua kali perayaan Jubilium dengan penuh rasa syukur kepada Allah swt, yaitu jubilium berdirnya Silsilah Aliah Ahmadiyah telah kita rayakan pada tahun 1989 yang lalu dan tasyakkur jubilium Khilafat Ahmadiyah yang baru saja kita rayakan beberapa hari yang lalu pada tanggal 27 Mei 2008. Dan Jema’at Ahmadiyah di berbagai negara diseluruh dunia telah merayakannya dengan penuh khidmat. Banyak sekali dari antara anak-anak kita yang belum lahir sebelum tahun 1989, atau walaupun telah lahir setelah tahun itu namun akal pikiran mereka belum mencapai peringkat matang, atau banyak juga anggauta yang masuk Jema’at setelah tahun itu, mereka tidak mengetahui suasana Jubilium itu, akan tetapi pada perayaan jubilium Khilafat ini mereka telah merayakan bersama-sama dengan penuh rasa haru dan syukur, tentu mereka telah merasakan betapa istimewanya perayaan ini. Dinegara manapun Jema’at Ahmadiyah telah berdiri disana mereka membuat program masing-masing dan juga ikut serta menyaksikan program yang ditayangkan melalui saluran MTA.

Program didalam Jema’at masing-masing mungkin akan berjalan terus sepanjang tahun, akan tetapi program pusat yang telah diselenggarakan digedung Excel Centre London yang dihadiri oleh 18000 sampai 19000 orang dan hadir juga para perwakilan dari berbagai negara. Dalam program itu telah ditayangkan acara pusat ini, acara di Qadian dan acara di Rabwah secara serempak melalui saluran MTA.

03

Tayangan ini telah menanamkan kesan yang dalam dan mantap didalam hati para anggauta Jema’at yang menyaksikannya. Banyak sekali para anggauta Jema’at lelaki maupun perempuan yang telah mengirim surat dan juga fax menyampaikan kesan-kesan mereka setelah menyaksikan tayangan MTA itu.

Syukur alhamdulillah baik orang-orang yang hadir dihadapan saya waktu acara berlangsung maupun yang menyaksikan dari jauh melalui sistim pengaturan secara kolektif, orang-orang Jema’at berkumpul disatu tempat maupun secara perorangan dirumah masing-masing atau drumah keluarga besar mereka, dengan cara bagaimanapun mereka dapat menyaksikan dan mendengar suara dari jalannya acara, semuanya dapat mengambil faedah dari acara khas tersebut. Seolah-olah Allah swt melalui acara ini para anggauta Jema’at Ahmadiyah disetiap negara diseluruh dunia dihimpun menjadi satu dengan pengalaman ruhani yang luar biasa menakjubkan sehingga terjallin menjadi sebuah kesatuan yang kuat. Hal itu menunjukkan sempurnanya janji Allah swt yang telah diberikan kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Bukan hanya orang-orang Ahmadi sendiri yang dapat menyaksikan peristiwa itu akan tetapi masyarakat luar Jema’atpun menyaksikannya dengan mata kepala mereka sendiri.

Pada tanggal 27 Mei 2008 tepat seratus tahun usia Khilafat Ahmadiyah telah memperlihatkan zahirnya pertolongan

04

Allah swt kepada orang-orang Ahmadi sendiri dan juga kepada orang-orang luar Jema ‘at. Siapapun juga yang bertemu dengan sya mengatakan bahwa setelah mendengarkan dan menyaksikan berlangsungnya acara itu, merasakan bertambah segarnya iman dan kecintaan mereka terhadap Jema’at. Sebagaimana telah saya katakan bahwa keadaan orang-orang Jema’at diluar negeripun demikian pula, mereka sangat mencintai Khilafat dan mereka menyatakan keimanan dan kesetiaan mereka yang sangat tangguh terhadapnya. Seorang pembuat sya’ir menulis kepada saya, katanya saya merasa seolah-olah baru saja masuk kedalam Jema’at ini. Banyak anggauta Jema’at yang sebelumnya betul-betul tenggelam didalam keraguan. Mereka menulis sepucuk surat kepada saya katanya, setelah bai’at kami banyak membaca istighfar juga dan kamipun telah berjanji juga kepada Huzur namun hati masih dipengaruhi oleh rasa tidak yakin dan ragu, sekarang berkat mengikuti acara peringatan seabad Khilafat ini Allah swt telah membersihkan hati kami bahkan dapat dikatakan bahwa kami telah terlepas dari tipu-daya keraguan yang telah menyelubungi hati kami. Dan sekarang kami siap untuk menghadapi setiap macam pengurbanan apapun demi tegaknya Khilafat Ahmadiyah. Dan kami akan berusaha untuk menanamkan kecintaan dan semangat pengurbanan ini kepada anak keturunan kami, supaya mereka menjadi orang-orang yang selalu menerima berkat dan karunia dari Allah swt

05

melalui Khilafat ini.

Seorang telah menulis lagi katanya, jika ada sarana upacara untuk menghidupkan orang-orang yang sudah mati maka upacara ini beserta pidato Huzurlah yang dapat menjadi sarana untuk itu. Semoga sebuah perobahan besar sungguh-sungguh terjadi dikalangan Jema’at berkat terselenggaranya upacara peringatan seratus tahun Khilafat Ahmadiyah ini. Dan semoga perobahan itu tetap berlangsung selamanya. Sambil menyatakan rasa syukur kepada Allah swt semoga kita tetap menjadi orang-orang yang selalu mengadakan perobahan suci terhadap diri masing-masing.

Orang-orang yang berada disekitar Gedung Excel Centre merasa heran menyaksikan berkumpulnya banyak manusia dari berbagai bangsa dan warna kulit dan bertanya-tanya siapa gerangan orang-orang ini. Pada umumnya terdapat kesan bahwa orang-orang Islam tidak berkumpul secara disiplin seperti itu. Namun keadaan mereka ini sangat mengherankan. Mereka sambil menatapi kepada kumpulan orang-orang kita ini menyatakan sangat heran. Nampaknya orang-orang muslim, akan tetapi keadaan mereka ini sangat berbeda dan teratur rapi. Sekalipun mereka ini orang-orang Asia namun mereka ini terdiri dari banyak macam orang pula. Perhatian setiap anak, pemuda dan orang-orang tua semuanya terpusat kepada satu arah. Kecintaan, keitha’atan terhadap Khilafat yang terpendam didalam hati mereka nampak tersirat

06

dari raut muka mereka. Bahkan nampak dari setiap bahagian badan mereka.

Seorang wanita security yang bekerja di Gedung Excel Centre itu berkata kepada orang-orang perempuan kita, katanya: ”Saya baru melihat pemandangan semacam ini. Setelah menyaksikan pemandangan nyata ini saya baru tahu hari ini Islam itu apa. Setelah menyaksikan keadaan serupa ini hati saya ingin menjadi orang Islam hari ini juga.” Bagaimanapun sering terjadi keadaan seperti ini secara tiba-tiba pada orang-orang disini, pada hari ini mereka nyatakan pula didepan kita namun kita do’akan semoga pemandangan yang mengesankan itu dapat menjadi sarana untuk menimbulkan perobahan pada diri wanita itu dan terhadap banyak lagi orang lain seperti dia.

Maksud dan tujuan kita tiada lain untuk membawa manusia didunia untuk mengenal Tuhan Pencipta mereka, supaya mereka berkumpul dibawah naungan bendera Hazrat Rasulullah saw. Maka melalui Jalsah Khilafat ini warga Jema’at sendiri ataupun orang-orang yang berada diluar Jema’at telah menyaksikan sebuah ikatan persatuan baru, yang pada hari ini semata-mata telah menunjukkan keistimewaan Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Sekarang sebagai kesan dari persatuan dan kesatuan ini sesuai janji Allah swt terhadap Hazrat Masih Mau’ud a.s. tidak ada Jema’at lain seperti itu selain Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Semua golongan atau jema’at –

07

jema’at lainnya telah menjadi mangsa perpecahan. Dan mereka akan tetap berada didalam perpecahan itu selama mereka tifdak menghargai ni’mat Allah swt ini. Selama mereka tidak bersedia menerima nasihat Hazrat Rasulullah saw ini yaitu : “ Apabila Imam Mahdi-ku sudah datang sampaikanlah kepadanya ucapan salam dari padaku.”

Keadaan orang-orang Islam pada zaman ini menjadi bukti nyata bahwa, mereka jauh dari ajaran agama, mereka jauh dari Allah swt, semua menunjukkan bukti bahwa mereka terlempar kedalam pangkuan syetan. Mereka telah lupa kepada Sang Pencipta mereka. Mereka telah lupa kepada maksud dan tujuan penciptaan mereka kedunia ini. Bahkan sekarang mereka sudah kehilangan pemahaman apa tujuan dan maksud dari pada kelahiran mereka kedunia. Jika sekarang ada wujud Jema’at maka hanya Jema’at inilah yaitu Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang paham akan maksud dan tujuan penciptaan manusia kedunia. Dan Jema’at ini selalu berusaha untuk mencapai tujuan itu. Pada zaman sekarang hanya Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. lah yang berpegang kepada “‘Urwah “ (pedoman) yang kuat yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Berpegang kepada rantai yang kokoh-kuat yang diberi jaminan oleh Allah swt sendiri bahwa rantai (Khilafat) itu tidak akan pernah putus. Pada hari ini Allah swt dengan karunia-Nya telah memegangkan tangan orang-orang Ahmadi kepada rantai (Khilafat) ini dengan kokoh-

08

kuat yang kepadanya Allah swt menurunkan air ruhani yang sangat melimpah dengan perantaraan Hazrat Masih Mau’ud a.s. Air ruhani itu jika diminum oleh seorang mu’min, ianya dapat mencapai martabat ruhani yang setinggi-tingginya.

Jadi berpegang kepada rantai yang kokoh-kuat ini maksudnya adalah, iman orang-orang yang selalu berpegang kepada rantai Khilafat akan sentiasa kokoh-kuat. Setelah menjadi khadim-khadim Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan berpegang kepada janji-janji bai’atnya, dan berusaha untuk memenuhi janji-janjinya itu, maka imannya akan terus mendapat kemajuan. Orang yang tetap berpegang teguh kepada rantai (khilafat) ini dengan sekuat tenaga maka didalam setiap keadaan, dalam masa banyak perlawanan dari pihak penentang, imannya akan terpelihara. Orang mu’min yang tetap berpegang kepada rantai itu bisa saja jiwanya melayang, akan tetapi ianya tidak akan melepaskan rantai itu, jika tidak akan membahayakan imannya. Dengan melepaskan rantai itu iamannya akan menghadapi bahaya. Oleh karena itu tarikh Jema’at penuh dengan peristiwa yang menunjukkan bahwa disa’at taufan penyerangan melanda orang-orang mumin sejati dengan kencang sekalipun iman mereka tetap kokoh-kuat tidak melepaskan tangannya dari ikatan rantai itu.

Telah terjadi peristiwa seorang anak dibunuh dihadapan ibunya, seorang bapak dihantam dan dipukuli dihadapan anak-anaknya, lalu disyahidkan dihadapan mereka.

09

Anak-anak disyahidkan dihadapan bapak-bapak mereka, banyak sekali orang-orang Ahmadi yang melewatkan kehidupan mereka dengan berbagai macam penganiayaan, dengan kesusahan yang menyakitkan. Lambat-laun mereka disiksa lalu dibunuh. Peristiwa semacam ini bukan peristiwa lama. Didalam tahun ini juga telah terjadi peristiwa semacam itu. Akan tetapi orang yang tetap berdiri diatas imannya, semua kesusahan dan penyiksaan seperti itu tidak menggoyahkan iman mereka.

Maka pada hari itu disa’at kita sedang merayakan seratus tahun Khilafat Ahmadiyah dengan rasa gembira, sesungguhnya kegembiraan ini adalah disebabkan sempurnanya seratus tahun Khilafat Ahmadiyah, banyak karunia Tuhan turun laksana hujan diatas Jema’at ini. Dan dalam masa seratus tahun ini kita bergembira menyaksikan Jema’at Ahmadiyah laksana sebuah taman yang menghijau dengan pohon-pohonannya melambai-lambai. Dan apabila kita merasa gembira menyaksikan taman yang indah menghijau ini, hendaklah bersyukur kepada Allah swt dan ingatlah kepada para syuhada juga untuk mendo’akan mereka dan mendo’akan kaum keluarga mereka yang ditinggalkan. Mereka (para syuhada) telah menyirami taman indah ini dengan tetesan darah mereka. Mereka telah menegakkan contoh iman mereka dengan teguh yang telah menghiasi kitab sejarah dengan tinta mas. “‘Urwah “ juga artinya adalah sebuah taman yang

10

menghijau dan selamanya tetap menghijau. Sekalipun hujan hanya turun sedikit dia tidak mengalami kekeringan. Jadi ianya sebuah taman yang sentiasa menghijau, disebabkan orang-orang telah beriman kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. sebuah Jema’at telah dianugerahkann kepada beliau a.s. Dia laksana taman yang keadaannya selalu menghijau. Maka barangsiapa yang tetap berpegang teguh kepada ‘Urwah ini ianya akan menerima banyak ni’mat-ni’mat dari Allah swt. Barangsiapa yang nenjauhkan diri dari godaan syaithan dan menegakkan keimanannya maka Tuhan berfirman :

فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَ انْفِصَامَ لَهَا

Artinya : maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada suatu pegangan yang kuat dan tidak akan putus. (Al Baqarah : 257) dan pada akhirnya Tuhan berfirman :

وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Artinya : Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Al Baqarah : 257)

Maka orang-orang yang berhati bersih dan ikhlas akan sentiasa mendapatkan ni’mat-ni’mat Allah itu dan ianya akan bersujud dihadapan Allah swt memohon do’a untuk sentiasa mengeratkan diri dengan rantai Khilafat yang kokoh itu. Bagi orang-orang ini harus ingat bahwa Allah swt sangat mendengar do’a-do’a hamba-Nya. Dia sangat tahu keadaan seluk-beluk hati kita. Allah swt tidak akan mensia-siakan usaha dan do’a-do’a hamba-Nya yang dipanjatkan dengan niyat yang baik.

11

Keadaan hati kita juga akan semakin penuh dengan iman. Dan akan selalu menjadi pewaris ni’mat-ni’mat Allah swt. Iman kita juga dan iman setiap orang dari kita akan menjadi semakin kuat. Sekalipun adanya kelemahan namun disebabkan niyat kita yang baik Allah swt akan selalu memberi keimanan kepada kita dan juga kepada anak-keturunan kita. Karenanya keturunan kita dan kita sendiri juga akan menjadi pewaris untuk menuai hasil yang baik.

Maka kita yang sedang menyaksikan sempurnanya seratus tahun Khilafat Ahmadiyah sedang memberi kesan yang segar terhadap iman kita, kesatuan Jema’at dan kemajuan yang meyakinkan sedang menampakkan wajahnya kepada kita. Hal ini mengherankan orang-orang non Ahmadi juga. Dan banyak orang-orang yang hasad juga tengah menyaksikan kenyataan ini sehingga rasa hasad mereka semakin meningkat, seperti keadaan mereka di Pakistan. Dan hal ini semua terjadi dizaman sekarang sesuai dengan nubuatan Hazrat Rasulullah saw, berkat beriman kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan berkat eratnya hubungan dengan Khilafat Ahmadiyah.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Mu’jizat Nabi-nabi terdahulu telah lenyap bersama wafatnya para Nabi itu. Akan tetapi mu’jizat Hazrat Nabi Besar Muhammad saw sampai sekarang terus nampak dihadapan kita dan ianya akan terus zahir sampai Qiamat. Mu’jizat yang mendukung

12

kebenaran saya, semuanya merupakan mu’jizat Hazrat Rasulullah saw.”

Semoga Allah swt memberi taufiq kepada setiap orang Ahmadi untuk mengikat hubungan seerat mungkin dengan Allah dan Rasul-Nya Muhammad saw. Dan semoga Dia menjadikan setiap orang Ahmadi selalu setia dan patuh ta’at kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Dan semoga Dia menjadikan setiap orang Ahmadi selalu siap memenuhi janjinya untuk menghadapi setiap jenis pengurbanan demi tetap berdirinya Khilafat Ahmadiyah. Dan sekarang pemandangan yang sedang kita saksikan, sebuah kesatuan dan persatuan yang kokoh menyatakan kecintaan terhadap Khilafat. Hal ini merupakan sebuah mu’jizat yang dihadapkan kepada orang-orang luar dari Jema’at. Untuk tetap berlanjutnya keadaan seperti itu kita harus selalu menjadi orang-orang yang sentiasa sujud dihadapan Allah swt. Supaya melalui sujud syukur itu Allah swt menganugerahkan ni’mat-ni’mat-Nya secara tetap kepada setiap orang Ahmadi dan juga kepada anak keturunan kita semua. Sebab terdapat janji Allah swt terhadap orang-orang mu’min bahwa jika manusia bersyukur atas ni’mat-ni’mat Allah swt maka Dia akan menambah lebih banyak lagi ni’mat-ni’mat itu dan memberi kemajuan dalam keimanan juga kepadanya. Sebagaimana firman-Nya :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

13

Artinya : Dan ketika Tuhan engkau mengumumkan , ” Jika kamu bersyukur, tentulah akan Kami limpahkan lebih banyak lagi karunia kepada kamu, tetapi jika kamu ingkar (tidak bersyukur) maka ingatlah, bahwa sesungguhnya azab-Ku sangat keras. (Ibrahim : 08)

Pada hari ini ketika saya menyaksikan peristiwa yang tengah berlangsung itu timbul perasaan yang sangat mengherankan, saya selalu berpikir bagaimana kita harus bersyukur kepada Allah swt, begitu banyaknya ni’mat-ni’mat Tuhan turun kepada Jema’at-Nya ini laksana hujan turun. Jika seandainya setiap bahgian dari tubuh kita menyatakan rasa syukur kepada-Nya atas ni’mat-ni’mat ini, tidak akan dapat memadai untuk menyatakan rasa syukur kepada-Nya. Saya menyaksikan bagaimana Jema’at ini menyatakan rasa syukur kepada Allah swt atas ni’mat-Nya yang berupa Khilafat yang telah dianugrahkan Tuhan kepada Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s.ini. Demikian banyaknya surat-surat saya terima yang semuanya menyatakan rasa syukur, tanpa ragu saya mengatakan bahwa pada zaman sekarang ini hanya para anggauta Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. lah yang menyatakan banyak rasa syukur kepada Allah swt. Dan selama kita sentiasa meningkatkan rasa syukur ini maka selamanya kita akan menjadi para pewaris ni’mat-ni’mat Allah swt. Dan jangan sekali-kali lupa menyatakan rasa syukur kepada Allah swt. Rasa syukur inilah yang membuat kita

14

sentiasa menyaksikan taman indah ini selalu tumbuh menghijau untuk selama-lamanya sehingga menjadi penyebab meningkatnya iman kita.

Pada zaman sekarang ini dikala dunia tengah asyik dalam kesibukan bermain dan berfoya-foya dan tidak ada orang yang memberi bimbingan dan peringatan kepada mereka, hanyalah Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. sebuah Jema’at tunggal yang berada dibawah naungan bendera Khilafat yang selalu mengatur dan meluruskan barisan. Hal ini sungguh sebuah ni’mat yang bagaimanapun disyukurinya tidak akan memadai. Akan tetapi Allah swt memerintahkan supaya kita selalu bersyukur kepada-Nya bukan hanya dengan lisan saja melainkan dalam bentuk perbaikan amal, barulah Aku akan menurunkan ni’mat-ni’mat-Ku yang lainnya lagi. Maka berdo’alah untuk itu semua dan berdo’alah untuk saya juga dan saya juga berdo’a untuk saudara-saudara semua supaya rasa syukur ini dan ni’mat-ni’mat Allah swt jangan sampai berakhir, bahkan setiap sa’at hendaknya bertambah terus.

Sebagaimana telah saya katakan bahwa banyak sekali surat dan fax diterima dari warga Jema’at dan dari anak-anak juga dan saya akan berusaha menjawab surat-surat yang penuh dengan pernyataan rasa syukur itu, dan saya ingin menjawab nya dengan cepat namun disebabkan banyak kesibukan dan kegiatan lainnya bisa saja agak lambat. Namun demikian saya berdo’a semoga Allah swt meningkatkan iman

15

dan keikhlasan saudara-saudara semuanya. Telah diterima macam-macam surat yang membuat saya terpesona dan tertegun menerima luapan perasaan hati kecintaan mereka kepada Khilafat. Tengoklah bagaimana Allah swt telah menanamkan beraneka ragam bunga yang berkembang ditaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini. Sehingga lidah tidak mampu untuk melukiskan keindahannya. Semoga Allah swt meningkatkan terus iman dan keikhlasan saudara-saudara semua.

Diantara karunia dan ni’mat-ni’mat Allah swt itu adalah berupa penemuan Satelite Television juga yang telah dianugerahkan kepada Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Tentang ini saya ingin memberitahukan kepada Jema’at, banyak sekali yang bekerja secara sukarela dalam penyelenggaraannya dan mereka semua bekerja sangat giat sekali. Sedikit sekali orang-orang sebagai pekerja tetap, kebanyakan mereka bekerja dengan sukarela sambil mewaqafkan waktu mereka tanpa menerima bayaran. Oleh sebab itulah semua program berjalan sangat lancar dan berhasil sehingga pemandangan karunia-karunia Allah swt ini dapat diperlihatkan kepada dunia. Dan juga dapat diperlihatkan kepada dunia betapa banyaknya ni’mat dan karunia Allah swt telah dianugerahkan kepada Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Sehingga amanat Allah swt dan Rasul-Nya dapat disampaikan keseluruh pelosok dunia. Supaya perhatian orang-orang yang

16

bertabiat baik terarah kepada Jema’at ini sehingga mereka dapat mengenal kebenaran.

Ketika Allah swt memberitahu Hazrat Masih Mau’ud a.s melalui ilham-ilham tentang kemajuan Jema’at beliau dan dengan penuh keyakinan dirfirmankan kepada beliau bahwa Jema’at engkau akan memperoleh kemenangan. Banyak sekali ilham-ilham tentang ini, diantaranya :

كَتَبَ اللهُ َلاَغْلِبَنَّ اَنَا وَرُسُلِى

Ilham ini turun kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan ini ayat Qur’an juga, yang telah diterjemahkan oleh beliau : Tuhan telah menetapkan semenjak permulaan bahwa Dia bersama Rasul-Nya akan menang. Ini mengisyarahkan kepada Islam dan juga kepada Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s sebab pada zaman ini kemajuan Islam sangat erat kaitannya dengan Hazrat masih Mau’ud a.s. sesuai dengan nubuwatan Hazrat Rasulullah saw dan sesuai dengan janji Allah swt kepada beliau. Jadi hal itu adalah salah satu taqdir Allah swt bahwa Dia pasti memberi kemenangan kepada beliau a.s. Akan tetapi untuk mencapai kemenangan itu tersedia sarana dunia juga dan sarana ini telah diberikan kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. tepat pada waktunya dan Allah swt terus memberikannya kepada Jema’at sampai sekarang. Kitab-kitab yang beliau tulis merupakan sebuah khazanah yang Tuhan berikan kepada beliau itu dan disebarkannya juga dizaman beliau sendiri telah dikemukakan kepada dunia juga. Jadi hal itu juga merupakan

17

sebuah sarana untuk mencapai kemenangan ini sesuai dengan keadaan diwaktu itu. Dan pada zaman sekarang ini untuk menyebarkan khazanah itu keseluruh pelosok dunia dengan cepat, Allah swt telah menyediakan sebuah sarana yang sangat moden yaitu MTA.

Sebagaimana telah saya katakan bahwa kemajuan Jema’at sesuai dengan janji Allah swt diperlihatkan melalui berkat Nizam Khilafat beliau a.s. yang sekarang telah berjalan dan untuk menunjukkannya kepada dunia dilaksanakan melalui MTA ini. Jadi MTA adalah satu sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan amanat Hazrat Masih Mau’ud a.s. keseluruh pelosok dunia. Dengan demikian Jema’at ini sedang mengumumkan kepada dunia bahwa penemuan-penemuan peralatan baru pada zaman sekarang ini yang menggunakan pada tempatnya secara tepat dan baik hanyalah Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Pada sa’at ini tiga buah chanels MTA yang disamping tengah berfungsi sebagai sarana tarbiyat didalam Jema’at sendiri bahkan juga sedang bekerja menutup mulut para penentang Islam dengan dalil-dalil yang telah diberikan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. kepada kita.

Jadi disatu segi Alah swt telah menjadikan MTA sebagai sarana untuk memperlihatkan kemenangan, disegi lain Allah swt telah menjadikannya sebagai senjata untuk memberikan kemenangan juga, yang akses tayangannya memasuki setiap rumah untuk menyempurnakan maksud dan

18

tujuan kedatangan Hzrat Masih Mau’ud a.s. kedunia, yaitu untuk meneruskan tugas yang telah dirintis oleh Hazrat Rasulullah saw. Dan tugas itu sekarang dilaksanakan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. Seolah-olah untuk melanjutkan tugas ini kedepan diserahkan kepada Hazrat Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang sebelumnya telah diserahkan Tuhan kepada Hzrat Rasulullah saw. Diantaranya untuk memperlihatkan mu’jizat-mu’jizat juga, mensucikan kalbu manusia juga, didalamnya ada perintah untuk menyebar luaskan ajaran Kitab Suci Al Qur’an juga, dan didalamnya terdapat perintah untuk mengajarkan mutiara hikmah-hikmah kepada manusia juga. Dan jika sekarang kita perhatikan, maka pada zaman sekarang ini diantara penemuan alat-alat baru yang dipergunakan secara tepat guna dan sangat bermanfa’at hanyalah MTA (Muslim Television Ahmadiyya) yang sangat sesuai untuk menjalankan semua tugas-tugas tersebut diatas.

Sekalipun banyak saluran-saluran TV negara-negra Islam dan ada juga saluran dibawah badan penyiaran agama, namun jika diperhatikan dan disimak dengan cermat program-program mereka tidak pernah menyentuh keempat perkara penting tersebut diatas dan tidak pernah nampak didalam siaran mereka. Jika disatu tempat dalam TV mereka terdapat siaran yang baik maka dilain tempat terdapat siaran yang berupa hiburan dan pertujukan yang tidak berfaedah sehingga dinilai sebagai pertunjukan diluar kepentingan orang Islam

19

yang berakal lurus dan sehat. Selain itu ada juga saluran TV dunia lainnya, tidak bisa berjalan tanpa ada siaran iklan atau advertisement yang merupakan income TV itu. Didalamnya disiarkan program-program hiburan yang sia-sia. Saluran-saluran TV dinegara-negra Islam juga tidak ada bedanya dengan TV mereka. Disamping itu terdapat program khas untuk hiburan yang sangat buruk dan sia-sia. Maka sekarang didunia ini hanya ada satu saluran saja yaitu saluran dari Jema’at Hazrat Masih Muhammadi a.s. yang dapat memenuhi keperluan tarbiyat bagi tercapainya tujuan hidup manusia. Dan saluran TV ini dapat menyempurnakan maksud dan tujuan kebangkitan Hazrat Rasulullah saw kedunia. Dengan demikian setiap orang Ahmadi harus menaruh perhatian terhadap siaran-siaran MTA ini untuk kepentingan tarbiyat Jema’at. MTA ini telah diupayakan dengan penuh giat dan semangat, hendaknya diambil faedah sebanyak-banyaknya oleh setiap orang Ahmadi khasnya untuk mendengarkan khutbah-khutbah Jum’ah dan juga untuk kepentingan program terbiyyat secara umum. Penting sekali untuk menaruh perhatian terhadap MTA ini. Dan MTA ini juga sebagai sarana untuk menanamkan perhatian agar setiap orang Ahmadi memenuhi rasa syukurnya kepada Allah swt. Untuk menyatakan syukur kepada Allah swt yang telah menurunkan karunia-Nya dalam bentuk Khilafat kepada Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s.ini sesuai dengan janji-janji-Nya. Dan amanat ini sampai keplosok-pelosok dunia

20

dengan perantaraan MTA ini. Hal ini jelaslah bahwa jika tidak ada Khilafat maka betapapun kerasnya keinginan dengan niyat baik dan berusaha keras untuk menegakkan MTA seperti itu tidak mungkin bisa berhasli sekalipun oleh sebuah anjuman (organisasi) ataupun sebuah komiti. Jadi MTA yang telah dianugerahkan Allah swt kepada kita merupakan salah satu barkat dari Khilafat dan merupakan sebuah karunia dari Allah swt terhadap Jama’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Oleh sebab itu setiap Ahmadi harus mengambil faedah sepenuhnya dari MTA ini. Dan mengapa saya katakan bahwa tanpa adanya wujud Khilafat tidak mungkin Jema’at mampu mendirikan MTA, supaya setiap Ahmadi harus mempunyai perasaan dan kesadaran bahwa Allah swt menganugerahkannya untuk menyempurnakan janji-Nya kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Nizam apapun yang telah dilancarkan pasti dikaitkan dengan wujud Khilafat. Maka pikirlah hal itu dengan sebaik-baiknya.

Dengan diselenggarakannya perayaan seratus tahun Khilafat Ahmadiyah ini perobahan yang terjadi pada diri setiap orang Ahmadi janganlah hendaknya bersipat sementara. Jangan merupakan semangat sementara, melainkan harus berlaku selamanya dan harus selalu diulang-ulang sepanjang masa. Sehingga menjadi bahagian kehidupan untuk selama-lamanya. Saya telah mengambil janji (bai’at ulang) dan dengan janji itu menimbulkan kesan sangat baik sekali. Nampak kesan sangat baik terhadap setiap orang, oleh sebab

21

itu ingatlah selalu jani-janji itu. Allah swt berfirman, apabila kamu telah berjanji haruslah dipenuhi janji itu, sebab kamu akan ditanyai tentang janji yang telah kamu ucapkan itu.Sampai pada hari ini semua hal itu masih terasa segar didalam ingatan saudara-saudara. Hal itu saya ingatkan berulang kali agar saudara-saudara sekalian semakin memperkuat janji itu. Dan ingatlah selalu bahwa janji apapun dan perkara apapun tidak akan dapat mencapai kesempurnaan tanpa pertolongan dan karunia dari Allah swt. Banyak yang mengirim surat kepada saya sambil menyatakan keputusan hati mereka diantaranya ada yang berkata : Kami telah berjanji dan insya Allah kami akan menyempurnakan janji itu dan kami selalu siap menghadapi setiap pengurbanan, akan tetapi do’akanlah kami semoga Allah swt memberi taufiq kepada kami untuk tetap berpegang kepada janji kami itu sebab tanpa karunia dari Allah swt semua perkara tidak mungkin dapat disempurnakan. Maka untuk itu Allah swt telah memberitahu caranya dan hal itu harus diamalkan, yaitu tingkatkanlah mutu ibadah saudara-saudara lebaih baik dari yang sudah-sudah, tingkatkanlah amal kebaikan lebih dari yang sudah-sudah, dan berusahalah selalu untuk beramal soleh. Menta’ati Nizam Jema’at juga termasuk salah satu kebaikan yang sangat penting. Dalam usaha menta’ati Khilafat menta’ati Nizam Jema’at juga adalah salah satu perkara yang sangat penting. Tanpa itu semua seseorang tidak dapat melakukan kebaikan

22

dan tidak pula mampu menepati perjanjiannya. Nizam Jema’at salah satu Nizam yang telah didirikan oleh Khilafat juga. Oleh sebab itu mentaatinya sangat diperlukan. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada setiap Ahmadi agar tetap berpegang teguh kepada janji-janjinya dan semoga ianya menjadi orang yang semakin dekat kepada Allah swt.

Pada tanggal 27 Mei yang lalu Allah swt telahpun memberi khabar gembira kepada kita semua bahwa di Itali sejak lama telah diusahakan mencari sebidang tanah untuk Mission House dan tidak pernah berhasil. Sekarang tepat pada tanggal 27 Mei 2008 yang lalu Consul disana telah memanggil dan memberi sebidang tanah kepada Jema’at supaya dibeli, yang kemudian telah dilakukan pembayarannya. Dinegeri itu sampai sekarang Khilafat Kristian tetap berdiri, pada sa’at sempurnanya seratus tahun Khilafat Ahmadiyah Allah swt telah menganugerahkan sebidang tanah dimana akan berdiri pusat para khadim Masih Muhammadi, Mission Haouse akan didirikan dan Mesjid juga akan dibangun, insya Allah swt. Dari tempat itu akan mulai dikumandangkan tauhid Ilahi.

Demikian juga perayaan yang telah diselenggarakan dinegeri ini Allah swt telah menurunkan karunia-Nya, sehingga sekalipun adanya tantangan keras dari para Maulvi di Pakisatan telah diselenggarakan perayaan seratus tahun Khilafat secara sempurna sesuai program yang telah mereka buat, sekalipun sehari kemudian telah dikeluarkan larangan

23

oleh pemerintah disana. Akan tetapi para anggauta Jema’at disana tidak merasa kekurangan suatu apapun dengan cara yang telah mereka laksanakan itu sekalipun kemudian harinya pemerintah melarangnya. Tidak seperti telah terjadi pada tahun 1989 dalam rencana merayakan seratus tahun Jema’at Ahmadiyah. Pada waktu itu sekalipun persiapan sudah lengkap namun dibawah undang-undang ordinansi Jema’at Ahmadiyah tidak diizinkan melaksanakan program apapun untuk menunjukkan kegembiraan sempurnanya seabad Jema’at Ahmadiyah pada waktu itu. Pada waktu itu sekalipun membagikan gula-gula atau manisan kepada anak-anak tidak diperbolehkan. Demikianlah keadaan negara Pakistan pada waktu itu sampai pada waktu sekarang juga. Pada waktu ini juga terpikir bahwa pemerintah dulu dan sekarang sama saja terutama di Provinsi Pujab seperti keadaan diwaktu dulu. Namun demikian Allah swt telah menurunkan karunia-Nya bahwa masa seperti yang lalu sudah berlalu, sekarang para anggauta Jema’at disana dapat juga merayakan seabad Khilafat Ahmadiyah dengan lancar, makanan juga sesuai program dapat dibagikan. Kedaan akal para Mullah itu sama saja tidak berobah. Oleh karena perayaan dilaksanakan dengan tenang tidak terdengar suara riuh sehingga tidak diketahui oleh orang ramai dari luar. Dan mereka mengira bahwa pemerintah sudah melarangnya. Para Mullah sejak dulu

telah menyatakan bahwa Ahmadiyah tidak diberi izin

24

merayakan seabad Khilafat dan kepada anak-anak juga dilarang membagi-bagikan kueh-kueh atau makanan dan orang-orang Ahmadiyah tidak diberi kesempatan untuk merayakan kegembiraan. Sedangkan Pemerintah telah melakukan hal yang sangat penting dan dengan itu telah menyelamatkan ummat muslimah dari kehancuran.

Kehancuran itu bisakah terjadi dengan membagikan makanan kepada anak-anak? Itulah keadaan akal mereka. Mereka tidak tahu disebabkan hal itu mereka sendiri terjerumus kedalam kancah kehancuran. Oleh sebab itu berdo’alah untuk kemaslahatan Pakistan juga, para Mullah sekalipun dinasihati mereka tidak akan menerima kerana tidak mempunyai akal yang benar, akan tetapi berdo’alah untuk orang-orang awam disana semoga Allah swt memberi petunjuk kejalan yang lurus, para ahli politik jangan sampai memikirkan untuk kepentingan diri mereka sendiri, melainkan supaya mereka menunaikan kewajiban terhadap Negara, semoga mereka dapat memenuhi hak orang-orang miskin disana.

Keadaan Pakistan pada sa’at ini betul-betul memprihatinkan. Kas Negara kosong, tidak ada persediaan makanan yang cukup. Oleh sebab itu sering terjadi peristiwa penjarahan dan perampokan. Setiap langkah terjadi perbuatan suap-menyuap. Masyarakat kelaparan tidak ada yang menaruh perhatian terhadap mereka. Para penguasa hanya memikirkan

25

kepentingn diri masing-masing. Semoga Allah swt mengasihani orang-orang awam disana.

Disini kita merayakan kegembiraan dan orang-orang Ahmadi diseluruh dunia juga sedang merayakan kegembiraan ini, mereka sedang merayakan seabad Khilafat Ahmadiyah sebagai tasyakkur dan program lainnyapun tengah dilaksanakan. Ingatlah juga untuk mendo’akan Pakistan, semoga Allah swt melindungi nasib orang-orang miskin disana, semoga Allah swt memberi akal sehat kepada para pemimpin zalim disana dan semoga Allah swt menunjukkan mereka kejalan yang lurus. Do’akan juga secara khas untuk negara-negara muslim, semoga Allah swt memberi taufiq kepada mereka untuk mengenal Hazrat Masih Muhammadi a.s. dan do’akanlah untuk dunia seumumnya juga, yang sedang menuju arah kehancuran, semoga Allah swt melindungi mereka dari azab-Nya dan memberi taufiq kepada mereka untuk mengenal kebenaran, agar sekali lagi dunia bisa melihat pemandangan dimana hanya berdiri satu Kerajaan Allah swt, dan bendera Hazrat Muhammad saw berkibar disana. Amin !!!

Alih Bahasa oleh Hasan Basri

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.